Sentilan Rizal Ramli: Demokrasi Kita Mundur Jadi Demokrasi Kriminal

Rifan Aditya , Hernawan

Jum'at, 25 Desember 2020 | 09:49 WIB
Sentilan Rizal Ramli: Demokrasi Kita Mundur Jadi Demokrasi Kriminal
Rizal Ramli Sebut Demokrasi Indonesia Mundur Menjadi Demokrasi Kriminal (YouTube Fadli Zon Official).

Suara.com - Ekonom senior Rizal Ramli menyebut demokrasi Indonesia mengalami kemunduran dan kini telah berubah menjadi demokrasi kriminal.

Pernyataan itu disampaikan oleh Rizal Ramli saat Fadli Zon bertanya tentang bagaimana demokrasi di Indonesia dari masa ke masa, mengalami kemajuan atau malah sebaliknya.

"Kemunduran luar biasa, sebetulnya bertahap dari demokrasi yang bagus awal reformasi, berubah jadi demokrasi prosedural, belakangan malah jadi demokrasi kriminal," terang Rizal Ramli seperti dikutip Suara.com dari tayangan dalam Kanal YouTube Fadli Zon Official.

Bukan tanpa sebab, ada yang mendasari Rizal Ramli berkata demikian, yakni politik uang di setiap kontestasi politik dari mulai ranah paling bawah sampai pada pemilihan kepala negara.

Rizal Ramli menyinggung keberadaan cukong yang seringkali berada di belakang pemimpin guna meraup keuntungan berlebih.

Rizal Ramli Sebut Demokrasi Indonesia Mundur Menjadi Demokrasi Kriminal (YouTube Fadli Zon Official).
Rizal Ramli Sebut Demokrasi Indonesia Mundur Menjadi Demokrasi Kriminal (YouTube Fadli Zon Official).

"Jadi bupati butuh uang Rp 50 miliar, jadi Gubernur 100-300 Miliar, Presiden apalagi. Nah rata-rata ini gak pada punya uang, ada cukong yang bayarin. Cukong memilih, membantu menghire, bayar poster, kampanye, dan sebagainya," kata Rizal Ramli.

"Begitu orang (pemimpin) terpilih, dia malah lupa kewajiban, tambah bangsat," imbuhnya tegas.

Melihat fenomena yang terjadi belakangan ini, Rizal Ramli berharap akan ada perubahan demokrasi menjadi lebih bersih dan amanah.

Rizal Ramli menguraikan kesalahan tafsir UU ITE yang kini menurut dia justru dipakai untuk menjerat lawan politik pemimpin. Padahal tujuan utama pembentukan UU ITE bukan untuk itu.

baca juga

"UU ITE lebih gawat dari UU Subversif zaman Soeharto. Orang salah ngomong dikit bisa langsung dipenjara. Ini penyelewengan UU ITE, UU ITE itu untuk kejahatan di sektor financial," terang Rizal Ramli.

"Kini (UU ITE digunakan untuk) memenjarakan oposisi. Yang lain-lain kan udah ada Kuhap, dan sebagainya, dan itu kasus perdata. UU ITE salah ngomong di Sosmed langsung ditangkap. Mereka menyalahgunakan untuk meringkus oposisi," sambung dia.

Lebih lanjut, saat berbincang-bincang dengan Fadli Zon, Rizal Ramli juga menyoroti kepemimpinan. Dia membandingkan dengan pemerintahan berideologi komunis.

Rizal Ramli mengatakan, Pancasila tidak memiliki sistem seleksi leadership atau kepemimpinan yang unggul.

Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk mengambil pelajaran dari pemerintahan komunis agar Indonesia memiliki pemimpin dengan karakter baik seperti memiliki visi ke depan tanpa banyak pencitraan.

"Kita yang mengaku Pancasila tidak punya sistem seleksi leadership yang unggul karena dasar kita feodal, nepotisme. Degan sistem rating, kita bisa menentukan pimpinan yang bagus. Kita ubah seleksi kepemimpinan supaya Indonesia jadi raksasa," tukas Rizal Ramli.

Menyoal pencitraan para petinggi negara, menurut Rizal Ramli hal itu sah saja selagi masih wajar. Sebab, kata dia pencitraan berlebihan adalah jalan menuju kemiskinan dan kemunduran.

"Tapi jangan pilih (pemimpin) yang cuma pencitraan, karena itu modal ke arah kemiskinan dan kemunduran, pemimpin harus ada karakter, strategi, leadership, baru pencitraan. Mau dibawa ke mana Indonesia? Kita perlu pemimpin visi ke depan, karakter kuat, leadership perlu pencitraan yes tapi bukan pertama," tandas Rizal Ramli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varian Baru Virus Corona Inggris Sudah Terdeteksi di Australia & Singapura

Varian Baru Virus Corona Inggris Sudah Terdeteksi di Australia & Singapura

Riau | Jum'at, 25 Desember 2020 | 09:16 WIB

Refly Harun: Demokrasi Negeri Ini Mulai Mencekam

Refly Harun: Demokrasi Negeri Ini Mulai Mencekam

News | Kamis, 24 Desember 2020 | 17:50 WIB

Pengamat Sebut 'Kemesraan' Kubu Jokowi-Prabowo Patut Masuk Rekor MURI

Pengamat Sebut 'Kemesraan' Kubu Jokowi-Prabowo Patut Masuk Rekor MURI

Jakarta | Kamis, 24 Desember 2020 | 16:45 WIB

Terkini

Tak Lagi Jadi Menkeu, Purbaya: Saya Mau Memancing di Belakang Rumah

Tak Lagi Jadi Menkeu, Purbaya: Saya Mau Memancing di Belakang Rumah

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:29 WIB

OTT Kasus HGB Summarecon Naik Penyidikan, Identitas Tersangka Segera Diumumkan!

OTT Kasus HGB Summarecon Naik Penyidikan, Identitas Tersangka Segera Diumumkan!

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:26 WIB

3 Rekomendasi Smartwatch untuk Lansia dengan Fitur Deteksi Jatuh dan Tombol SOS

3 Rekomendasi Smartwatch untuk Lansia dengan Fitur Deteksi Jatuh dan Tombol SOS

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 16:23 WIB

LRT City Tak Kunjung Diserahterimakan, Refund Jadi Salah Satu Opsi

LRT City Tak Kunjung Diserahterimakan, Refund Jadi Salah Satu Opsi

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 16:21 WIB

Pernah Dirumorkan Bakal Dinaturalisasi, Begini Nasib Terbaru Pemain Keturunan Indonesia Finn Dicke

Pernah Dirumorkan Bakal Dinaturalisasi, Begini Nasib Terbaru Pemain Keturunan Indonesia Finn Dicke

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 16:21 WIB

The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi

The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 16:20 WIB

Sekolah di Pelalawan Pulangkan Siswa Akibat Kabut Asap Memburuk

Sekolah di Pelalawan Pulangkan Siswa Akibat Kabut Asap Memburuk

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 16:19 WIB

Motul Indonesia Perkuat Jaringan Layanan Lewat Pembukaan Bengkel B-Quik

Motul Indonesia Perkuat Jaringan Layanan Lewat Pembukaan Bengkel B-Quik

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 16:19 WIB

Kulit Remaja Bebas Jerawat Tanpa Kuras Dompet! 4 Acne Serum Rp30 Ribuan

Kulit Remaja Bebas Jerawat Tanpa Kuras Dompet! 4 Acne Serum Rp30 Ribuan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 16:18 WIB

Ulasan The Detective Is Already Dead Vol 1-4: Dialog Menggigit, Eksekusi Plot Bikin Menjerit

Ulasan The Detective Is Already Dead Vol 1-4: Dialog Menggigit, Eksekusi Plot Bikin Menjerit

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 16:18 WIB

×