Kurang Sosialisasi, Lirik Lagu Kebangsaan Australia Diubah Tanpa Konsultasi

Dany Garjito | Rima Suliastini | Suara.com

Sabtu, 02 Januari 2021 | 22:00 WIB
Kurang Sosialisasi, Lirik Lagu Kebangsaan Australia Diubah Tanpa Konsultasi
Bendera Australia. (Shutterstock)

Suara.com - Australia mengubah lirik lagu kebangsaan mereka yang berjudul "Advance Australia Fair" dengan kata yang dianggap lebih mewakili sejarah.

Menyadur DW Sabtu (02/01), perubahan ini hanya mengganti satu kata di baris kedua dari "For we are young and free" menjadi "For we are one and free."

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, liriknya berubah menjadi "Karena kita adalah satu dan bebas."

Dalam pengumumannya, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan lirik yang baru ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk lebih menjangkau penduduk Pribumi di negaranya.

"Sudah waktunya untuk memastikan persatuan besar ini tercermin lebih penuh dalam lagu kebangsaan kita," kata Morrison, menambahkan klaim bahwa Australia adalah "negara multikultural paling sukses di Bumi."

Lirik lagu kebangsaan Australia diubah. (Twitter/@ScottMorrisonMP)
Lirik lagu kebangsaan Australia diubah. (Twitter/@ScottMorrisonMP)

Morrison menegaskan baris baru dalam sebuah tweet yang juga mengucapkan "Selamat Tahun Baru."

Lirik baru itu mulai berlaku pada hari Jumat, kurang dari dua bulan setelah perdana menteri New South Wales, Gladys Berejiklian, mengungkapkan empati terhadap Penduduk Asli Australia.

Ia mengatakan lagu yang pertama kali diadopsi sebagai lagu kebangsaan Australia pada tahun 1984 itu tidak mencerminkan 60.000 tahun sejarah Aborigin dan Selat Torres.

Keputusan ini menuai pro dan kontra karena terkesan dadakan dan kurang sosialisasi terhadap masyarakat adat itu sendiri. Salah satu yang mengkritik adalah profesor hukum Universitas New South Wales, Megan Davis.

Wanita Cobble Cobble dari negara Barrungam di negara bagian Queensland barat daya itu mengatakan tak ada proses konsultasi yang melibatkan masyarakat adat atas perubahan lagu itu.

"Ini cara yang mengecewakan untuk mengakhiri 2020 dan memulai 2021. Segala sesuatu tentang kita, tanpa kita," tulisnya di media sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aktivis Lingkungan dan Masyarakat Adat Tidak Pernah Meminta Diundang Jokowi

Aktivis Lingkungan dan Masyarakat Adat Tidak Pernah Meminta Diundang Jokowi

Jawa Tengah | Selasa, 24 November 2020 | 13:31 WIB

Diundang Jokowi ke Istana, Masyarakat Adat Menolak Hadir

Diundang Jokowi ke Istana, Masyarakat Adat Menolak Hadir

Jabar | Selasa, 24 November 2020 | 13:22 WIB

Aktivis Lingkungan dan Masyarakat Adat Tolak Undangan Jokowi ke Istana

Aktivis Lingkungan dan Masyarakat Adat Tolak Undangan Jokowi ke Istana

News | Selasa, 24 November 2020 | 13:09 WIB

Terkini

KontraS Kritik Hakim Pengadilan Militer yang Ancam Pidanakan Saksi Korban Andrie Yunus

KontraS Kritik Hakim Pengadilan Militer yang Ancam Pidanakan Saksi Korban Andrie Yunus

News | Senin, 11 Mei 2026 | 15:47 WIB

RSUD Sleman Rawat Tiga Bayi Kasus Pakem, Perlakuan Selama di Penitipan Jadi Sorotan

RSUD Sleman Rawat Tiga Bayi Kasus Pakem, Perlakuan Selama di Penitipan Jadi Sorotan

News | Senin, 11 Mei 2026 | 15:44 WIB

Garuda Yaksa FC Lolos ke Liga 1, DPR Sebut Prestasi Diraih Murni dari Lapangan

Garuda Yaksa FC Lolos ke Liga 1, DPR Sebut Prestasi Diraih Murni dari Lapangan

News | Senin, 11 Mei 2026 | 15:41 WIB

Pesawat Turkish Airlines Terbakar Saat Mendarat di Nepal, 277 Penumpang Dievakuasi

Pesawat Turkish Airlines Terbakar Saat Mendarat di Nepal, 277 Penumpang Dievakuasi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 15:24 WIB

Kericuhan Suporter Berulang, DPR Desak Menpora Evaluasi Total Pengurus PSSI

Kericuhan Suporter Berulang, DPR Desak Menpora Evaluasi Total Pengurus PSSI

News | Senin, 11 Mei 2026 | 15:21 WIB

Gerebek Gudang Kemandoran! Polisi Sita 1.496 Motor Ilegal Siap Ekspor, Terkuak Modus Pakai KTP Orang

Gerebek Gudang Kemandoran! Polisi Sita 1.496 Motor Ilegal Siap Ekspor, Terkuak Modus Pakai KTP Orang

News | Senin, 11 Mei 2026 | 15:18 WIB

Peluncuran Panduan Antikorupsi, Wamendagri Wiyagus: Momentum Perkuat Reformasi Hukum dan Birokrasi

Peluncuran Panduan Antikorupsi, Wamendagri Wiyagus: Momentum Perkuat Reformasi Hukum dan Birokrasi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 15:11 WIB

Potong Ucapan Nadiem dalam Sidang, Jaksa: Jangan Mudah Bawa Nama Presiden

Potong Ucapan Nadiem dalam Sidang, Jaksa: Jangan Mudah Bawa Nama Presiden

News | Senin, 11 Mei 2026 | 15:07 WIB

DPR Minta Pemerintah Tak Tunggu Lonjakan Kasus Hantavirus Baru Bertindak

DPR Minta Pemerintah Tak Tunggu Lonjakan Kasus Hantavirus Baru Bertindak

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:52 WIB

Bongkar Love Scamming di Rutan Kotabumi Lampung, Menteri Agus: Kalau Pegawai Terlibat, Proses!

Bongkar Love Scamming di Rutan Kotabumi Lampung, Menteri Agus: Kalau Pegawai Terlibat, Proses!

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:51 WIB