Banyak Penangkapan Aktivis, 2020 jadi Tahun Kelam Demokrasi di Indonesia

Agung Sandy Lesmana, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 10 Desember 2020 | 06:00 WIB
Banyak Penangkapan Aktivis, 2020 jadi Tahun Kelam Demokrasi di Indonesia
Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid. [Suara.com/Aziz Ramadani]

Suara.com - Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengangaap telah terjadi kemerosotan demokrasi di tahun 2020. Pasalnya, selama rezim Presiden Joko Widodo banyak kasus terkait kebebasan berpendapat dan kebebasan berekspresi yang dipersoalkan melalui pidana ataupun dengan cara di luar proses hukum terhadap aktivis, mahasiswa, hingga jurnalis.

"Banyak sekali kasus-kasus di mana kebebasan untuk berpendapat untuk berekspresi itu kemudian dipersoalkan baik dengan cara dipidanakan, maupun juga dengan cara-cara lain diluar proses hukum. Misalnya intimidasi terhadap akademisi, terhadap aktivis mahasiswa, aktivis HAM, termasuk aktivis perempuan juga sejumlah jurnalis," ujar Usman dalam diskusi Webinar "Evaluasi Akhir Tahun Isu HAM Era Jokowi & Kekerasan Negara", Rabu (9/12/2020).

Kemudian terjadi proses pemberangusan kebebasan sipil terkait pemblokiran internet di Papua dan penangkapan aktivis politik di Maluku dan Papua. Kata Usman, kekerasaan negara juga masih terjadi di Papua.

Selain itu, Usman mengatakan pihaknya baru merilis 51 video yang menunjukkan 43 insiden kekerasan polisi terhadap pengunjuk rasa pada demonstrasi penolakan Omnibus Law oleh buruh.

Bahkan Usman menyebut di tahun 2020 terjadi degenderisasi yang ditandai dengan dikeluarkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) dari Prolegnas Prioritas 2020.

Kemunduran yang terjadi juga dalam hal kesetaraan gender. Tak hanya itu, Usman juga menyinggung kemerosotan dalam hal beroposisi politik. Kata Usman tak ada oposisi politik dari kelembagaan formal, melainkan muncul oposisi dari arus bawah yakni mahasiswa.

Kemudian muncul oposisi yakni dari Kelompok Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang mengalami tindakan represi yang cukup serius dengan penangkapan yang berlebihan di luar prosedur hukum.

"Di dalam lanskap politik nasional, begitu pula ada beberapa kelompok masyarakat seperti KAMI Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia, tetapi juga mendapat represif yang cukup serius dengan penangkapan yang berlebihan dilakukan di luar prosuedur hukum," tutur Usman.

Karena itu ia menyebut ruang kebebasan sipil dan kebebasan beroposisi adalah dua tanda dari peristiwa yang mengkonfirmasi adanya kemunduran demokrasi di Indonesia.

baca juga

"Satu satunya yang masih bisa dikatakan belum merosot adalah berlangsungnya pemilihan umum 2019 maupun sekarang hari ini berlangsung pemilihan kepala daerah di sejumlah wilayah. Indonesia masih bisa dikatakan sebagai elektoral demokrasi elektoral yang masih memelihara pemilu," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penembakan 6 Laskar FPI, Amnesty Internasional: Komnas HAM Harus Ikut Usut

Penembakan 6 Laskar FPI, Amnesty Internasional: Komnas HAM Harus Ikut Usut

Riau | Selasa, 08 Desember 2020 | 06:42 WIB

Ormas Internasional Kutuk Laskar FPI Ditembak Mati Polisi: Unlawful Killing

Ormas Internasional Kutuk Laskar FPI Ditembak Mati Polisi: Unlawful Killing

Batam | Selasa, 08 Desember 2020 | 07:25 WIB

Penembakan Laskar Khusus FPI, Amnesty Internasional Minta Polisi Transparan

Penembakan Laskar Khusus FPI, Amnesty Internasional Minta Polisi Transparan

News | Senin, 07 Desember 2020 | 21:24 WIB

Jerat 2 Menteri Jokowi Tersangka Kasus Korupsi, KPK Masih Tunjukkan Taring

Jerat 2 Menteri Jokowi Tersangka Kasus Korupsi, KPK Masih Tunjukkan Taring

News | Senin, 07 Desember 2020 | 19:57 WIB

Terkini

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

×