Gus Nabil Tuding FPI Punya Rekam Jejak Miliki Senjata Api

Bangun Santoso, Stephanus Aranditio

Minggu, 13 Desember 2020 | 12:15 WIB
Gus Nabil Tuding FPI Punya Rekam Jejak Miliki Senjata Api
Ilustrasi massa FPI

Suara.com - Ketua Pagar Nusa NU Muchamad Nabil Haroen atau Gus Nabil menyatakan bahwa Front Pembela Islam (FPI) sulit menyangkal bahwa pistol yang ditemukan polisi dalam insiden bentrok Laskar FPI vs polisi di jalan tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12/2020) lalu bukan milik mereka.

Gus Nabil mengatakan, FPI sudah sejak lama memiliki beberapa rekam jejak terkait kasus kepemilikan senjata api, sehingga tak heran jika saat ini polisi kembali menemukan pistol dari tangan laskar FPI.

"Kalau kita lihat track record selama ini, waktu juni 2008 itu ada yang jelas-jelas tertangkap kamera menggunakan yang diduga senjata api, bentuknya pistol, saya tidak tahu itu pistol beneran atau mainan, tapi ini bisa menjadi bentuk propaganda," kata Nabil dalam diskusi crosscheck virtual, Minggu (13/12/2020).

Dia juga mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpunnya, ada sejumlah kelompok yang belakangan memesan senjata api.

"Ini ada juga senior saya yang beberapa waktu lalu sempat berdiskusi dan berbicara bahwa ada sekelompok orang yang sedang memesan tongkat yang isinya sajam dan pistol kecil, itu juga ada," ungkapnya.

"Jadi bukti-bukti terkait kepemilikan senjata tajam dan senjata api tidak bisa dibantah, kita lihat track recordnya seperti apa," sambungnya menegaskan.

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, jika memang FPI bersikeras membantah kepemilikan senjata api tersebut, maka silahkan dibuktikan ke kepolisian.

"Ya tinggal dibuktikan saja, cek sidik jarinya, ya uji scientificnya bisa dibuktikan," ucap Nabil.

Sebelumnya, terjadi bentrokan antara polisi dan laskar pengawal pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin pukul 00.30 WIB. Dalam insiden itu, polisi menembak mati enam orang laskar FPI.

baca juga

Kronologi peristiwa ini simpang siur. Menurut keterangan polisi, aparat terpaksa menembak laskar FPI karena berusaha menyerang polisi dengan senjata api dan senjata tajam.

Sedangkan, menurut pihak FPI, keterangan polisi itu tidak benar.

Sebab, para laskar lah yang diserang polisi dan selain itu laskar FPI diklaim tak menggunakan senjata api maupun senjata tajam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Habib Rizieq Ditahan, Tiga Pengikutnya Masih Jalani Pemeriksaan

Habib Rizieq Ditahan, Tiga Pengikutnya Masih Jalani Pemeriksaan

News | Minggu, 13 Desember 2020 | 11:58 WIB

Eks Kepala BAIS Benarkan Polisi Tembak Mati 6 Laskar FPI, Ini Alasannya!

Eks Kepala BAIS Benarkan Polisi Tembak Mati 6 Laskar FPI, Ini Alasannya!

Jabar | Minggu, 13 Desember 2020 | 11:55 WIB

6 Laskar FPI Ditembak, Eks Kepala BAIS: Jangan Salahkan Polisi Membunuh!

6 Laskar FPI Ditembak, Eks Kepala BAIS: Jangan Salahkan Polisi Membunuh!

Jawa Tengah | Minggu, 13 Desember 2020 | 11:38 WIB

Eks Kepala BAIS:  Laskar FPI Ditembak Mati Timbulkan Kesan Polisi Berani

Eks Kepala BAIS: Laskar FPI Ditembak Mati Timbulkan Kesan Polisi Berani

News | Minggu, 13 Desember 2020 | 11:25 WIB

Eks Kepala BAIS Benarkan Prosedur Laskar FPI Ditembak Mati Polisi

Eks Kepala BAIS Benarkan Prosedur Laskar FPI Ditembak Mati Polisi

Bekaci | Minggu, 13 Desember 2020 | 11:21 WIB

FPI Laporkan Haikal Hassan ke Polisi Gegara Ngaku Bertemu Rasulullah

FPI Laporkan Haikal Hassan ke Polisi Gegara Ngaku Bertemu Rasulullah

Jogja | Minggu, 13 Desember 2020 | 11:17 WIB

Habib Rizieq Ditahan, Fadli Zon: Kini Terang Benderang Siapa yang Biadab

Habib Rizieq Ditahan, Fadli Zon: Kini Terang Benderang Siapa yang Biadab

Jogja | Minggu, 13 Desember 2020 | 10:57 WIB

Terkini

Ironi Galian Maut Manggarai: Proyek Cegah Tawuran, Tapi Renggut Nyawa Anak

Ironi Galian Maut Manggarai: Proyek Cegah Tawuran, Tapi Renggut Nyawa Anak

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:57 WIB

Aktivis 98 Kritik Manajemen Politik Prabowo: Lamban, Bikin Rumit Situasi

Aktivis 98 Kritik Manajemen Politik Prabowo: Lamban, Bikin Rumit Situasi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:53 WIB

Dudung Takziah ke Rumah Peserta SPPI yang Meninggal, Pastikan Pelatihan Fisik Dihapus!

Dudung Takziah ke Rumah Peserta SPPI yang Meninggal, Pastikan Pelatihan Fisik Dihapus!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:47 WIB

Amankan 10 Orang dalam OTT, KPK Minta Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri

Amankan 10 Orang dalam OTT, KPK Minta Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:41 WIB

7 Alasan Hakim Andi Nilai Nadiem Makarim Seharusnya Divonis Bebas

7 Alasan Hakim Andi Nilai Nadiem Makarim Seharusnya Divonis Bebas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bekerja di Pub Belum Tentu Korban TPPO, Polisi Buru Pelaku Lain Kasus Eltras

Bekerja di Pub Belum Tentu Korban TPPO, Polisi Buru Pelaku Lain Kasus Eltras

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:39 WIB

Belajar dari Jepang hingga Belanda, Calon Manajer KDMP Butuh Skill Bisnis, Bukan Retret Fisik

Belajar dari Jepang hingga Belanda, Calon Manajer KDMP Butuh Skill Bisnis, Bukan Retret Fisik

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:31 WIB

Sasar Anak Main HP Depan Rumah, Penjambret di Kalideres Jual Curian Buat Beli Sabu!

Sasar Anak Main HP Depan Rumah, Penjambret di Kalideres Jual Curian Buat Beli Sabu!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:22 WIB

Tak Terima Kliennya Divonis 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Nadiem Akan Laporkan Majelis Hakim ke KY

Tak Terima Kliennya Divonis 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Nadiem Akan Laporkan Majelis Hakim ke KY

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:17 WIB

BUMN Jadi Penampungan Tim Sukses? Berisiko Jadikan Perusahaan Pelat Merah Bebani Negara

BUMN Jadi Penampungan Tim Sukses? Berisiko Jadikan Perusahaan Pelat Merah Bebani Negara

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:15 WIB

×