Dinasti Politik Pilihan Rasional Politikus, Untungkan Parpol Sekaligus

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Rabu, 16 Desember 2020 | 21:00 WIB
Dinasti Politik Pilihan Rasional Politikus, Untungkan Parpol Sekaligus
Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo dari Partai PDI Perjuangan, Gibran Rakabuming Raka (kanan) dan Teguh Prakosa (kiri) menunjukan poster nomor urut satu usai acara Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pengundian Nomor Urut Peserta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo di Hotel Sunan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (24/9/2020). [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha]

Suara.com - Sebanyak 158 kandidat calon kepala daerah yang bertaruh nasib di Pilkada serentak 2020 tercatat berlatar belakang dinasti politik. Salah satu yang mencorlok di antaranya putra dan menantu Presiden Joko Widodo, yakni Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution.

Melihat maraknya politik keluarga itu kemudian muncul perdebatan di kalangan masyarakat soal etis dan tidak etis, seseorang yang memiliki kekuasaan kemudian mengupayakan melanjutkan kuasanya kepada anggota keluarga yang dicalonkan.

Namun di luar perdebatan etis dan tidak etis, Yoes C KKenawas kandidat doktor ilmu politik dari Universitas Northwestern, Amerika Serikat memiliki sisi pandang lain.

Menurutnya politik dinasti dengan harapan melanjutkan kekuasaan merupakan hal yang paling rasional yang dapat diambil seorang politikus.

Pasalnya, dinasti politik seolah menjadi jalan pintas bagi kandidat untuk menggapai kekuasaan yang mereka harapkan.

"Dan ini adalah sebuah pilihan rasional buat politisi. Saya bilang rasional bukan etikal karena apa? Karena politisi pada dasarnya ingin berkuasa sepanjang mungkin selama mungkin," kata Yoes dalam webinar bertajuk Dinasti Politik Jokowi dan Pandemi Covid-19 yang diselenggarakan Tirto.id, Rabu (16/12/2020).

Yoes berujar, dinasti politik dan partai politik kemudian ibarat botol yang bertemu dengan tutupnya. Dua pihak tersebut seakan klop dan saling melengkapi. Karena itu, menurut Yoes, dinasti politik dan parpol menciptakan simbioses mutualisme alias saling menguntungkan.

"Dari sisi dinasti politik mereka juga ingin mendapatkan dukungan dari partai untuk mencalonkan diri dalam pilkada. Karena apa? Karena jalur ini dianggap yang paling kurang berisiko dibanding jalur independen. Masuk melalui jalur independen itu dilihat lebih berat dan kemudian lebih punya risiko untuk gagal pada saat penyaringan atau pada saat verifikasi," tutur Yoes.

Sementara itu, dikatakan Yoes simbiosis mutualisme di pihak parpol ialah karena kebutuhan parpol akan dinasti politik semisal untuk pembiayaan operasional partai.

baca juga

"Terus pada saat nanti pileg akan ada masa di mana mereka mengandalkan dinasti poltiik. Karena sudah terbukti mereka adalah pengumpul suara yang gede gitu. Pengumpul suara yang efektif untuk partai politik," kata Yoes.

Atas kebutuhan dan kepentingan dua belah pihak tersebut, maka menjadi wajar apabila kemudian hubungan simbiosis antara dinasti politik dan parpol ibarat botol bertemu tutup.

"Dalam situasi simbiosis mutalisme ini maka tidak heran apabila kemudian seperti ada botol ketemu tutup bahwa mereka partai dan politik dinasti saling kerja sama dan saling mendukung satu sama lain. Sehingga tidak heran 158 kandidat di 2020 dibandingkan 52 kandidat di 2015," ujar Yoes.

Meningkat 300 Persen

Kandidat calon kepala daerah yang berlatar belakang dinasti politik kian mengalami peningkatan pada Pilkada tahun ini. Berdasarkan data peningkatan itu mencapai tiga kali lipat.

Yoes C Kenawas kandidat doktor ilmu politik dari Universitas Northwestern, Amerika Serikat mengatakan pada Pilkada 2015 diketahui ada 53 kandidat dinasti politik. Sementara pada 2020, jumlahnya kian merangkak naik menjadi 158 kandidat.

Peningkatan yang tajam itu pula, kata Yoes berdampak terhadap demokrasi Indonesia yang kian mengkhawatirkan.

"Peningkatannya tuh lebih sedikit dari 300 persen, tiga kali lipat lah penambahannya dari tahun 2015. Jadi di tahun 2020 ini dalam satu putaran kekuasaan itu ada 158 kandidat dinasti yang berpartisipasi dalam pemilu," kata Yoes dalam webinar bertajuk Dinasti Politik Jokowi dan Pandemi Covid-19 yang diselenggarakan Tirto.id, Rabu (16/12/2020).

Yoes menilai peningkatan kandidat dinasti politik itu juga menunjukan semakin menyempitnya peluang bagi kalangan lain untuk berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah. Ia berujar, kini hanya segelintir kalangan saja yang memiliki aksea untuk mencapai kekuasaan.

"Semakin meyempit belum tertutup tapi semakin menyempit dan aksesnya itu semakin terbatas hanya untuk orang orang dengan latar belakang tertentu. Salah satunya yang paling diuntungkan adalah mereka yang memiliki pertalian darah atau perkawinan dengan elite yang pernah menjabat atau yang sudah lebih dahulu," ujar Yoes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dinasti Politik Meningkat di Pilkada, Peluang untuk Kalangan Lain Menyempit

Dinasti Politik Meningkat di Pilkada, Peluang untuk Kalangan Lain Menyempit

News | Rabu, 16 Desember 2020 | 20:18 WIB

Wanita Penghina Presiden Jokowi Najis Diringkus Polisi

Wanita Penghina Presiden Jokowi Najis Diringkus Polisi

Sumbar | Rabu, 16 Desember 2020 | 20:10 WIB

Resmi! Gibran Menang Mutlak, Bajo 'Kalah' dari Jumlah Surat Tidak Sah

Resmi! Gibran Menang Mutlak, Bajo 'Kalah' dari Jumlah Surat Tidak Sah

Surakarta | Rabu, 16 Desember 2020 | 19:47 WIB

Sebut Jokowi Najis, Wanita Paruh Baya Ditangkap Polisi

Sebut Jokowi Najis, Wanita Paruh Baya Ditangkap Polisi

Jogja | Rabu, 16 Desember 2020 | 19:33 WIB

Kapok! Wanita Penghina Jokowi Najis Ditangkap Polisi

Kapok! Wanita Penghina Jokowi Najis Ditangkap Polisi

Surakarta | Rabu, 16 Desember 2020 | 19:28 WIB

Terkini

Kapolres Sukoharjo Dicopot Buntut Penggerebekan Ponpes, DPR Ingatkan Polisi Jangan Langgar Hukum

Kapolres Sukoharjo Dicopot Buntut Penggerebekan Ponpes, DPR Ingatkan Polisi Jangan Langgar Hukum

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:04 WIB

Danantara Siap-siap 'Akusisi', Menkeu Tanggapi Isu Kemenkeu Jadi Pemilik Saham BEI

Danantara Siap-siap 'Akusisi', Menkeu Tanggapi Isu Kemenkeu Jadi Pemilik Saham BEI

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 20:00 WIB

Heboh Isu Penangkapan Jenderal, Listyo Sigit Prabowo Bersuara Lantang Singgung NKRI

Heboh Isu Penangkapan Jenderal, Listyo Sigit Prabowo Bersuara Lantang Singgung NKRI

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:55 WIB

Danantara Mulai Garap Proyek Kampung Haji di Mekkah Akhir 2026

Danantara Mulai Garap Proyek Kampung Haji di Mekkah Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:51 WIB

OJK Tutup BPR Agritrans Batumarta di OKU, Ini Penyebab dan Nasib Simpanan Nasabah

OJK Tutup BPR Agritrans Batumarta di OKU, Ini Penyebab dan Nasib Simpanan Nasabah

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:51 WIB

6 Serum Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Intip Rekomendasinya

6 Serum Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Intip Rekomendasinya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:43 WIB

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Health | Selasa, 03 November 2026 | 19:41 WIB

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:38 WIB

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

×