Kasal Belum Bisa Pastikan Drone Bawah Laut di Selayar Milik China

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Senin, 04 Januari 2021 | 14:40 WIB
Kasal Belum Bisa Pastikan Drone Bawah Laut di Selayar Milik China
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono saat memaparkan penemuan drone bawah laut yang ternyata seaglider untuk riset bawah laut di Pushidrosal, Jakarta, Senin [4/1/2020). [Antara]

Suara.com - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono belum bisa memastikan drone bawah laut yang ditemukan nelayan di laut Selayar, Sulawesi Selatan milik China.

Untuk mengetahui pemilik drone tersebut, Angkatan Laut bakal melakukan pengecekan terlebih dahulu guna mengetahui pemilik dari drone tersebut.

Yudo menyebut kalau drone tersebut merupakan seaglider, alat untuk melakukan riset bawah laut. Namun sedari ditemukan, tidak ada tulisan ataupun keterangan pada benda tersebut.

"Kita enggak berani menyampaikan ini milik siapa karena datanya enggak ada sama sekali, minimal ada sedikit saja tulisan bisa kita sampaikan, karena tidak ada tulisan sama sekali," kata Yudo dalam jumpa pers di Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) di Jakarta Utara, Senin (4/1/2021).

Di sisi lain Yudo menjelaskan sudah banyak negara yang membuat seaglider sebelumnya. Seperti misalnya Amerika Serikat, Prancis, Kanada, Jepang hingga China.

Akan tetapi, lantaran tidak ada keterangan yang tertera pada badan seaglider tersebut, maka Yudo pun belum bisa memastikan pemiliknya.

"Nanti akan kita cek dulu. Nanti setelah kita bongkar ini ketahuan miliknya siapa."

Sebelumnya Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan drone bawah laut yang ditemukan nelayan di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, merupakan seaglider untuk riset bawah laut.

"Alat ini seaglider, banyak untuk keperluan survei atau untuk mencari data oseanografi di laut, di bawah lautan," kata Yudo.

Meski demikian Yudo mengatakan bahwa seaglider bisa untuk berbagai kepentingan, mulai dari industri, survei, hingga kepentingan militer, karena kemampuannya dalam memetakan kondisi tertentu.

"Alat ini bisa untuk industri maupun untuk pertahanan. Tergantung pada siapa yang memakai," ujar Yudo.

Yudo memaparkan kepentingan untuk industri biasanya untuk kepentingan pengeboran dan mencari ikan. Di sisi lain, untuk kepentingan pertahanan, alat itu dapat dipakai guna meneliti info seputar kedalaman laut supaya kapal selam tidak terdeteksi radar.

Yudo menjelaskan bahwa alat itu tidak tidak bisa untuk mendeteksi kapal selam maupun mendeteksi kapal atas air karena tidak memiliki fungsi mendeteksi kapal lain layaknya sonar pada kapal perang.

"Ini hanya untuk data-data batrimeti atau kedalaman air laut di bawah permukaan. Tidak bisa alat ini untuk mendeteksi keberadaan kapal-kapal kita, kapal atas air," kata mantan Pangkogabwilhan I ini.

Yudo pun menegaskan bahwa alat tersebut bukanlah alat yang bisa untuk kepentingan mata-mata, melainkan untuk riset bawah laut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Drone Bawah Laut, Menhan Prabowo Minta Publik Tidak Berpolemik

Soal Drone Bawah Laut, Menhan Prabowo Minta Publik Tidak Berpolemik

News | Senin, 04 Januari 2021 | 13:53 WIB

KSAL: Drone Bawa Laut yang Ditemukan Nelayan di Selayar untuk Riset

KSAL: Drone Bawa Laut yang Ditemukan Nelayan di Selayar untuk Riset

Tekno | Senin, 04 Januari 2021 | 13:24 WIB

Drone Mata-mata China Masuk Indonesia, Fadli Zon Ditantang Kritik Menhan

Drone Mata-mata China Masuk Indonesia, Fadli Zon Ditantang Kritik Menhan

News | Senin, 04 Januari 2021 | 12:57 WIB

Drone Pengintai Milik China Masuk Indonesia, Pemerintah Diminta Tanggap

Drone Pengintai Milik China Masuk Indonesia, Pemerintah Diminta Tanggap

Riau | Senin, 04 Januari 2021 | 09:52 WIB

Temuan Drone di Selayar: "Waspada Perang Besar di Laut China Selatan"

Temuan Drone di Selayar: "Waspada Perang Besar di Laut China Selatan"

News | Senin, 04 Januari 2021 | 07:50 WIB

Terkini

Gencatan Senjata Rapuh? Hizbullah Ngotot Israel Harus Angkat Kaki dari Lebanon Selatan

Gencatan Senjata Rapuh? Hizbullah Ngotot Israel Harus Angkat Kaki dari Lebanon Selatan

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:52 WIB

Trump Larang Israel Serang Lebanon, Benjamin Netanyahu Langsung Manut

Trump Larang Israel Serang Lebanon, Benjamin Netanyahu Langsung Manut

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:39 WIB

Tanggapi Ancaman Blokir Wikipedia, DPR Minta Pemerintah Kedepankan Dialog dan Kehati-hatian

Tanggapi Ancaman Blokir Wikipedia, DPR Minta Pemerintah Kedepankan Dialog dan Kehati-hatian

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:38 WIB

Harga BBM Pertamax Turbo hingga Dexlite Naik Hari Ini, DPR Beri Wanti-wanti

Harga BBM Pertamax Turbo hingga Dexlite Naik Hari Ini, DPR Beri Wanti-wanti

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:30 WIB

Selat Hormuz Dibuka Total, Iran Jamin Jalur Minyak Dunia Aman Saat Gencatan Senjata

Selat Hormuz Dibuka Total, Iran Jamin Jalur Minyak Dunia Aman Saat Gencatan Senjata

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:27 WIB

TNI Berikan Penjelasan Resmi Terkait Gugurnya Seorang Anak dan Kontak Tembak dengan OPM di Papua

TNI Berikan Penjelasan Resmi Terkait Gugurnya Seorang Anak dan Kontak Tembak dengan OPM di Papua

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:27 WIB

Sinyal Damai di Selat Hormuz: PBB Sambut Langkah Iran, Trump Masih 'Kunci' Pelabuhan

Sinyal Damai di Selat Hormuz: PBB Sambut Langkah Iran, Trump Masih 'Kunci' Pelabuhan

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:06 WIB

Gerak Cepat, BPJS Ketenagakerjaan Penuhi Hak Beno Prasetio yang Wafat Dalam Kecelakaan Kerja

Gerak Cepat, BPJS Ketenagakerjaan Penuhi Hak Beno Prasetio yang Wafat Dalam Kecelakaan Kerja

News | Sabtu, 18 April 2026 | 09:00 WIB

Satgas PKH Buka Suara Soal Pertemuan Letjen Richard Tampubolon dengan Gubernur Sherly

Satgas PKH Buka Suara Soal Pertemuan Letjen Richard Tampubolon dengan Gubernur Sherly

News | Sabtu, 18 April 2026 | 08:10 WIB

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

News | Sabtu, 18 April 2026 | 00:03 WIB