Suara.com - Stanley Johnson, ayah dari Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berkata ingin pindah kewarganegaraan jika Inggris sudah resmi keluar Uni Eropa alias Brexit.
Menyadur CNN Jumat (01/01), Stanley diketahui ingin jadi warga Prancis dengan alasan "ingin selamanya menjadi warga Eropa". Pernyataan ini meluncur beberapa jam sebelum transisi Brexit berakhir.
"Ini bukan soal menjadi orang Prancis. Jika saya mengerti dengan benar, saya adalah orang Prancis," katanya kepada RTL dalam bahasa Prancis.
Stanley Johnson mengatakan ia memiliki hubungan yang erat dengan Prancis dan kini ia ingin kembali pada 'tanah leluhurnya', tempat di mana ibu dan kakeknya berasal.
"Ibu saya lahir di Prancis, ibunya sepenuhnya orang Prancis seperti halnya kakeknya. Jadi bagi saya ini pertanyaan untuk merebut kembali apa yang sudah saya miliki. Karena itu, saya sangat senang."
![Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. [AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/06/03/54065-boris-johnson.jpg)
Pada malam pergantian tahun, Inggris mengakhiri masa transisinya dan resmi meninggalkan Uni Eropa. Istilah ini kerap disebut dengan Brexit.
Kesepakatan perdagangan pasca-Brexit antara UE dan Inggris mulai berlaku setelah kedua belah pihak menyetujui kesepakatan di menit terakhir.
Itu artinya, sebagian besar warga Inggris akan memulai 2021 dengan kehilangan kemampuan mereka untuk bebas bekerja dan melakukan perjalanan di sekitar blok 27 negara.
Stanley Johnson menegaskan bahwa Brexit tidak akan mengakhiri identitas Eropa bagi dirinya atau rakyat Inggris pada umumnya.
"Saya akan selalu menjadi orang Eropa, itu pasti. Orang tidak bisa mengatakan kepada orang Inggris: 'Anda bukan orang Eropa'," lanjut Stanley Johnson.
Ayah Perdana Menteri ini sering menjadi berita utama sejak putranya memulai masa jabatan. Ia jadi sorotan karena dituduh membuat komentar Islamofobia di TV saat anaknya menang pemilu.
Sedangkan pada bulan Juli ia dikritik karena bepergian ke Yunani saat Inggris sedang diisolasi karena pandemi virus corona.