Alasan Luhut Pilih Perusahaan Asing Kelola Toilet di Danau Toba

Erick Tanjung | Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 19 Februari 2021 | 20:36 WIB
Alasan Luhut Pilih Perusahaan Asing Kelola Toilet di Danau Toba
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan (Dok. Humas Kemenko Marves)

Suara.com - Deputi Bidang Koordinasi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo RM Manuhutu membeberkan alasan pemerintah menggandeng Mister Loo kelola toilet di Danau Toba.

Menurut Odo, toilet yang ada di Danau Toba kurang layak untuk wisatawan, bahkan tak manusiawi, mulai dari tak ada atap hingga tak ada air. Sehingga pemerintah memilih pengelola toilet Internasional.

"Nah salah satu hal yang kami perhatikan itu ada foto-fotonya adalah toilet-toilet umum itu sangat tidak manusiawi," ujar Odo dalam sebuah diskusi secara virtual, Jumat (19/2/2021).

Odo melanjutkan, indeks pariwisata Indonesia juga rendah dari sisi kualitas toilet. Kualitas toilet di tempat wisatawan kalah dibandingkan negara tetangga.

"Nilainya di bawah 4. Nah itu jauh di bawah seperti negara Malaysia, Thailand atau Vietnam. Jadi konteksnya seperti itu," ujarnya.

Maka dari itu, kata Odo, pemerintah menggandeng Mister Loo agar bisa mengelola toilet di tempat wisata. Namun penunjukkan itu sifatnya mengajak Mister Loo untuk bisa membangun toilet yang layak.

"Jadi tidak ada istilah menunjuk tetapi lebih tepat mengajak mereka untuk berpartisipasi. Kenapa Mister Loo? Tentu saja kami semua terbuka untuk mendorong perbaikan sarana prasarana toilet umum yang juga dilakukan dari teman-teman PUPR, dan juga dari Kemenparekraf," ucapnya.

Odo menambahkan, kerja sama dengan Mister Loo juga karena perusahaan asing tersebut dinilai pemerintah sangat baik dalam mengelola toilet.

Ia pun berharap dengan adanya pengelolaan toilet oleh Mister Loo, toilet di tempat wisata khususnya Danau Toba bisa seperti di mal.

"Kebetulan saja ada Mister Loo yang memiliki standar tertentu mari kita gunakan standar yang terbaik. Sehingga bisa wisatawan domestik atau internasional pada saat melakukan kunjungan ke spot-spot paling tidak memperoleh pelayanan yang prima," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke Danau Toba untuk melihat kemajuan infrastruktur di tempat pariwisata yang masuk kategori super prioritas. Dalam kunjungan itu, salah satunya Luhut meninjau pembangunan 25 toilet yang di sekitar Danau Toba.

Menurutnya, pembangunan 25 toilet ini merupakan bagian tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR).

"Ada 25 toilet yang dibangun di spot turis di Toba, dan ini dari CSR dari beberapa perusahaan," ujar Luhut dalam videonya yang dikutip Suara.com dari Instragram pribadi @luhut.pandjaitan, Senin (15/2).

Dalam pembangunan 25 toilet itu, mantan Kepala Staf Presiden juga menggandeng pengelola toilet internasional yaitu Mister Loo, supaya toilet di Danau Toba tetap bersih dan nyaman untuk turis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luhut Sebut Jangan Tebang Hutan untuk Stok Air, HNW: Imbauan atau Hiburan?

Luhut Sebut Jangan Tebang Hutan untuk Stok Air, HNW: Imbauan atau Hiburan?

Hits | Jum'at, 19 Februari 2021 | 14:43 WIB

Warganet Sebut Luhut Gagal Usai India Umumkan Pabrik Baru untuk Tesla

Warganet Sebut Luhut Gagal Usai India Umumkan Pabrik Baru untuk Tesla

Jogja | Kamis, 18 Februari 2021 | 10:16 WIB

Luhut Umumkan Kepengurusan PB PASI Periode 2021-2025

Luhut Umumkan Kepengurusan PB PASI Periode 2021-2025

Sport | Selasa, 16 Februari 2021 | 13:01 WIB

Terkini

Rumah Saksi Kasus Ijon Bekasi Dibakar, Eks Penyidik KPK: Teror Serius terhadap Pemberantasan Korupsi

Rumah Saksi Kasus Ijon Bekasi Dibakar, Eks Penyidik KPK: Teror Serius terhadap Pemberantasan Korupsi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:44 WIB

Gantikan Anwar Usman Jadi Hakim MK, Liliek Prisbawono Punya Harta Rp5,9 Miliar

Gantikan Anwar Usman Jadi Hakim MK, Liliek Prisbawono Punya Harta Rp5,9 Miliar

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:38 WIB

Pembahasan RUU Perampasan Aset Kembali Bergulir, Dinilai Tepat Usai KUHAP Baru Berlaku

Pembahasan RUU Perampasan Aset Kembali Bergulir, Dinilai Tepat Usai KUHAP Baru Berlaku

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:37 WIB

Deddy Sitorus Respons Ajakan Gibran Ngantor di IKN: Dengan Senang Hati, Tapi Masalahnya...

Deddy Sitorus Respons Ajakan Gibran Ngantor di IKN: Dengan Senang Hati, Tapi Masalahnya...

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:33 WIB

Kronologi Ahmad Sahroni Diperas Rp 300 Juta oleh Oknum yang Mengatasnamakan KPK

Kronologi Ahmad Sahroni Diperas Rp 300 Juta oleh Oknum yang Mengatasnamakan KPK

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:27 WIB

Resmi Dilantik Jadi Ketua Ombudsman 20262031, Hery Susanto Siap Benahi Internal Lembaga

Resmi Dilantik Jadi Ketua Ombudsman 20262031, Hery Susanto Siap Benahi Internal Lembaga

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:23 WIB

Tradisi Taklimat Prabowo Dinilai Perkuat Koordinasi Pemerintahan

Tradisi Taklimat Prabowo Dinilai Perkuat Koordinasi Pemerintahan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:18 WIB

Wacana Pelarangan Vape di Indonesia, Apa Sebenarnya yang Terjadi dan Apa Risikonya?

Wacana Pelarangan Vape di Indonesia, Apa Sebenarnya yang Terjadi dan Apa Risikonya?

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:16 WIB

Momen Prabowo Berdiri di Hadapan 'Gunungan' Uang Rp11,4 Triliun di Kejagung

Momen Prabowo Berdiri di Hadapan 'Gunungan' Uang Rp11,4 Triliun di Kejagung

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:15 WIB

Bukan Main! Rp11,4 Triliun Uang Mafia Hutan Masuk Kantong Negara, Disaksikan Presiden Prabowo

Bukan Main! Rp11,4 Triliun Uang Mafia Hutan Masuk Kantong Negara, Disaksikan Presiden Prabowo

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:56 WIB