Dalih Abu Janda Bela Hendropriyono hingga Terseret Kasus Rasisme Pigai

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Kamis, 04 Februari 2021 | 15:00 WIB
Dalih Abu Janda Bela Hendropriyono hingga Terseret Kasus Rasisme Pigai
Pegiat media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda, usai menjalani pemeriksaan Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri terkait kasus ujaran kebencian 'Islam Arogan', Senin (1/2/2021) malam. [Suara.com/Muhammad Yasir]

Suara.com - Permadi Arya alias Abu Janda mengklaim sebagai pengagum eks Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A. M. Hendropriyono. Sehingga dia membela Hendropriyono saat berdebat dengan mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai hingga dirinya terseret kasus dugaan ujaran rasisme.

Hal itu disampaikan oleh Abu Janda usai diperiksa oleh penyidik Bareskrim Polri terkait kasus dugaan ujaran kebencian bernada suku, agama, ras dan antar golongan atau SARA terhadap Natalius Pigai di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/2/2021).

Pegiat media sosial itu mengaku tak mengenal dekat dengan Hendropriyono. Meski demikian iamengatakan sempat bertemu beberapa kali saja dalam acara PKPI.

"Cuma memang beliau ini salah satu jenderal yang saya kagumi, karena beliau ini memang spesial. Nggak sekadar jenderal, dia nggak sekadar berjasa dioperasi, terus dia mantan Kepala BIN juga. Tapi yang spesial dia ini profesor di bidang filsafat intelejen," kata Abu Janda.

Abu Janda menjelaskan bahwa kicauan 'evolusi' kepada Natalius Pigai berawal dari adanya perdebatan antara Natalius Pigai dengan Hendropriyono. Sebagai pengagum, Abu Janda pun berdalih secara reaktif membela Hendropriyono yang disebutnya telah dihina oleh Natalius Pigai.

"Semua berawal dari Twit Natalius Pigai yang menghina seorang jenderal yang sudah senior, purnawirawan, yang sangat berjasa bagi negeri ini. Dia menghina dengan sangat keji bahkan body shaming dia bilang 'apa kapasitas kau dedengkot tua' dia bilang gitu," ujar Abu Janda.

"Makanya aku reaktif lah terhadap hinaan Natalius Pigai kepada pak jenderal itu karena saya kagum sama beliau," imbuhnya.

Docecar 20 Pertanyaan

Abu Janda telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Dit Tipidsiber Bareskrim Polri pada hari ini. Dia diperiksa selama hampir empat jam dan dicecar dengan 20 pertanyaan.

baca juga

Pantauan suara.com Abu Janda keluar dari ruang pemeriksaan sekira pukul 13.55 WIB. Setelah sebelumnya dia diperiksa sejak pukul 10.00 WIB.

Menurut Abu Janda, dirinya telah menjelaskan maksud kata 'evolusi' dalam kicauannya di Twitter @permadiaktivis1 yang ditujukan kepada Natalius Pigai. Dia berdalih bawah kata 'evolusi' itu dimaksudkan untuk mempertanyakan kapasitas dan perkembangan pikiran Natalius Pigai yang berlaga berdebat Hendropriyono.

"Jadi karena ini semuanya dimulai dari Twit Natalius Pigai menanyakan kapasitas (Hendropriyono). Saya juga kembali menanyakan balik ke dia. Saya balas tanya balik, apa kapasitas kau sudah selesai berpikir, sudah selesai evolusi belum cara berpikir kau, kapasitas berpikir kau," kata dia.

Kasus ini berawal saat Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) melaporkan Abu Janda ke Dit Tipidsiber Bareskim Polri pada Kamis (28/1) pekan lalu. Dia melaporkan Abu Janda atas tudingan telah melakukan ujaran kebencian bernada SARA kepada Natalius Pigai.

Laporan DPP KNPI itu telah terdaftar dengan Nomor: LP/B/0052/I/Bareskrim tertanggal 28 Januari 2021.

Ketua Bidang Hukum DPP KNPI, Medya RIscha Lubis saat itu menjelaskan kasus dugaan ujaran kebencian yang diduga dilakukan oleh Abu Janda berawal ketika Pigai terlibat argumentasi dengan eks Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M Hendropriyono.

Singkat cerita, pada 2 Januari 2021 lalu Abu Janda selaku pemilik akun Twitter @permadiaktivis1 pun membela Hendropriyono.

Ketika itu, dalam kicauannya Abu Janda menanyakan kapasitas Pigai berdebat dengan Hendropriyono. Dia kemudian mempertanyakan kepada Pigai apakah sudah 'berevolusi'.

Menurut Medya, kata 'evolusi' itu patut diduga mengandung ujaran kebencian. Tidak hanya kepada Pigai melainkan kepada masyarakat lain asal daerah Pigai.

"Kata-kata evolusi itulah yang jadi garis bawah bagi kami untuk melaporkan akun @permadiaktivis1 karena diduga telah menyebarkan ujaran kebencian" jelas Medya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Rasisme, Abu Janda Akui Semua Berawal dari Twit Natalius Pigai

Kasus Rasisme, Abu Janda Akui Semua Berawal dari Twit Natalius Pigai

Jakarta | Kamis, 04 Februari 2021 | 14:48 WIB

Abu Janda Dicecar 20 Pertanyaan Soal Kasus Rasisme ke Natalius Pigai

Abu Janda Dicecar 20 Pertanyaan Soal Kasus Rasisme ke Natalius Pigai

News | Kamis, 04 Februari 2021 | 14:39 WIB

Abu Janda Ngaku Dibayar Jokowi saat Pilpres, Refly Harun Beri Respons Telak

Abu Janda Ngaku Dibayar Jokowi saat Pilpres, Refly Harun Beri Respons Telak

Hits | Kamis, 04 Februari 2021 | 13:21 WIB

Klarifikasi Natalius Pigai Soal Hina Suku Jawa

Klarifikasi Natalius Pigai Soal Hina Suku Jawa

Lampung | Kamis, 04 Februari 2021 | 12:19 WIB

Terkini

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:33 WIB

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:26 WIB

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:05 WIB

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:49 WIB

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×