Ribuan TNI Dikerahkan ke Papua, Angota DPD: Mengapa Harus Kirim Tentara?

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 23 Desember 2020 | 14:04 WIB
Ribuan TNI Dikerahkan ke Papua, Angota DPD: Mengapa Harus Kirim Tentara?
Personel Satgas Pengamanan Perbatasan Indonesia-PNG dari Batalion Infantri Raider 100/PS membagikan sembako kepada warga di kampung Sach sebagai wujud kepedulian membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dan menghadapi hari raya Natal. ANTARA/HO-Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih

Suara.com - Anggota DPD asal Papua Barat, Filep Wamafma, mempertanyakan langkah TNI yang akan mengerahkan sekitar 4.850 prajurit untuk mengamankan Papua. Prajurit tersebut bakal dukerahkan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Filep mengatakan pengerahan tersebut membseri isyarat kalau Papua tidak aman.

"Kedatangan tentara ini sesungguhnya memberi isyarat bahwa Papua tidak aman di saat Natal, adakah daerah lain di Indonesia yang dikirimkan pasukan tentara sebanyak itu? Jika damai Natal yang dicari, mengapa tentara harus dikirim? Natal Papua adalah Natal kedamaian," kata dia, di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan "wajah" Papua berseri-seri dalam keceriaan Natal pada Desember ini karena persaudaraan dipupuk kembali, persatuan ditanam kembali, pinang dan sirih menjadi hidangan pemersatu, lalu cerita tete-nene tentang darah dan air mata perjuangan mulai diwariskan dalam kegembiraan Natal.

Namun menurut dia, tiba-tiba masyarakat Papua dikejutkan dengan berita TNI akan mengerahkan ribuan prajurit untuk mengamankan Papua menjelang perayaan Natal.

Menurutnya pengiriman tentara ke Papua di saat Natal, mengindikasikan ketakutan pada hal tertentu. Ia juga menilai langkah itu sebagai mendaur-ulang militerisme dalam cara yang lebih halus.

Ia mengatakan, jangan lupa bahwa Natal 2020 dirayakan dalam situasi pandemi Covid-19, maka mengirimkan tentara dalam jumlah ribuan itu semakin menguatkan kesan Papua memang tidak aman.

Lebih lanjut, ia menilai pembangunan di Papua tidak akan bisa berjalan maksimal apabila ada pengerahan TNI berlebihan.

"Seharusnya Pemerintah mengubah citra semacam ini. Natal sesungguhnya adalah hari penuh sukacita damai sejahtera dan bukan sebaliknya hari penuh ketakutan," katanya. (Antara)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Natal 2020, Polda DIY Sterilisasi 4 Gereja di Bantul

Jelang Natal 2020, Polda DIY Sterilisasi 4 Gereja di Bantul

Jogja | Rabu, 23 Desember 2020 | 13:56 WIB

Natal Saat Pandemi, Coba Lakukan 5 Kegiatan Ini Agar Tetap Meriah!

Natal Saat Pandemi, Coba Lakukan 5 Kegiatan Ini Agar Tetap Meriah!

Lifestyle | Rabu, 23 Desember 2020 | 13:24 WIB

Sambut Natal, Harry Maguire akan Sponsori Klub Masa Kecilnya

Sambut Natal, Harry Maguire akan Sponsori Klub Masa Kecilnya

Bola | Rabu, 23 Desember 2020 | 12:22 WIB

Natal Kala Pandemi Covid-19 di Palestina

Natal Kala Pandemi Covid-19 di Palestina

News | Rabu, 23 Desember 2020 | 12:47 WIB

Terkini

KPK Perpanjang Masa Penahanan Pejabat BPK Titin Rita Lestari

KPK Perpanjang Masa Penahanan Pejabat BPK Titin Rita Lestari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:44 WIB

Demi Jakarta Bebas Polusi, 100 Mikrotrans Listrik Siap Mengaspal 2027

Demi Jakarta Bebas Polusi, 100 Mikrotrans Listrik Siap Mengaspal 2027

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:39 WIB

Pecahkan Mitos 80 Tahun, Bobby Nasution Bangun Sipiongot yang Dulu Jadi Bahan Anekdot Miring

Pecahkan Mitos 80 Tahun, Bobby Nasution Bangun Sipiongot yang Dulu Jadi Bahan Anekdot Miring

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:38 WIB

Target 2027: Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru Demi Evakuasi Warga dari Zona Bencana

Target 2027: Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru Demi Evakuasi Warga dari Zona Bencana

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:36 WIB

Danantara Minta KPK Kawal Ketat Proyek Hilirisasi, Pastikan BUMN Bersih

Danantara Minta KPK Kawal Ketat Proyek Hilirisasi, Pastikan BUMN Bersih

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:31 WIB

5 Peserta Tewas, Mengapa Latsarmil Tetap Lanjut? Istana: Manajer Koperasi Harus Segera Kerja

5 Peserta Tewas, Mengapa Latsarmil Tetap Lanjut? Istana: Manajer Koperasi Harus Segera Kerja

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:24 WIB

Daftar Kerabat Raffi Ahmad yang Kini Duduki Jabatan Publik, dari DPRD hingga BUMN

Daftar Kerabat Raffi Ahmad yang Kini Duduki Jabatan Publik, dari DPRD hingga BUMN

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:23 WIB

'Kita kan Banteng, Bukan Kerbau', Kelakar Elite PDIP Tanggapi Video Viral Jokowi di Lampung

'Kita kan Banteng, Bukan Kerbau', Kelakar Elite PDIP Tanggapi Video Viral Jokowi di Lampung

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:22 WIB

Pembangunan SDM Jadi Prioritas, Pemerintah Perluas Layanan Kesehatan Gratis di Papua

Pembangunan SDM Jadi Prioritas, Pemerintah Perluas Layanan Kesehatan Gratis di Papua

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:15 WIB

Bukan Bebas Tanpa Batas, Ini Penjelasan Istana Soal 'Academic Freedom' Versi Prabowo

Bukan Bebas Tanpa Batas, Ini Penjelasan Istana Soal 'Academic Freedom' Versi Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:14 WIB

×