Jokowi Beri Target Angka Stunting Indonesia Turun Jadi 14 Persen di 2024

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 25 Januari 2021 | 15:33 WIB
Jokowi Beri Target Angka Stunting Indonesia Turun Jadi 14 Persen di 2024
Presiden Joko Widodo meninjau banjir di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten banjar, Kalimantan Selatan, Senin (18/1/2021). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi target kepada jajarannya agar angka stunting di Indonesia dapat diturunkan sekitar 14 persen di tahun 2024.

Hal ini dikatakan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy usai rapat terbatas secara tertutup terkait langkah penurunan stunting.

"Sampai tahun 2024 nanti angka stunting Indonesia ditargetkan akan turun mendekati angka 14 persen," ujar Muhadjir dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 25/1/2021).

Muhadjir mengatakan angka stunting di Indonesia kekinian masih relatif tinggi yaitu 27,6 persen tahun 2019.

Selain itu pemerintah juga memperkirakan angka stunting akan naik pada tahun 2024 akibat dari wabah covid 19. Untuk itu perlu ditangani dengan baik.

"Secara hitung-hitungan kalau kita harus mencapai target 14 persen tahun 2024, maka tiap tahun harus tercapai penurunan angka stanting 2,7 persen dan ini adalah sesuatu target yang luar biasa besar," ucap Muhadjir.

Dalam ratas itu Jokowi memberikan arahan agar ada langkah-langkah yang luar biasa atau biasa atau extra Ordinary untuk menurunkan angka stunting.

Adapun langkah-langkah yang akan diambil pemerintah untuk mencapai target 14 persen penurunan angka stunting yakni legal standing atau landasan hukum yang dipakai untuk penanganan stunting tahun 2024.

"Tentang Legal standing atau landasan hukum yang dipakai untuk penanganan stunting sampai tahun 2024 yaitu antara lain undang-undang nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga," tutur Muhadjir.

baca juga

Menurutnya angka stunting basisnya yakni upaya untuk membangun keluarga.

Sehingga pembangunan keluarga kata Muhadjir, tidak hanya terbatas kepada masalah pembatasan angka kelahiran dan penjarangan angka kelahiran tetapi betul-betul keluarga yang pembangunan keluarga yang integral.

"Salah satunya yang menjadi itu besar adalah masalah penurunan angka stunting," kata dia.

Selain itu mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga menjelaskan pentingnya menurunkan angka stunting sesuai arahan Jokowi.

"Karena kita tahu bahwa kalau orang atau anak atau bayi sudah terlanjur kena stunting pada usia 1.000 hari awal kehidupan. Maka perkembangan kecerdasan nya itu tidak akan bisa optimal sampai nanti dewasa menjadi usia produktif," kata dia.

Muhadjir menyebut berdasarkan catatan Bank Dunia 54 persen tenaga kerja Indonesia merupakan penyintas stunting.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Angka Stunting di Jawa Barat Tinggi, Masyarakat Butuh Literasi Gizi

Angka Stunting di Jawa Barat Tinggi, Masyarakat Butuh Literasi Gizi

Health | Senin, 23 November 2020 | 13:23 WIB

Tahun 2024, Pemerintah Targetkan Prevalensi Stunting Turun Jadi 14 Persen

Tahun 2024, Pemerintah Targetkan Prevalensi Stunting Turun Jadi 14 Persen

Health | Kamis, 22 Oktober 2020 | 07:57 WIB

Jokowi Minta Jajarannya Fokus Turunkan Angka Stunting di 10 Provinsi

Jokowi Minta Jajarannya Fokus Turunkan Angka Stunting di 10 Provinsi

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 12:27 WIB

Upaya Kemenkes Turunkan Angka Stunting dan Diare di Indonesia

Upaya Kemenkes Turunkan Angka Stunting dan Diare di Indonesia

Health | Selasa, 14 Januari 2020 | 17:37 WIB

Terkini

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

×