alexametrics

Di Palestina, Anda Tidak Bisa Membenci Maradona....

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Di Palestina, Anda Tidak Bisa Membenci Maradona....
Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona membentangkan syal Palestina. [Palestine Chronicle]

"Saya adalah seorang Palestina," tegas Maradona semasa hidup.

Suara.com - Mengapa Diego Maradona begitu tenar di Palestina? Hingga kini, tak ada yang bisa menjawab pertanyaan itu secara pasti, terlebih sang legenda sendiri sudah menghadap sang khalik pada Rabu (25/11).

Namun sepanjang perjalanan hidupnya, Maradona kerap mencuri perhatian dunia atas usahanya dalam memperjuangkan perdamaian di tanah para nabi.

Ramzy Baroud, jurnalis asal Palestina mengatakan Maradona selalu memiliki tempat yang istimewa di hati warganya hingga tak ada seorang pun yang membencinya.

"Di Palestina, Anda tidak bisa membenci Maradona. Pilihannya hanya mencintainya dan tidak bisa berpendapat buruk tentang dia," kata Baroud seperti yang ditulis dalam The Palestine Chronicle.

Baca Juga: Maradona dan Lika Liku Kisah Asmaranya yang Bergejolak

Baginya, Maradona adalah pahlawan perdamaian. Ia tak butuh pria bertubuh kekar untuk dijadikan idola.

Maradona yang dibesarkan di lingkungan kumuh dan berkulit cokelat dianggap ideal untuk mewakili perjuangan rakyat Palestina.

Legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona. [DIBYANGSHU SARKAR / AFP]
Legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona. [DIBYANGSHU SARKAR / AFP]

"(Ia) bersemangat dan berhasrat tinggi seperti kami, lalu mencari jalannya hingga dikenal di seluruh dunia."

"Bagi kami, itu bukan hanya soal sepak bola atau olahraga. Itu adalah tentang harapan. Sebab rasanya semua menjadi mungkin," ujar Baroud.

Begitu cintanya rakyat Palestina dengan Maradona hingga Baroud berkata penduduk sekitar akan menghentikan kegiatan mereka sejenak untuk menyaksikan Maradona bermain dari TV hitam putih.

Baca Juga: Maradona dan 5 Wanita yang Pernah Singgah di Hidupnya

"Bisa bayangkan betapa gembiranya kami saat Maradona peduli terhadap Palestina dan mendukung perjuangan kami. Rasanya kegembiraan kami sudah lengkap, apalagi dia menyampaikan dukungan moral bagi Palestina pada Juli 2018 dengan mengatakan, 'Di dalam hati, saya seorang Palestina'".

Komentar