Pengertian Politik Etis dan Program Kolonial Belanda Pasca Tanam Paksa

Rifan Aditya

Kamis, 10 Desember 2020 | 08:05 WIB
Pengertian Politik Etis dan Program Kolonial Belanda Pasca Tanam Paksa
Ilustrasi politik (pixabay)

Suara.com - Dalam bahasa Belanda, Politik Etis dikenal sebagai Ethische Politic yakni sebuah pemikiran yang merujuk pada pemerintah kolonial memegang tanggung jawab moral untuk kesejahteraan bumiputera. Politik etis ini adalah salah satu bentuk respon atas kritik kepada politik tanam paksa. Berikut ini pengertian Politik Etis dan program kolonial Belanda pasca tanam paksa.

Saat itu, kemunculan golongan etis oleh Pieter Brooshooft (wartawan Koran De Locomotief) dan C.Th. van Deventer (politikus) menjadikan pemerintah kolonial lebih memperhatikan nasib para pribumi. Simak pengertiaan politik etis dalam uraian berikut.

1. Pengertian Politik Etis

Mengutip dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, politik etis atau politik balas budi adalah suatu pemikiran yang menyatakan bahwa pemerintah kolonial Belanda memegang hutang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan rakyat Nusantara.

2. Program Politik Etis

Politik etis bertendensi pada desentralisasi politik, kesejahteraan rakyat dan efisiensi. Ada tiga program yang jadi fokus utama politik etis yakni:

Program pembangunan dan penyempurnaan sarana masyarakat di bidang pertanian dan perkebunan demi menunjunjang kesejahteraan rakyat pribumi. Misalnya, membuat waduk untuk menampung air hujan dan lahan pertanian, memperbaiki sanitasi agar masyarakat tidak terkena penyakit. Hingga membuat infrastruktur terutama jalan raya dan jalur kereta api agar sebagai angkutan hasil pertanian dan perkebunan.

Pendidikan untuk meningkatkan mutu SDM dan membasmi buta huruf yang tentunya juga berdampak baik pada pemerintah Belanda karena bisa memiliki tenaga kerja yang terdidik, namun dengan gaji murah.

Program pemerataan penduduk yang pada tahun 1900 berjumlah 14 jiwa di Pulau Jawa dan Madura sehingga dibuatlah pemukiman baru di wilayah-wilayah Indonesia lainnya seperti Sumatera dan Kalimantan.

baca juga

Setelah dilaksanakannya politik etis, dampak negatif dan positif pun mulai dirasakan oleh masyarakat. Namun, diketahui bahwa hampir seluruh program dan tujuan awal dari politik etis yang peduli dengan kesejahteraan rakyat saat itu terhambat bahkan tidak terlaksana. Tapi, salah satu program yang berhasil dilakukan ialah edukasi.

Sehingga masyarakat Indonesia mulai melahirkan golongan terpelajar dan malah membuat pemerintah Belanda terancam setelah kemunculan organisasi pemuda seperti Budi Utomo dan Sarekat Islam.

Itulah penjelasan tentang pengertian Politik Etis dan program kolonial Belanda pasca tanam paksa.

Kontributor : Lolita Valda Claudia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejarah Bendera Merah Putih di Masa Kerajaan Nusantara hingga Kemerdekaan

Sejarah Bendera Merah Putih di Masa Kerajaan Nusantara hingga Kemerdekaan

News | Kamis, 10 Desember 2020 | 07:34 WIB

Sejarah Tanam Paksa, yang Membuat Masyarakat Pribumi Sengsara

Sejarah Tanam Paksa, yang Membuat Masyarakat Pribumi Sengsara

News | Kamis, 10 Desember 2020 | 07:02 WIB

Definisi Kesehatan Reproduksi Sesuai Undang-Undang

Definisi Kesehatan Reproduksi Sesuai Undang-Undang

Lifestyle | Kamis, 03 Desember 2020 | 13:47 WIB

Terkini

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 06:05 WIB

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 06:01 WIB

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

×