Ditipu Pinjaman Online hingga Ratusan Juta, Seorang Wanita Tenggak Racun

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Jum'at, 01 Januari 2021 | 20:40 WIB
Ditipu Pinjaman Online hingga Ratusan Juta, Seorang Wanita Tenggak Racun
Ilustrasi aplikasi pinjaman online. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang penyuluh pertanian di India mengakhiri hidupnya setelah mengalami penipuan oleh sebuah aplikasi pinjaman online, yang uang tersebut digunakan untuk membantu petani lain.

Menyadur Times of India, Jumat (1/1/2021) Kirni Mounika, seorang penyuluh pertanian memilih untuk menenggak racun pada 14 Desember dan meninggal dunia dua hari kemudian.

Wanita 25 tahun tersebut melakukannya lantaran mengalami penipuan dan tekanan oleh sebuah aplikasi pinjaman online.

Ia mengambil pinjaman tersebut bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk membantu beberapa petani yang kesulitan untuk membeli benih dan pestisida.

Beberapa catatan tulisan tangan di buku harian Mounika yang ditemukan oleh keluarga menunjukkan jumlah dan nama petani yang telah dia bantu dari uang pinjaman tersebut.

"Putri saya sedang berada di ranjang kematiannya ketika dia berusaha keras untuk memberi tahu saya sesuatu. Saya tidak bisa langsung mengerti apa yang dia coba katakan." buka Bhoopani, selaku ayah korban saat menjelaskan kronologi kepada Times of India.

"Tapi saya membaca beberapa catatan di buku hariannya, saya menemukan bahwa dia telah membantu beberapa petani dengan mengambil pinjaman," sambung pria yang tinggal di desa Rajagopalpet, Nanganur.

Menurut Bhoopani, jumlahnya pinjaman yang diambil oleh putrinya tersebut berkisar dari 5.000 rupee (Rp 970.00) hingga 10.000 rupee (Rp 1,9 juta).

"Itu adalah jebakan. Ketika sejumlah kecil tidak dilunasi tepat waktu, aplikasi pinjaman instan memberinya pinjaman lain melalui aplikasi lain untuk melunasi pinjaman pertama. Dengan cara ini, mereka menaruh uang di 55 aplikasi untuk putri saya," jelas Bhoopani.

Dengan demikian, pinjaman yang awalnya hanya sebesar 5.000 rupee (Rp 970.000), membengkak menjadi pinjaman sebesar 260.000 rupee (Rp 50,5 juta).

"Saya tidak mengharapkan siapa pun untuk mengembalikan uang itu. Keluarga saya hanya tahu bagaimana memberi dan tidak menerima," kata Bhoopani, mantan sarpanch (pembuat keputusan) di Rajagopalpet.

Pada tanggal 13 Desember, salah satu teman Mounika yang pernah belajar BSc (pertanian) menelepon Bhoopani dan menginformasikan kepadanya tentang pesan yang dia dapat mengenai pinjaman tersebut.

"Saya memberi tahu putri saya bahwa berapa pun jumlah yang dia ambil sebagai pinjaman harus dilunasi dan pengaturan dibuat untuk melakukannya keesokan harinya," katanya.

Hari itu Mounika pergi ke kuil, lalu ke pertemuan petani. Alih-alih pulang ke desa, dia pergi ke sebuah rumah keluarganya di kota Siddipet. Di rumah itulah ia menenggak sebuah racun untuk mencoba mengakhiri hidupnya.

Setelah kematian Mounika, beberapa staf pertanian mengumpulkan uang untuk membantu petani tetapi Bhoopani tidak menerimanya. Sebaliknya, dia meminta mereka untuk menyerahkannya ke petugas untuk digunakan demi kepentingan petani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berebut Bangku, Siswa SMP Habisi Nyawa Teman Sekelas Pakai Pistol Paman

Berebut Bangku, Siswa SMP Habisi Nyawa Teman Sekelas Pakai Pistol Paman

Riau | Jum'at, 01 Januari 2021 | 18:41 WIB

Ada Insentif Pemerintah India, Tata Nexon EV  Jadi Mobil Listrik Idola

Ada Insentif Pemerintah India, Tata Nexon EV Jadi Mobil Listrik Idola

Kaltim | Jum'at, 01 Januari 2021 | 10:01 WIB

Modus Foto Telanjang, Pria Dicokok usai Peras dan Lecehkan 100 Wanita

Modus Foto Telanjang, Pria Dicokok usai Peras dan Lecehkan 100 Wanita

Kaltim | Kamis, 31 Desember 2020 | 22:42 WIB

Terkini

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB

Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action

Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:00 WIB

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:42 WIB

Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!

Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:33 WIB