Vladimir Putin Tak Boleh Divaksin Sputnik V, Kenapa?

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Jum'at, 18 Desember 2020 | 09:05 WIB
Vladimir Putin Tak Boleh Divaksin Sputnik V, Kenapa?
Presiden Rusia, Vladimir Putin (Shutterstock).

Suara.com - Presiden Rusia Vladimir Putin tak akan menerima vaksin Covid-19 buatan negaranya sendiri, Sputnik V karena pemerintah memiliki pertimbangan lain untuk presiden berusia 68 tahun itu.

"Pakar kesehatan mengatakan vaksin (Sputnik V) ditujukan untuk orang dengan usia tertentu. Orang-orang seperti saya belum diizinkan untuk mengambil vaksin," ujar Putin, menyadur CNBC Jumat (18/12).

"Saya adalah warga negara yang taat hukum dan saya selalu mendengarkan apa yang dikatakan profesional perawatan kesehatan kami, oleh karena itu saya belum diinokulasi, tetapi saya pasti akan melakukannya segera setelah diizinkan."

Meskipun ia mengatakan tak menerima vaksin Covid-19, Putin terus mendorong warganya agar segera disuntik Sputnik V karena prioritas Rusia adalah warganya sendiri.

"Vaksin kita efektif dan aman, jadi saya tidak melihat alasan mengapa kita harus takut disuntik," katanya.

Vaksin Covid-19 yang dikembangkan laboratorium Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gameleya, Moskow, Rusia, 6 Agustus 2020. [Handout / Russian Direct Investment Fund / AFP]
Vaksin Covid-19 yang dikembangkan laboratorium Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gameleya, Moskow, Rusia, 6 Agustus 2020. [Handout / Russian Direct Investment Fund / AFP]

Vaksin Sputnik V hanya diuji coba pada orang dengan usia 18-60 tahun, itulah sebabnya penemuan yang disebut-sebut sebagai vaksin Covid-19 pertama di dunia ini hanya direkomendasikan untuk orang dengan usia tersebut.

Vladimir Putin sendiri berusia 68 tahun dan ia tak masuk dalam kriteria usia yang menerima vaksin.

Pada bulan Oktober, kantor berita Rusia TASS menulis 110 sukarelawan berusia di atas 60 tahun telah menerima vaksin uji coba Sputnik V dan melaporkan tak ada reaksi negatif.

Kepala Pusat Penelitian Federal untuk Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya mengatakan orang di atas 60 tahun akan mengembangkan antibodi Covid-19 setelah vaksinasi, tapi kurang efektif dibandingkan orang yang lebih muda.

baca juga

"Kami tidak mengharapkan sesuatu yang luar biasa, tidak akan ada efek samping tambahan, mereka akan mengembangkan antibodi," ujarnya.

"Orang yang lebih muda mengembangkan antibodi yang berinteraksi dengan virus dengan sangat baik, sementara orang tua mengembangkan antibodi yang berinteraksi dengan virus jauh lebih sedikit - lusinan atau bahkan ratusan kali lebih sedikit."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Picu Alergi Parah, BPOM Amerika Ubah Informasi tentang Vaksin Pfizer

Picu Alergi Parah, BPOM Amerika Ubah Informasi tentang Vaksin Pfizer

Tekno | Jum'at, 18 Desember 2020 | 07:05 WIB

BPOM Masih Belum Keluarkan Izin Darurat Vaksin Covid-19 Sinovac, Kenapa?

BPOM Masih Belum Keluarkan Izin Darurat Vaksin Covid-19 Sinovac, Kenapa?

Health | Jum'at, 18 Desember 2020 | 06:25 WIB

Vaksin Pfizer Sebabkan Petugas Medis Alami Reaksi Alergi Parah

Vaksin Pfizer Sebabkan Petugas Medis Alami Reaksi Alergi Parah

Health | Kamis, 17 Desember 2020 | 21:42 WIB

Terkini

Perketat Verifikasi Permohonan, Ditjen AHU Pastikan Layanan Administrasi Hukum Sesuai Undang-undang

Perketat Verifikasi Permohonan, Ditjen AHU Pastikan Layanan Administrasi Hukum Sesuai Undang-undang

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Sarah Menzel Anak Siapa? Ini Sosok Calon Besan Anang Hermansyah

Sarah Menzel Anak Siapa? Ini Sosok Calon Besan Anang Hermansyah

Entertainment | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Gubernur Banten Bangga Putra Daerah Pandeglang Jadi Kapolri

Gubernur Banten Bangga Putra Daerah Pandeglang Jadi Kapolri

Banten | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:44 WIB

480 Siswa SD Adu Ketangkasan di MilkLife Festival SenengMinton Solo 2026

480 Siswa SD Adu Ketangkasan di MilkLife Festival SenengMinton Solo 2026

Surakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:42 WIB

Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh: Emil Audero Gantikan Maarten Paes

Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh: Emil Audero Gantikan Maarten Paes

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:41 WIB

Nonton Sambil Istigfar, 4 Drakor Ini Bikin Kamu Bingung Harus Dukung Siapa!

Nonton Sambil Istigfar, 4 Drakor Ini Bikin Kamu Bingung Harus Dukung Siapa!

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Suyudi Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri, MFF Syndicate Soroti Tantangan Polri ke Depan

Suyudi Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri, MFF Syndicate Soroti Tantangan Polri ke Depan

Banten | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Tahu Bakal Jadi Kapolri Saat Kamis Pagi, Jenderal Suyudi Ngaku Ditelpon Pimpinan Istana

Tahu Bakal Jadi Kapolri Saat Kamis Pagi, Jenderal Suyudi Ngaku Ditelpon Pimpinan Istana

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:36 WIB

Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi, Komplotan Residivis Gasak Uang Nasabah di Jatim

Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi, Komplotan Residivis Gasak Uang Nasabah di Jatim

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Kabut Asap Palembang, Pesawat Jakarta Putar Balik dan Yogyakarta Dialihkan ke Pekanbaru

Kabut Asap Palembang, Pesawat Jakarta Putar Balik dan Yogyakarta Dialihkan ke Pekanbaru

Sumsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:33 WIB

×