Natal Kala Pandemi Covid-19 di Palestina

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Rabu, 23 Desember 2020 | 12:47 WIB
Natal Kala Pandemi Covid-19 di Palestina
Warga Kristen Palestina memakai pakaian Sinterklas ikut aksi protes dan melempari militer Israel memakai batu, 19 Desember 2017. [AFP]

Suara.com - Semarak Natal tak lagi terlihat di Palestina, biasanya pemandangan di Navity Hotel adalah salah satu yang harus dilihat saat bulan Desember. Tahun lalu, staf memasang dekorasi Natal nan gemerlap di lobi hotel. 

The Nation, Selasa (22/12), menggambarkan tempat ini sangat meriah. Cahaya lampu memantulkan hiasan Natal di lantai marmer putih, sementara staf sibuk melewati para tamu, membawa barang bawaan mereka ke dalam.

Namun kini, Khalil Saliba Tareh, pemilik Navity Hotel hanya duduk seorang diri. Sofa masih sama, lobi juga sama tapi suasana jelas berbeda. Natal tahun ini sangat suram.

"Dari 75 karyawan, saya sekarang memiliki lima orang yang bekerja paruh waktu," ujarnya.

"Kami bergantung pada pengunjung. Itulah mengapa saya memberi tahu Anda bahwa ini tidak akan menjadi lebih baik selama dua atau tiga tahun lagi."

Ilustrasi Paletina. (Shutterstock)

Jam malam dan pembatasan perjalanan bukan hal baru bagi warga Palestina. Tapi virus corona membuat segalanya lebih parah termasuk mematahkan perekonomian.

Pada tahun 2019, sebanyak 1,9 juta pengunjung datang untuk berwisata religi mengunjungi Gereja Bethlehem, situs yang diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus.

Pada paruh pertama tahun 2020, hanya 660 ribu orang yang tercatat mengunjungi situs ini ini. Perekonomian mati, warga jadi pengangguran karena 60 persen penduduk bekerja di industri pariwisata Tepi Barat dan Gaza.

Meski begitu, Palestina lebih siap menghadapi gelombang pertama pandemi covid-19, berkat simulasi darurat kesehatan masyarakat di tahun sebelumnya.

baca juga

"Donor internasional memberi mereka workshop dan mereka memodelkannya berdasarkan potensi wabah MERS (sindrom pernapasan Timur Tengah)," kata Tahani Mustafa, peneliti di London School of Economics yang berbasis di Yordania.

Pemerintah mendirikan pusat operasi bersama di mana Kementerian Kesehatan, kantor perdana menteri, dan cabang keamanan membuat prosedur dan mendelegasikannya ke setiap gubernur di Tepi Barat.

Dulu, negara yang sangat mengandalkan bantuan asing ini mendapat kucuran dana yang cukup besar dari AS, USD 400 juta setahun. Sejak 2018, di bawah pemerintahan Trump, pendanaan itu dipangkas habis.

Washington hanya membantu USD 5 juta atau setara 1 persen dari anggaran bantuan sebelumnya, ketika ekonomi Palestina bangkrut dihantam virus corona.

Beberapa kritikus mengatakan, pemerintah gagal dalam mengelola dana bantuan sehingga Palestina tak bisa mengatasi virus corona secara baik.

"Warga Palestina tidak menerima bantuan apa pun dari pemerintah, meskipun [PA] menerima sejumlah besar," kata Anwar Abu Adas, pengacara hukum internasional yang berbasis di Ramallah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PM Israel: Yerusalem Punya Ruang untuk Ibu Kota Masa Depan Palestina

PM Israel: Yerusalem Punya Ruang untuk Ibu Kota Masa Depan Palestina

News | Jum'at, 18 Desember 2020 | 16:23 WIB

Israel Borgol Tahanan Palestina yang Dirawat di Rumah Sakit, Fotonya Viral

Israel Borgol Tahanan Palestina yang Dirawat di Rumah Sakit, Fotonya Viral

News | Selasa, 15 Desember 2020 | 21:12 WIB

Di Palestina, Anda Tidak Bisa Membenci Maradona....

Di Palestina, Anda Tidak Bisa Membenci Maradona....

News | Kamis, 26 November 2020 | 22:31 WIB

Terkini

HP Tahan Air dan Baterai 10.000 mAh, REDMI Note 17 Pro Series Bidik Pengguna Aktif

HP Tahan Air dan Baterai 10.000 mAh, REDMI Note 17 Pro Series Bidik Pengguna Aktif

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 14:04 WIB

Sedih, Gen Z Tunda Nikah Karena Gaji Tak Kunjung Naik

Sedih, Gen Z Tunda Nikah Karena Gaji Tak Kunjung Naik

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 14:02 WIB

Lama Tertunda, tvN Ungkap Jadwal Resmi Penayangan Sekuel The Second Signal

Lama Tertunda, tvN Ungkap Jadwal Resmi Penayangan Sekuel The Second Signal

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 14:00 WIB

Pasar Ekspor Jadi Peluang Baru di Tengah Lemahnya Rupiah dan Turunnya Kelas Menengah

Pasar Ekspor Jadi Peluang Baru di Tengah Lemahnya Rupiah dan Turunnya Kelas Menengah

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 13:59 WIB

4 Cara Mengecek Status BPJS Kesehatan PBI Aktif atau Tidak, Tak Perlu ke Kantor!

4 Cara Mengecek Status BPJS Kesehatan PBI Aktif atau Tidak, Tak Perlu ke Kantor!

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:53 WIB

Film Sal Saeng Bu Rilis 2027, Ini Daftar Pemain Utama yang Penuh Bintang!

Film Sal Saeng Bu Rilis 2027, Ini Daftar Pemain Utama yang Penuh Bintang!

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 13:50 WIB

Lari Bikin Wajah Kendur, Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan Dokter Tirta

Lari Bikin Wajah Kendur, Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan Dokter Tirta

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:50 WIB

MPV Listrik Tiga Baris Kia Carens EV Siap Dijual Resmi Pertengahan November

MPV Listrik Tiga Baris Kia Carens EV Siap Dijual Resmi Pertengahan November

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 13:47 WIB

Jelang Berlaku 2027, Skema Retribusi Ekspor Komoditas DSI Masuk Tahap Final

Jelang Berlaku 2027, Skema Retribusi Ekspor Komoditas DSI Masuk Tahap Final

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 13:45 WIB

Aksi Mahasiswa di Kantor PLN Samarinda Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon

Aksi Mahasiswa di Kantor PLN Samarinda Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon

Kaltim | Sabtu, 07 November 2026 | 13:42 WIB

×