Soal IPW Sentil Cuitan Novel Baswedan, Muannas Alaidid Beri Sindiran Tajam

Dany Garjito, Aprilo Ade Wismoyo

Minggu, 14 Februari 2021 | 22:04 WIB
Soal IPW Sentil Cuitan Novel Baswedan, Muannas Alaidid Beri Sindiran Tajam
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (22/2).

Suara.com - Muannas Alaidid angkat bicara soal tanggapan IPW (Indonesia Police Watch) terhadap cuitan Novel Baswedan. Cuitan yang dimaksud ialah cuitan Novel yang berisi tanggapan soal meninggalnya Soni Eranata atau Ustadz Maaher.

Dalam cuitannya di akun Twitter @muannas_alaidid yang diunggah pada Minggu (14/2/2021), Muannas menyertakan sebuah artikel yang mengulas soal tanggapan IPW tersebut. Muannas lantas memberikan tanggapan terhadap sosok Novel baswedan.

"Merasa banyak dibela dan merasa kebal hukum, bebas menuduh siapapun tapi asal bukan dirinya," tulis Muannas Alaidid.

Cuitan Muannas Alaidid (twitter)
Cuitan Muannas Alaidid (twitter)

Menanggapi cuitan Muannas tersebut, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Salah satu dari mereka membandingkan sikap Novel dengan Abu Janda.

"Novel kerja kongkrit untuk bangsa dan negara, Abu Janda dan rombonganya kerja apa bisa kebal hukum?" tulis warganet dengan akun @CakImin6323****.

"Novel bebas ngritik asal keluar dari KPK, kalau nggak ya pengecut model playing victim," tulis warganet lain dengan akun @nagataah***.

"Tumben IPW waras," tulis warganet dengan akun @tebe5656****.

"Dibentrokkan?? Ngeri," tulis warganet dengan akun @KinandLara****.

Diketahui IPW menyampaikan kritik terhadap cuitan Novel Baswedan tentang meninggalnya Ustadz Maaher. Cuitan tersebut dinilai dapat merenggangkan hubungan KPK dan Polri. Saat itu Novel mengucapkan dukacita atas meninggalnya Ustadz Maaher sambil mengingatkan aparat agar tidak keterlaluan.

"Innalillahi Wainnailaihi Rojiun Ustadz Maaher meninggal di rutan Polri. Padahal kasusnya penghinaan, ditahan, lalu sakit. Orang sakit, kenapa dipaksakan ditahan? Aparat jangan keterlaluan lah.. Apalagi dengan Ustadz. Ini bukan sepele lho," tulis Novel Selasa (9/2/2021). 

Singgung Kematian Ustadz Maaher, Novel Baswedan Disuruh Hapus Tweet

Advokat Muannas Alaidid meminta penyidik senior KPK Novel Baswedan untuk menghapus tweet yang diunggahnya berkaitan dengan kematian Ustadz Maaher. Muannas meminta Novel menghapus tweet di twitter itu untuk menghindari penyebaran hoax soal kematian Ustadz Maaher.

Permintaan itu diungkapkan Muannas melalui akun twitternya @muannas_alaidid saat mengomentari tweet Novel Baswedan.

"Innalillahi Wainnailaihi Rojiun Ustadz Maaher meninggal di rutan Polri. Padahal kasusnya penghinaan, ditahan, lalu sakit. Orang sakit, kenapa dipaksakan ditahan? Aparat jangan keterlaluanlah.. Apalagi dengan Ustadz. Ini bukan sepele lho..," tulis Novel Baswedan melalui akun twitternya @nazaqistsha pada 9 Februari 2021 lalu.

Tweet tersebut, dikomentasi oleh Muannas.

"Twit ini sebaiknya dihapus, jangan sampai Anda dianggap menyebarkan hoax, apalagi anda bukan penyidiknya yang menangani kasusnya, laporan Maheer bukan delik pribadi soal penghinaan seperti yang Anda tuduhkan melainkan delik umum kebencian SARA yang kebetulan dilakukan terhadap ulama NU yang dimuliakan," tulis Muannas, pukul 01.09 dini hari, Kamis (11/2/2021).

Mau Dipolisikan

Buntut tweet komentar Ustadz Maaher meninggal di penjara, Novel Baswedan dilaporkan ke kepolisian. Novel Baswedan dilaporkan karena kasus hoaks.

Kali ini laporan itu akan dilaporkan Politisi PDI Perjuangan Dewi Tanjung. Novel baswedan dituduh menyebar fitnah.

"Nyai Mau Melaporkan Novel Baswedan atas hoaks dan Fitnah yang di tuduhkan ke institusi kepolisian. Manusia ini harus dapat membuktikan ucapannya atas meninggalnya Maher," kata Dewi Tanjung dalam akun Twitternya, Kamis (11/2/2021) pagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Tak Perlu Periksa soal Cuitan Novel Baswedan, Ini Alasannya

Polisi Tak Perlu Periksa soal Cuitan Novel Baswedan, Ini Alasannya

Riau | Minggu, 14 Februari 2021 | 16:15 WIB

Sebelum Meninggal, Ustadz Maaher Titip Pesan Ini untuk Nikita Mirzani

Sebelum Meninggal, Ustadz Maaher Titip Pesan Ini untuk Nikita Mirzani

Hits | Minggu, 14 Februari 2021 | 13:18 WIB

Donasi Terkumpul bagi Istri Ustadz Maaher Lebih Rp 1,2 Miliar

Donasi Terkumpul bagi Istri Ustadz Maaher Lebih Rp 1,2 Miliar

Sumsel | Minggu, 14 Februari 2021 | 11:32 WIB

Pakar Hukum Sebut Cuitan Novel Terkait Ustadz Maheer Pendapat, Bukan Hoaks

Pakar Hukum Sebut Cuitan Novel Terkait Ustadz Maheer Pendapat, Bukan Hoaks

News | Sabtu, 13 Februari 2021 | 15:29 WIB

Pakar Hukum: Tweet Novel Soal Ustadz Maaher Hanya Pendapat, Bukan Provokasi

Pakar Hukum: Tweet Novel Soal Ustadz Maaher Hanya Pendapat, Bukan Provokasi

News | Sabtu, 13 Februari 2021 | 14:21 WIB

Ustadz Maaher Meninggal Karena Disuntik Sinovac Oleh PKI Hoaks

Ustadz Maaher Meninggal Karena Disuntik Sinovac Oleh PKI Hoaks

News | Sabtu, 13 Februari 2021 | 11:03 WIB

Terkini

Komunitas Kretek Desak Pemerintah Tak Telan Mentah-mentah Narasi Anti-Tembakau Global

Komunitas Kretek Desak Pemerintah Tak Telan Mentah-mentah Narasi Anti-Tembakau Global

News | Senin, 01 Juni 2026 | 16:54 WIB

Unsur Pidana Ditemukan! Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul Naik Penyidikan

Unsur Pidana Ditemukan! Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul Naik Penyidikan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 16:36 WIB

Jakbar Bukan Gotham City! Wali Kota Iin Klaim Kriminalitas Tidak Lebih Tinggi dari Wilayah Lain

Jakbar Bukan Gotham City! Wali Kota Iin Klaim Kriminalitas Tidak Lebih Tinggi dari Wilayah Lain

News | Senin, 01 Juni 2026 | 16:19 WIB

PT MMSGI Tegaskan PT MMS yang Diperiksa Bareskrim Bukan Bagian dari Grup Mereka

PT MMSGI Tegaskan PT MMS yang Diperiksa Bareskrim Bukan Bagian dari Grup Mereka

News | Senin, 01 Juni 2026 | 16:13 WIB

Awas Macet! Jalan Lenteng Agung Arah Depok Ditutup Sore Ini, Rute Transjakarta Dipangkas

Awas Macet! Jalan Lenteng Agung Arah Depok Ditutup Sore Ini, Rute Transjakarta Dipangkas

News | Senin, 01 Juni 2026 | 16:01 WIB

Api Misterius di Sleman Bukan Dipicu Metana? Peneliti UGM Soroti Peran Gas Hidrogen

Api Misterius di Sleman Bukan Dipicu Metana? Peneliti UGM Soroti Peran Gas Hidrogen

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kasus Korupsi Gus Yaqut Dilimpahkan ke Pengadilan Usai Musim Haji

Kasus Korupsi Gus Yaqut Dilimpahkan ke Pengadilan Usai Musim Haji

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:43 WIB

Teror Api Misterius Sleman: Sampel Gas Jadi Kunci, Baju Bisa Terbakar Sendiri

Teror Api Misterius Sleman: Sampel Gas Jadi Kunci, Baju Bisa Terbakar Sendiri

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar Baik! Jalur Lenteng Agung yang Amblas Bisa Dilalui Normal Besok Pagi

Kabar Baik! Jalur Lenteng Agung yang Amblas Bisa Dilalui Normal Besok Pagi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:23 WIB

Kasus Korupsi Haji, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketum Kesthuri ke Sel

Kasus Korupsi Haji, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketum Kesthuri ke Sel

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:16 WIB