alexametrics

TNI Akan Latih 10 Ribu Prajurit Jadi Petugas Vaksinator Covid-19

Dwi Bowo Raharjo | Stephanus Aranditio
TNI Akan Latih 10 Ribu Prajurit Jadi Petugas Vaksinator Covid-19
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat memberikan semangat kepada personel Basarnas, usai memberikan bantuan dari Presiden Joko Widodo di halaman Kantor Gubernur Sulbar, Sabtu (16/1) sore. (ANTARA/Amirullah)

TNI juga akan mengerahkan 27.866 Babinsa, 1.768 Babinpotmar, dan 102 Babinpotdirga di 7 provinsi di Jawa-Bali untuk mengawal PPKM secara mikro.

Suara.com - Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan TNI untuk mempercepat program vaksinasi Covid-19. Nantinya 10 ribu prajurit TNI akan dilatih untuk menjadi vaksinator di seluruh Indonesia.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan saat ini TNI telah memiliki 1.008 vaksinator terverifikasi dan akan meningkatkan jumlah tersebut dengan melatih 10.000 vaksinator baru.

"TNI akan segera melaksanakan pelatihan TOT (Training of Trainer) bagi 10.000 Vaksinator yang akan disebar di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan vaksinator Covid-19,” kata Panglima Hadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/2/2021).

Selain itu, TNI juga akan mengerahkan 27.866 Babinsa, 1.768 Babinpotmar, dan 102 Babinpotdirga di 7 provinsi di Jawa-Bali untuk mengawal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro di Jawa-Bali.

Baca Juga: Kemenkes Minta Masyarakat Tak Kaget Jika Angka Infeksi Covid-19 Makin Naik

Mereka juga diberi pelatihan menjadi petugas tracer Covid-19 dan petugas penegak disiplin protokol kesehatan untuk meningkatkan 3T (testing, tracing, dan treatment).

“TNI juga telah menyiapkan perangkat rantai dingin berupa cool box yang telah didistribusikan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL) TNI, di tujuh provinsi yang menjadi titik berat PPKM Skala Mikro dan vaksinasi,” kata Hadi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Sadikin berharap para tracer, vaksinator, dan petugas penegak prokes dari TNI ini bisa turut membantu penanganan pandemi Covid-19.

"Kita sekarang menghadapi ancaman seperti ini (COVID-19) tidak mungkin kami melakukan sendiri, kami harus melakukan bersama-sama, tidak mungkin kami secara eksklusif di Kementerian Kesehatan melakukan sendiri harus secara inklusif dibantu rekan-rekan sekalian," tutup Budi.

Baca Juga: Wapres Maruf Amin Siap Disuntik Vaksin Covid-19, Tapi...

Komentar