Belum Ada Laporan KIPI Serius, Masyarakat Jangan Takut Disuntik Vaksin

Dwi Bowo Raharjo | Welly Hidayat | Suara.com

Sabtu, 16 Januari 2021 | 16:46 WIB
Belum Ada Laporan KIPI Serius, Masyarakat Jangan Takut Disuntik Vaksin
Vaksinator di RSUD Tangsel menunjukkan Vaksin Sinovac yang akan disuntikkan ke tenaga medis, Jumat (15/1/2021). [Suarabanten.id/Wivy]

Suara.com - Program vaksinasi Covid-19 mulai dijalankan pemerintah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan vaksinasi pertama pada Rabu (13/1/2021).

Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), Hindra Irawan Satari mengatakan masyarakat juga diimbau untuk berpartisipasi.

Hindra juga meminta masyarkat tidak takut terkait dampak serius dari vaksin Covid-19.

“Alhamdulillah sampai saat ini, belum ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius yang terjadi. Jadi apabila ada kejadian yang tidak diinginkan atau kejadian luar biasa masyarakat harus melapor ke fasilitas kesehatan," ucap Prof Hindra melalui keterangannya, Sabtu (16/1/2021).

"Nanti laporan dicatat dan akan ditindaklanjuti Komisi Daerah dan Komisi Nasional KIPI yang merupakan komite independen dalam mengkaji hal ini,” imbuhnya.

Mengenai KIPI, Prof. Hindra menjelaskan bahwa hal ini merupakan dampak alamiah dari produk vaksin. Vaksin ini merupakan produk biologis.

"Sehingga pada waktu dimasukkan ke dalam tubuh maka reaksi alamiahnya adalah memang menimbulkan reaksi lokal di tempat suntikan berupa kemerahan, pegal, bahkan menimbulkan demam, namun data menunjukkan gejala-gejala tadi jumlahnya kurang dari 1 persen dan bisa hilang dengan sendirinya,” ucap Prof Hindra.

Lebih lanjut, kata Prof Hindra, seharusmya masyarakat Indonesia bersyukur program vaksinasi kini tengah berjalan. Hal ini untuk memutus penularan covid-19.

"Dan sudah terbukti vaksin berhasil mengeradikasi penyakit cacar, mengeliminasi campak, dan tetanus neonatorum serta penyakit menular lainnya," ucap Hindra.

Menurutnya vaksin covid-19 sudah teruji keamanan dan efikasinya.

“Vaksin ini sudah kita uji baik di luar negeri maupun di dalam negeri dan hasilnya telah kita peroleh sehingga memberikan tambahan perlindungan yang cukup bagi kita dan melengkapi usahausaha pencegahan yang kita lakukan," tutup Hindra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketum IDI Rasakan Linu Pasca Disuntik Vaksin Sinovac di Istana

Ketum IDI Rasakan Linu Pasca Disuntik Vaksin Sinovac di Istana

News | Sabtu, 16 Januari 2021 | 16:21 WIB

Guyon dengan Ridwan Kamil, Najwa: Usai Divaksin Bisa Nembus Ruang dan Waktu

Guyon dengan Ridwan Kamil, Najwa: Usai Divaksin Bisa Nembus Ruang dan Waktu

Hits | Sabtu, 16 Januari 2021 | 13:34 WIB

Vaksin Sinopharm Dinilai Aman Digunakan pada Anak-anak dan Remaja

Vaksin Sinopharm Dinilai Aman Digunakan pada Anak-anak dan Remaja

Health | Sabtu, 16 Januari 2021 | 12:35 WIB

Penerima Vaksinasi Covid-19 dapat Registrasi via WhatsApp, Begini Caranya

Penerima Vaksinasi Covid-19 dapat Registrasi via WhatsApp, Begini Caranya

Lampung | Sabtu, 16 Januari 2021 | 12:03 WIB

Vaksin Pfizer berujung 23 Kematian, Norwegia akan Ubah Pedoman Vaksinasi

Vaksin Pfizer berujung 23 Kematian, Norwegia akan Ubah Pedoman Vaksinasi

Health | Sabtu, 16 Januari 2021 | 12:11 WIB

Terkini

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:22 WIB

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:31 WIB

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:25 WIB

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:07 WIB

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:02 WIB

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:57 WIB