Setelah Rumah Sakit, Tim WHO Kunjungi Sejumlah Pasar Basah di Wuhan

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 01 Februari 2021 | 11:26 WIB
Setelah Rumah Sakit, Tim WHO Kunjungi Sejumlah Pasar Basah di Wuhan
Pasar Huanan, Wuhan, tempat pertama kali ditemukannya virus corona jenis baru yang menyebabkan 617 orang terkena pneumonia berat dan 17 di antaranya tewas. Pasar seluas tujuh kali lapangan bola itu menjual hasil laut, unggas, ular, kelelawar, binatang ternak, dan binatang liar. (ANTARA/HO-yehuoqingnian/mii)

Suara.com - Tim peneliti dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal-usul virus corona, mengunjungi sejumlah pasar basah kota Wuhan.

Menyadur Sky News, Senin (1/2/2021) tim dari WHO mengunjungi pasar Baishazhou, salah satu pasar basah terbesar di Wuhan, dikelilingi oleh rombongan besar pejabat dan perwakilan China.

Pasar tersebut adalah pusat distribusi makanan utama Kota Wuhan selama lockdown untuk mengekang penyebaran virus corona.

Penyelidikan yang telah lama ditunggu datang setelah berbulan-bulan negosiasi antara WHO dan Beijing. 10 ilmuwan tersebut berharap dapat bertemu lembaga penelitian, rumah sakit, dan pasar makanan laut yang terkait dengan awal wabah Covid-19.

Tetapi misi tersebut menjadi bermuatan politik, setelah China diduga berusaha menghindar atas dugaan salah langkah dalam menaggapi awal wabah.

Covid-19 pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan pada akhir 2019. sejak saat itu, China menghadapi bencana hubungan masyarakat di awal wabah karena berusaha menutupi meningkatnya jumlah infeksi, sementara pada saat yang sama mendirikan rumah sakit sementara.

Tim WHO, yang beranggotakan dokter hewan, virologi, ahli keamanan pangan dan epidemiologi, sejauh ini telah mengunjungi dua rumah sakit.

Rumah Sakit Jinyintan Wuhan dan Rumah Sakit Pengobatan Cina dan Barat Terpadu Hubei merupakan dua rumah sakit sebagai pusat perawatan awal wabah.

Pada hari Sabtu, mereka mengunjungi pameran museum yang didedikasikan untuk sejarah awal Covid-19. Mereka juga berencana mengunjungi lebih banyak rumah sakit dan pasar seperti Pasar Makanan Laut Huanan.

baca juga

Namun, satu kunjungan tidak mungkin untuk memastikan asal-usul virus. Menentukan reservoir hewan wabah biasanya merupakan upaya yang melelahkan yang membutuhkan penelitian bertahun-tahun termasuk mengambil sampel hewan, analisis genetik, dan studi epidemiologi.

Salah satu kemungkinannya adalah pemburu satwa liar mungkin menularkan virus kepada pedagang yang membawanya ke Wuhan.

Pemerintah China telah beranggapan bahwa wabah kemungkinan dimulai dari impor makanan laut beku yang tercemar virus. Namun, gagasan tersebut ditolak mentah-mentah oleh para ilmuwan dan lembaga internasional karena sedikit bukti.

Fokus yang mungkin bagi para penyelidik adalah Institut Virologi Wuhan, yang membangun arsip informasi genetik tentang virus corona kelelawar setelah wabah SARS tahun 2003, sebuah sindrom pernapasan akut parah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

China Kembali Hukum Mati Koruptor, Indonesia Kapan ?

China Kembali Hukum Mati Koruptor, Indonesia Kapan ?

Sulsel | Senin, 01 Februari 2021 | 10:44 WIB

Dilarang Trump, Xiaomi Serang Balik dengan Ajukan Gugatan ke Pengadilan AS

Dilarang Trump, Xiaomi Serang Balik dengan Ajukan Gugatan ke Pengadilan AS

Tekno | Minggu, 31 Januari 2021 | 12:30 WIB

China Tes Covid-19 Lewat Dubur, Warganya Mengaku Khawatir dan Sangat Malu

China Tes Covid-19 Lewat Dubur, Warganya Mengaku Khawatir dan Sangat Malu

News | Minggu, 31 Januari 2021 | 08:51 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×