Harga Emas Jatuh Parah Selama Perang AS - Iran Kembali Meletus

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:30 WIB
Harga Emas Jatuh Parah Selama Perang AS - Iran Kembali Meletus
Konflik Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak hingga menekan harga emas ke bawah US$4.000.
baca 10 detik
  • Harga emas dunia melosot hingga 1,9 persen menjadi US$3.983 per ons akibat ketegangan geopolitik.

  • Konflik Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak yang mengancam stabilitas inflasi global global.

  • Prospek suku bunga tinggi Amerika Serikat melemahkan daya tarik investasi emas dan perak.

Suara.com - Harga emas dunia ambruk hingga ke bawah level psikologis 4.000 dolar AS per ons pada perdagangan Kamis. Penurunan tajam ini dipicu oleh kecemasan pasar terhadap lonjakan inflasi menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah.

Emas melemah sebesar 1,9 persen menuju angka 3.983 dolar AS per ons pada pukul 13.10 GMT. Kejatuhan ini menandai pudarnya kilau logam mulia yang biasanya menjadi aset aman saat terjadi krisis geopolitik.

Komoditas perak bahkan mencatat koreksi lebih dalam sebesar 3,6 persen ke posisi 55.67 dolar AS per ons. Tekanan besar pada perak terjadi karena tingginya biaya energi berpotensi melumpuhkan aktivitas industri global.

Ilustrasi Harga Emas [Suara.com/HD diedit dengan AI]
Ilustrasi Harga Emas [Suara.com/HD diedit dengan AI]

Aksi militer Amerika Serikat yang menyerang target-target Iran pada Rabu memperpanjang ketegangan di jalur pasokan energi dunia. Situasi tersebut langsung mendongkrak harga minyak mentah dan menyalut kekhawatiran inflasi baru.

"Teheran telah memberikan sinyal kesediaan untuk melanjutkan negosiasi," kata Presiden AS Donald Trump, dikutip dari Anadolu, JUmat (17/7/2026).

Namun, ketidakpastian tetap tinggi setelah kesepakatan damai sementara bulan lalu justru berantakan.

Lonjakan harga energi memicu ekspektasi bahwa inflasi global akan kembali berakselerasi dalam waktu dekat. Spekulasi ini memutarbalikkan fungsi protektif logam mulia di mata para investor.

Tingginya inflasi berpotensi memaksa Bank Sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kebijakan moneter yang ketat otomatis menggerus daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil langsung.

Padahal, logam mulia sempat mendapatkan angin segar dari rilis data inflasi Amerika Serikat yang melunak. Kondisi makroekonomi tersebut awalnya diprediksi mampu menopang pergerakan harga komoditas dalam jangka pendek.

baca juga

Indeks harga produsen Amerika Serikat di luar dugaan merosot pada Juni untuk pertama kalinya dalam setahun. Penurunan performa ekonomi ini terjadi menyusul melemahnya laporan inflasi konsumen di negara tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara

Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:21 WIB

Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran

Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:09 WIB

Perang Makin Panas! Iran Bombardir Teman-teman Amerika, Pangkalan Jet Tempur Habis!

Perang Makin Panas! Iran Bombardir Teman-teman Amerika, Pangkalan Jet Tempur Habis!

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:24 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×