Ahli: Opsi Darurat Vaksin Adalah Bentuk Kegagalan Negara Atasi Covid-19

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio | Suara.com

Rabu, 09 Desember 2020 | 06:26 WIB
Ahli: Opsi Darurat Vaksin Adalah Bentuk Kegagalan Negara Atasi Covid-19
Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Suara.com - Ahli epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman menilai negara yang menggunakan otorisasi penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin adalah bentuk kegagalan negara menangani pandemi.

Dicky menjelaskan, negara yang penanganan pandeminya baik pasti tidak akan menggunakan EUA dan lebih memilih menggunakan vaksin dengan prosedur normal.

"Sebagai praktisi dan peneliti pandemi sejak 2003, saya melihat opsi otorisasi penggunaan darurat (EUA) vaksin oleh suatu negara, mencerminkan atau berkaitan dengan gagalnya negara-negara tersebut dalam pengendalian pandeminya. Berbeda halnya dengan negara yang sukses, mereka memilih berhati-hati dan lakukan prosedur baku," kata Dicky, Rabu (9/12/2020).

Kemudian, Dicky menyebut program vaksinasi yang dilakukan oleh negara seharusnya dilakukan secara sukarela tanpa paksaan jika komunikasi bencana terhadap warganya sudah sukses sejak awal.

"Negara-negara yang sukses kendalikan pandemi covid-nya melakukan prinsip voluntary ini," katanya.

"Salah satu upaya meningkatkan trust masyarakat adalah dengan contoh langsung. Pejabat publik dan tokoh bisa menjadi penerima vaksin pertama sekaligus membangun trust," sambungnya.

Dia juga mewanti-wanti Indonesia yang baru mengimpor vaksin Covid-19 buatan perusahaan bioteknologi asal China, Sinovac Biotech karena vaksin ini belum ada laporan efikasinya yang jelas.

Sejauh ini baru tiga vaksin yang merilis efektivitas lebih dari 90 persen, antara lain Moderna-NIAID, Pfizer-Biontech dan Astrazeneca-Oxford.

"Selain syarat pertama adanya vaksin yang terbukti aman dan punya efikasi yang memadai dan optimal, maka keberhasilan program vaksinasi juga tergantung pada cakupan vaksinasi yang tinggi, serta angka reproduksi yang rendah. Ketiganya tidak bisa diabaikan," tutur Dicky.

Sebelumnya, pemerintah mengimpor 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan perusahaan bioteknologi asal China, Sinovac Biotech yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng dari Beijing, China pada Minggu (6/12/2020) malam.

Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan akan menerbitkan Emergency Use Authorization (EUA) agar vaksin ini bisa segera disuntikkan kepada tenaga medis yang menjadi prioritas pertama.

Pemerintah juga tengah mengupayakan agar pada awal Januari 2021 mendatang, sebanyak 1,8 juta dosis vaksin lainnya bisa didatangkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Air, Bisa Jamin Tekan Angka Infeksi?

Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Air, Bisa Jamin Tekan Angka Infeksi?

Health | Selasa, 08 Desember 2020 | 23:10 WIB

Terpapar COVID-19, BRAy Prabukusumo Adik Ipar Sultan HB X Meninggal Dunia

Terpapar COVID-19, BRAy Prabukusumo Adik Ipar Sultan HB X Meninggal Dunia

Jogja | Selasa, 08 Desember 2020 | 22:25 WIB

Jubir Satgas Covid-19: Vaksin Sinovac Tunggu izin EUA dari BPOM

Jubir Satgas Covid-19: Vaksin Sinovac Tunggu izin EUA dari BPOM

News | Selasa, 08 Desember 2020 | 22:15 WIB

Kenaikan Kasus di 19 Provinsi, Jubir Satgas Covid-19: Ini Harus Dievaluasi

Kenaikan Kasus di 19 Provinsi, Jubir Satgas Covid-19: Ini Harus Dievaluasi

News | Selasa, 08 Desember 2020 | 22:03 WIB

Tambah 1.174 Orang, Kasus Corona DKI Jakarta Mencapai 146.601 Pasien

Tambah 1.174 Orang, Kasus Corona DKI Jakarta Mencapai 146.601 Pasien

Jakarta | Selasa, 08 Desember 2020 | 21:38 WIB

Keampuhan Vaksin Covid-19 Sinovac Dipertanyakan, Bio Farma Angkat Bicara

Keampuhan Vaksin Covid-19 Sinovac Dipertanyakan, Bio Farma Angkat Bicara

Jatim | Selasa, 08 Desember 2020 | 21:01 WIB

Banyak yang Salah, ini Arti Sebenarnya Virus Corona Covid-19 Ringan

Banyak yang Salah, ini Arti Sebenarnya Virus Corona Covid-19 Ringan

Health | Selasa, 08 Desember 2020 | 21:00 WIB

Terkini

Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni

Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:35 WIB

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:18 WIB

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:09 WIB

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:07 WIB

Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan

Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:06 WIB

Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan

Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:03 WIB