Miskomunikasi, Staf Rumah Sakit Singapura Disuntik 5 Dosis Vaksin Covid-19

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 08 Februari 2021 | 12:51 WIB
Miskomunikasi, Staf Rumah Sakit Singapura Disuntik 5 Dosis Vaksin Covid-19
Sebuah botol vaksin Pfizer untuk Covid-19 di sebuah rumah sakit di Le Mans, Prancis. [AFP/Jean Francois Monier]

Suara.com - Seorang perawat di sebuah rumah sakit Singapura disuntik vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech sebanyak lima dosis akibat keteledoran.

Menyadur The Straits Times, Senin (8/2/2021) perawat tersebut merupakan salah pekerja di Singapore National Eye Centre (SNEC).

Insiden tersebut terjadi saat latihan vaksinasi pada 14 Januari dan disebabkan oleh kesalahan manusia akibat kuerangnya koordinasi di antara anggota tim.

SNEC mengatakan pekerja yang bertugas menakar vaksin dipanggil untuk mengurus masalah lain sebelum dilakukan penyuntikan. Kemudian seorang staf lain datang dan mengira bahwa dosis yang di dalam botol sudah siap untuk diberikan.

Kesalahan disadari dalam beberapa menit setelah perawat tersebut divaksinasi.

"Dokter senior segera diberitahu dan staf (anggota) ditemukan dalam keadaan sehat, tanpa reaksi merugikan atau efek samping," kata SNEC.

Pekerja tersebut dirawat di Rumah Sakit Umum Singapura (SGH) untuk observasi lebih lanjut, sebelum dipulangkan dua hari kemudian.

Sebagai tindakan keamanan, latihan vaksinasi di SNEC segera dihentikan setelah terjadi kesalahan dan staf lainnya divaksinasi di SGH.

Rumah sakit pusat mata di Singapura tersebut tidak terlibat dalam vaksinasi kelompok lain.

baca juga

SNEC telah meminta maaf kepada anggota staf dan keluarga yang terkena dampak, kata Profesor Wong Tien Yin, direktur medis pusat tersebut.

"SNEC memandang serius insiden ini. Keamanan mereka yang menerima vaksinasi selama latihan vaksinasi staf kami adalah prioritas utama kami," tambahnya.

Ia mengatakan, SNEC telah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap proses internalnya, dan mengambil langkah untuk memperketatnya agar kesalahan tersebut tidak terjadi lagi.

SNEC mengatakan kepada The Straits Times bahwa pekerja yang terlibat dalam pemberian suntikan vaksin telah diberi konseling.

Pada hari Sabtu, Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan telah bekerja dengan SNEC untuk mengidentifikasi penyimpangan yang berkontribusi pada kesalahan tersebut.

"Data uji klinis dari Pfizer-BioNTech telah mengindikasikan bahwa menerima lebih dari dosis yang direkomendasikan dari vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 tidak mungkin berbahaya," kata kementerian.

Depkes juga mengatakan ada protokol medis yang kuat yang diterapkan di semua lokasi vaksinasi untuk memastikan keamanan mereka yang divaksinasi.

"Ini termasuk protokol untuk proses vaksinasi pada persiapan dosis, penakaran dan pemberian vaksin, termasuk kebutuhan akan indikasi yang jelas untuk membedakan botol vaksin yang diencerkan dan yang tidak diencerkan," katanya.

Hingga Selasa lalu, lebih dari 175.000 orang telah menerima dosis pertama vaksin. Sekitar 6.000 orang juga telah mengambil dosis kedua dan terakhir mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara Sopir Truk Lama Antre Tes Covid-19, Ribuan Ayam Mati Lemas

Gara-gara Sopir Truk Lama Antre Tes Covid-19, Ribuan Ayam Mati Lemas

News | Sabtu, 06 Februari 2021 | 13:18 WIB

Efikasi 94 Persen, Vaksin Moderna Boleh Digunakan di Singapura

Efikasi 94 Persen, Vaksin Moderna Boleh Digunakan di Singapura

Health | Rabu, 03 Februari 2021 | 22:56 WIB

Malaysia, Singapura, dan Indonesia Laporkan Kenaikan Kasus Baru Covid-19

Malaysia, Singapura, dan Indonesia Laporkan Kenaikan Kasus Baru Covid-19

Health | Rabu, 03 Februari 2021 | 19:29 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×