Komentari Kartun Nabi Muhammad, Putin: Hina Orang Beragama Akan Ada Balasan

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 18 Desember 2020 | 14:41 WIB
Komentari Kartun Nabi Muhammad, Putin: Hina Orang Beragama Akan Ada Balasan
Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin pertemuan dengan anggota pemerintah melalui panggilan telekonferensi di Moskow, Rusia, Selasa 11 Agustus 2020. [Foto/AFP]

Suara.com - Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan komentar mengenai insiden pemenggalan seorang guru setelah menunjukkan karikatur Nabi Muhammad di kelasnya.

Menyadur Russian Today, Jumat (18/12/2020) pemimpin Kremlin tersebut memberikan komentar seputar kebebasan berbicara dan hak-hak umat beragama dan mengatakan benturan budaya adalah masalah eksistensial di Barat.

Putin memberikan komentar tersebut saat konferensi pers akhir tahun pada hari Kamis (17/12), ia mengatakan ada keseimbangan antara mengekspresikan diri dan menghina perasaan seluruh kelompok orang.

"Di mana batas kebebasan yang satu dengan kebebasan yang lain," tanya Presiden. "Diketahui bahwa di mana kebebasan seseorang dimulai, kebebasan orang lain harus berakhir."

Putin menambahkan jika mereka yang bertindak sembarangan, "Menghina hak dan perasaan orang beragama, harus selalu ingat, akan ada reaksi balik yang tak terhindarkan". "Tapi, di sisi lain, ini tidak boleh agresif," tegas Putin.

Presiden Putin merujuk pada kejadian baru-baru ini di Prancis sebagai bukti bahwa multikulturalisme telah gagal di Barat.

Pekan lalu, Putin menginstruksikan kementerian luar negeri Rusia untuk "memulai diskusi melalui organisasi internasional membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan mereka yang menghina kepercayaan orang-orang beragama dan memicu kebencian serta konflik antaragama."

Komentar itu muncul setelah tujuh pria asal Chechnya didakwa di Prancis atas dugaan keterlibatan mereka dalam insiden pemenggalan Samuel Paty di Paris pada bulan Oktober.

Jaksa penuntut mengatakan Paty menjadi sasaran Abdullakh Anzorov yang berusia 18 tahun karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya dalam pelajaran tentang kebebasan berbicara.

baca juga

Presiden Prancis Emmanuel Macron kemudian menuai kontroversi dengan memberikan penghormatan kepada Samuel Paty sebagai "pahlawan yang pendiam" dan "wajah Republik."

Sejumlah negara Muslim mengumumkan boikot produk Prancis, dengan beberapa demonstran turun ke jalan untuk membakar patung Macron sendiri.

Kepala Republik Chechnya yang mayoritas Muslim di Rusia, Ramzan Kadyrov, mengutuk serangan itu, tetapi mendesak orang-orang untuk tidak memprovokasi umat atau melukai perasaan religius mereka.

"Sementara itu, temukan kekuatan untuk mengakui bahwa Muslim memiliki hak untuk beragama, dan tidak ada yang akan mengambilnya!" tegas Ramzan Kadyrov.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vladimir Putin Tak Boleh Divaksin Sputnik V, Kenapa?

Vladimir Putin Tak Boleh Divaksin Sputnik V, Kenapa?

News | Jum'at, 18 Desember 2020 | 09:05 WIB

Masih Ingat Dejan Lovren? Eks Liverpool Ini Baru Bikin Gol Bunuh Diri Keren

Masih Ingat Dejan Lovren? Eks Liverpool Ini Baru Bikin Gol Bunuh Diri Keren

Bola | Kamis, 17 Desember 2020 | 11:45 WIB

Viral Bule Ceburkan Motor ke Laut Bali, Pihak Pelabuhan Akui Kecolongan

Viral Bule Ceburkan Motor ke Laut Bali, Pihak Pelabuhan Akui Kecolongan

Bali | Rabu, 16 Desember 2020 | 15:40 WIB

Terkini

Tanpa Gaji Tetap, Kisah Penjaga Pantai Gaza Bertaruh Nyawa di Tengah Tawa Warga Palestina

Tanpa Gaji Tetap, Kisah Penjaga Pantai Gaza Bertaruh Nyawa di Tengah Tawa Warga Palestina

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Polri Klaim Situasi Nasional Pasca Demo 27 Agustus Kondusif: Aktivitas Berjalan Normal

Polri Klaim Situasi Nasional Pasca Demo 27 Agustus Kondusif: Aktivitas Berjalan Normal

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:37 WIB

Sempat Dikira Kondusif, Pramono Anung Kecewa Demo DPR Berujung Perusakan Fasilitas

Sempat Dikira Kondusif, Pramono Anung Kecewa Demo DPR Berujung Perusakan Fasilitas

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:36 WIB

Arti Tawon atau Lebah Membuat Sarang di Rumah Menurut Primbon

Arti Tawon atau Lebah Membuat Sarang di Rumah Menurut Primbon

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Demo Kondusif, Rupiah Berotot Hari Ini ke Level Rp17.693/USD

Demo Kondusif, Rupiah Berotot Hari Ini ke Level Rp17.693/USD

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:29 WIB

Tak Cuma Andalkan Mal, Digiplus Buka Free Standing Store Pertama untuk Kejar Pasar Gadget

Tak Cuma Andalkan Mal, Digiplus Buka Free Standing Store Pertama untuk Kejar Pasar Gadget

Tekno | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:24 WIB

Proyek LRT City Bakal Jalan Lagi

Proyek LRT City Bakal Jalan Lagi

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:13 WIB

Raja Norwegia Harald V Meninggal Dunia, Pangeran Haakon Naik Tahta

Raja Norwegia Harald V Meninggal Dunia, Pangeran Haakon Naik Tahta

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:13 WIB

Mulai September, BI Hilangkan Insentif Bank yang Kebanyakan Pegang Surat Berharga

Mulai September, BI Hilangkan Insentif Bank yang Kebanyakan Pegang Surat Berharga

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:12 WIB

KPK Sisir Izin Tinggal WNA di Bali, Kepala Imigrasi Denpasar Diperiksa

KPK Sisir Izin Tinggal WNA di Bali, Kepala Imigrasi Denpasar Diperiksa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:10 WIB

×