Ketua DPD Minta Pemda Lakukan 'Root Cause Analysis' Soal Banjir Semarang

Erick Tanjung

Minggu, 07 Februari 2021 | 20:25 WIB
Ketua DPD Minta Pemda Lakukan 'Root Cause Analysis' Soal Banjir Semarang
Banjir menggenangi sejumlah wilayah di Semarang usai dilanda hujan lebat, Kamis (20/2/2020). (Foto: via Ayosemarang.com)

Suara.com - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah daerah melakukan RCA atau root cause analysis mengenai masalah banjir yang melanda sejumlah daerah, terutama banjir Semarang, yang telah merenggut korban nyawa dan sempat melumpuhkan bandara.

"Kami berharap pemerintah daerah melakukan root cause analysis mengenai masalah banjir. Root cause analysis adalah langkah menggali permasalahan secara menyeluruh mengenai banjir kemarin," kata LaNyalla, dalam pernyataannya, di Jakarta, Minggu (7/2/2021).

LaNyalla turut menyampaikan keprihatinan atas terjadinya bencana banjir yang terjadi di sejumlah daerah, terutama banjir di Semarang yang merendam puluhan kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan dari total 16 kecamatan di wilayah tersebut.

Sepuluh kecamatan tersebut adalah Kecamatan Tugu, Ngaliyan, Semarang Barat, Semarang Utara, Semarang Tengah, Semarang Selatan, Semarang Timur, Gayamsari, Genuk, dan Pedurungan.

Menurut LaNyalla, pemerintah daerah harus tanggap terhadap bencana, termasuk melakukaKami berharap pemerintah daerah melakukan root cause analysis mengenai masalah banjirKami berharap pemerintah daerah melakukan root cause analysis mengenai masalah banjirn antisipasi, serta mencari tahu penyebabnya.

"Yang ada, pemerintah sering gagap dalam menangani masalah bencana. Akibatnya bukan menyelesaikan masalah, justru menyisakan masalah lain dalam setiap penanganannya. Hal ini yang kembali terjadi di Kota Semarang. Bencana kembali datang dan memakan korban serta berdampak hingga ke bandara," ujarnya.

Ketua DPD asal Jawa Timur itu mengingatkan pemerintah untuk melakukan pemetaan daerah bencana lengkap dengan langkah antisipasi.

Tidak hanya RCA, LaNyalla juga meminta pemda mampu merumuskan analyze cause and effect relationship.

"Harus dicari tahu mengapa banjir terjadi dan apa relasi yang didapatkan. Hal ini harus dilakukan supaya semua menjadi evaluasi pembangunan kota. Dan ini juga bisa menjadi landasan bagi pemerintah daerah dalam menetapkan RTRW," tuturnya.

baca juga

Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu menambahkan bahwa secara umum diketahui pembangunan kota dapat menjadi penyebab banjir, terutama apabila curah hujan dengan intensitas tinggi.

"Tetapi, selama penelitian belum ditemukan, kita akan terus mengira-ngira apa penyebab banjir tanpa pernah tahu permasalahan sebenarnya," kata mantan Ketua Umum PSSI itu.

LaNyalla yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu meminta pemda untuk menemukan akar masalah melalui analisa yang disarankannya.

"Sehingga ke depan dalam menata pembangunan kota benar-benar memperhatikan efek pembangunan terhadap kebencanaan. Dan ini tugas pemerintah," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BMKG: Banjir Semarang Disebabkan Curah Hujan Lebat 3,5 Jam

BMKG: Banjir Semarang Disebabkan Curah Hujan Lebat 3,5 Jam

Jawa Tengah | Minggu, 07 Februari 2021 | 16:51 WIB

Gus Umar: Jakarta Banjir Seperti Semarang, Anies Dibully Sampai 7 Purnama

Gus Umar: Jakarta Banjir Seperti Semarang, Anies Dibully Sampai 7 Purnama

Jakarta | Minggu, 07 Februari 2021 | 16:09 WIB

Transportasi Sempat Lumpuh di Semarang, Menhub Budi Karya Minta Solusi

Transportasi Sempat Lumpuh di Semarang, Menhub Budi Karya Minta Solusi

Jawa Tengah | Minggu, 07 Februari 2021 | 14:11 WIB

Terkini

Semarang Cerah Berawan, Sejumlah Wilayah Jateng Berpotensi Hujan Ringan

Semarang Cerah Berawan, Sejumlah Wilayah Jateng Berpotensi Hujan Ringan

Jawa Tengah | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Calvin Verdonk Jadi Starter di Liga Champions, Ukir Sejarah Baru Indonesia

Calvin Verdonk Jadi Starter di Liga Champions, Ukir Sejarah Baru Indonesia

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Demo di Kantor Gubernur Kaltim Memanas, Tanggapan Rudy Mas'ud Dinilai Normatif

Demo di Kantor Gubernur Kaltim Memanas, Tanggapan Rudy Mas'ud Dinilai Normatif

Kaltim | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Peringati HSN 2026, Ahmad Luthfi Ajak  555 Ribu Santri Jateng Ikut Entaskan Kemiskinan

Peringati HSN 2026, Ahmad Luthfi Ajak 555 Ribu Santri Jateng Ikut Entaskan Kemiskinan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:24 WIB

7 Ciri Kulit Wajah Dehidrasi tapi Berminyak, Kenali Tanda dan Cara Merawatnya

7 Ciri Kulit Wajah Dehidrasi tapi Berminyak, Kenali Tanda dan Cara Merawatnya

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Bukan Langsung Bangun Pabrik, Ini Strategi Indonesia Masuk Industri Chip Dunia

Bukan Langsung Bangun Pabrik, Ini Strategi Indonesia Masuk Industri Chip Dunia

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Pidato Prabowo Jadi Mimpi Buruk? IHSG Dibuka Anjlok 1,51%

Pidato Prabowo Jadi Mimpi Buruk? IHSG Dibuka Anjlok 1,51%

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:12 WIB

Ada 5.400 Pesantren di Jateng, Ahmad Luthfi Perkuat Dukungan untuk Santri dan Guru Agama

Ada 5.400 Pesantren di Jateng, Ahmad Luthfi Perkuat Dukungan untuk Santri dan Guru Agama

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Konsumen Negara ini Rela Tunda Beli Mobil Demi Menunggu Mobil Listrik China

Konsumen Negara ini Rela Tunda Beli Mobil Demi Menunggu Mobil Listrik China

Otomotif | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Hercules Sentil Keras Menteri Ara Soal Lahan Tanah Abang: Jangan Pakai Otak Nakalmu Dulu!

Hercules Sentil Keras Menteri Ara Soal Lahan Tanah Abang: Jangan Pakai Otak Nakalmu Dulu!

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:08 WIB

×