Kepada Najwa Shihab, Petugas KPPS Ungkap Cerita Jemput Suara Pasien Covid

Rifan Aditya , Hernawan

Kamis, 10 Desember 2020 | 09:12 WIB
Kepada Najwa Shihab, Petugas KPPS Ungkap Cerita Jemput Suara Pasien Covid
Petugas KPPS Sleman Mengungkapkan Perjuangan Jemput Suara Pasien Covid-19 (YouTube/NajwaShihab).

Suara.com - Petugas KPPS Sleman, A'ad Nur Adha mengungkap kisah pengalamannya menjemput suara pemilih Pilkada yang tengah terpapar virus Covid-19.

A'ad Nur Adha menceritakan bagaimana perjuangan sukarelanya saat dicerca banyak pertanyaan oleh presenter Najwa Shihab.

"Katanya sukarela gak ada yang mau akhirnya mengajukan diri sendiri yang mendatangi rumah orang-orang yang sedang karantina benar Mas?" tanya Najwa Shihab dikutip Suara.com dari tayangan acara Mata Najwa semalam, Rabu (9/12/2020).

"Ya karena sudah tugasnya. Daripada istilahnya cari orang tapi gak mau mending relawan aja," jawab A'ad Nur Adha.

Petugas KPPS Mengungkapkan Perjuangan Jemput Suara Pasien Covid-19 (YouTube/NajwaShihab).
Petugas KPPS Mengungkapkan Perjuangan Jemput Suara Pasien Covid-19 (YouTube/NajwaShihab).

A'ad Nur Adha kemudian mengatakan, di Pilkada kemarin dia melayani satu keluarga beranggotakan 4 orang yang sedang terpapar Covid-19 langsung di rumahnya.

Mengingat mereka sedang isolasi sehingga tidak bisa datang ke TPS sendiri.

"Ada 4 orang pemilih. Masuk cuma sampai depan, di ruang tamu mereka," ujar A'ad.

Acara Mata Najwa kemudian menampilkan potret A'ad Nur Adha saat sedang bekerja sebagai petugas KPPS. Tampak di sana dia mengenakan pakaian APD lengkap yang sudah menjadi standar.

"Itu ada fotonya tapi gak keliatan (mukanya). Pakai APD berapa lama, persiapannya dari datang sampai keluar?" tanya Najwa Shihab.

baca juga

"Kalau proses pemakaiannya gak lama sekitar 20 menit. Pas posisi masuk 10 menitan," timpal A'ad.

A'ad Nur Adha lantas bercerita kelanjutan usai dia melayani pemilih yang terpapar Covid-19. Dia mengaku disterilkan dulu sebelum melanjutkan tugasnya.

"Disterilkan dulu. Disemprot dulu sebelum melanjutkan tugas," kata dia.

"Disemprot sterilisasi masnya?" tanya Najwa Shihab dengan nada khasnya.

"Iya mau gak mau gitu Mbak. Sudah prosedurnya," terang A'ad.

Najwa Shihab lalu bertanya soal fasilitas tes Covid-19 bagi dia dan para petugas KPPS lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Covid-19 Mulai di Suntikan, Harga Emas Langsung Melorot 2 Persen

Vaksin Covid-19 Mulai di Suntikan, Harga Emas Langsung Melorot 2 Persen

News | Kamis, 10 Desember 2020 | 08:15 WIB

Sebelum PTM Dimulai, PGRI Kota Bogor Minta Guru Divaksin Covid-19

Sebelum PTM Dimulai, PGRI Kota Bogor Minta Guru Divaksin Covid-19

Bogor | Kamis, 10 Desember 2020 | 08:14 WIB

Bukannya Dicoblos, Surat Suara Malah Ditempeli Sebuah Pesan, Ini Isinya

Bukannya Dicoblos, Surat Suara Malah Ditempeli Sebuah Pesan, Ini Isinya

News | Kamis, 10 Desember 2020 | 08:12 WIB

Terkini

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

×