Terlacak dari Gelang Kaki, Seorang Pria Didakwa Ikut Kerusuhan di Capitol

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Rabu, 20 Januari 2021 | 15:57 WIB
Terlacak dari Gelang Kaki, Seorang Pria Didakwa Ikut Kerusuhan di Capitol
Massa Donald Trump rusuh di gedung Capitol. (Foto: AFP)

Suara.com - Seorang pria didakwa ikut terlibat dalam insiden kerusuhan di di Gedung Capitol Amerika Serikat pada 6 Januari, setelah terlacak melalui gelang kaki yang ia gunakan.

Menyadur New York Post, Rabu (20/1/2021) Bryan Betancur ditangkap pada Minggu setelah petugas berhasil melacak keberadaannya melalui gelang kaki yang ia pakai.

Penduduk Silver Spring tersebut menggunakan gelang kaki karena dalam masa pengawasan setelah melakukan sejumlah pelanggaran.

Pria yang memproklamirkan diri sebagai supremasi kulit pernah dihukum karena melakukan perampokan tingkat empat. Setelah bebas, ia dalam masa percobaan oleh sebab itu dipasang gelang kaki untuk melacak keberadaannya.

Setelah bebas, Betancur meminta izin untuk pergi ke Washington DC untuk menjual Alkitab dengan sebuah organisasi bernama Gideon International.

Betancur kemudian diawasi oleh pihak berwenang yang menggunakan perangkat lunak komputer untuk melacak pergerakannya, menurut pernyataan tertulis dari polisi federal.

Tangkapan layar dari program pelacakan tersebut menunjukkan Betancur berkelana ke arah White House Ellipse. Ia kemudian terlacak pindah ke daerah Capitol, di mana dia di tempat tersebut dari pukul 02.00 hingga 05.00 sore waktu setempat, kata pihak berwenang.

Betancur juga diidentifikasi melalui postingan media sosialnya yang menunjukkan ia berdiri di sisi barat Gedung Capitol AS sembari memegang bendera konfederasi.

Sebuah foto juga menunjukkan dia mengenakan apa yang tampak seperti kaos Proud Boys dan menunjukkan isyarat tangan "OK", kata dokumen itu. Isyarat tersebut biasa digunakan oleh supremasi kulit putih.

Betancur menghadapi tiga dakwaan, termasuk masuk secara tidak sah ke area terlarang. Dia adalah orang ketiga dari Maryland yang menghadapi dakwaan federal sehubungan dengan kerusuhan Capitol.

"Ini tidak melibatkan teknik investigasi sains roket untuk mengetahui bahwa dia terlibat," Profesor Michael Greenberger, pendiri dan direktur Pusat Kesehatan dan Keamanan Dalam Negeri Universitas Maryland, mengatakan kepada CBS Baltimore.

"Orang-orang yang terlibat pada 6 Januari ini sangat bangga. Mereka berselfie, punya video, mereka memberi tahu teman dan kenalan bahwa mereka melakukan apa yang mereka lakukan dan begitulah dakwaan ini muncul begitu cepat," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Lawan Covid-19, Uni Eropa Desak Biden Ambil Kepemimpinan Global

Perang Lawan Covid-19, Uni Eropa Desak Biden Ambil Kepemimpinan Global

Sumbar | Rabu, 20 Januari 2021 | 11:33 WIB

UE Minta Joe Biden Ambil Kepemimpinan Global Lawan Covid-19

UE Minta Joe Biden Ambil Kepemimpinan Global Lawan Covid-19

News | Rabu, 20 Januari 2021 | 11:27 WIB

Lambangkan Warga AS, Panitia Pelantikan Biden Tancapkan 200.000 Bendera

Lambangkan Warga AS, Panitia Pelantikan Biden Tancapkan 200.000 Bendera

News | Rabu, 20 Januari 2021 | 12:17 WIB

Terkini

KPK dan Kortas Tipidkor Polri Gelar Pertemuan Tertutup, Koordinasi Penanganan Kasus Baru!

KPK dan Kortas Tipidkor Polri Gelar Pertemuan Tertutup, Koordinasi Penanganan Kasus Baru!

News | Kamis, 02 April 2026 | 17:19 WIB

63 Persen TPA Masih Open Dumping, Indonesia Darurat Sampah Meski Sudah Dilarang Sejak 2008

63 Persen TPA Masih Open Dumping, Indonesia Darurat Sampah Meski Sudah Dilarang Sejak 2008

News | Kamis, 02 April 2026 | 17:15 WIB

Jaksa Wira Bantah Intimidasi Amsal Sitepu Pakai Kue Brownies: Itu Murni Kemanusiaan

Jaksa Wira Bantah Intimidasi Amsal Sitepu Pakai Kue Brownies: Itu Murni Kemanusiaan

News | Kamis, 02 April 2026 | 17:13 WIB

Akhir Pelarian Penyiram Air Keras di Bekasi: Pelaku Ditangkap, Polisi Gelar Ekspose Besok

Akhir Pelarian Penyiram Air Keras di Bekasi: Pelaku Ditangkap, Polisi Gelar Ekspose Besok

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:59 WIB

Krisis BBM, PM Australia Minta Pekerja ke Kantor Naik Transportasi Umum

Krisis BBM, PM Australia Minta Pekerja ke Kantor Naik Transportasi Umum

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:59 WIB

Komisi III DPR Soroti Kasus Amsal Sitepu: Dugaan Intimidasi Jaksa hingga Penahanan Dipertanyakan

Komisi III DPR Soroti Kasus Amsal Sitepu: Dugaan Intimidasi Jaksa hingga Penahanan Dipertanyakan

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:53 WIB

Pengamat Nilai WFH ASN Tiap Jumat Dorong Efisiensi Energi hingga Ubah Budaya Kerja

Pengamat Nilai WFH ASN Tiap Jumat Dorong Efisiensi Energi hingga Ubah Budaya Kerja

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:52 WIB

Ibu Korban Peluru Nyasar Ungkap Klausul Tuntutan kepada Marinir

Ibu Korban Peluru Nyasar Ungkap Klausul Tuntutan kepada Marinir

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:52 WIB

Respons Komentar Trump, China Salahkan Serangan AS dan Israel sebagai Akar Masalah di Selat Hormuz

Respons Komentar Trump, China Salahkan Serangan AS dan Israel sebagai Akar Masalah di Selat Hormuz

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:50 WIB

Trump Ancam Bom Pembangkit Listrik Iran Hingga ke Zaman Batu Jika Negosiasi Gagal Total Pekan Ini

Trump Ancam Bom Pembangkit Listrik Iran Hingga ke Zaman Batu Jika Negosiasi Gagal Total Pekan Ini

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:48 WIB