Sekolah Tutup karena Pandemi Covid-19, Gadis Remaja Jadi Guru Dadakan

Siswanto, BBC

Sabtu, 20 Februari 2021 | 16:23 WIB
Sekolah Tutup karena Pandemi Covid-19, Gadis Remaja Jadi Guru Dadakan
BBC

Suara.com - Valeria Torres tak pernah berharap menjadi seorang guru dadakan, namun inilah yang terjadi pada perempuan 16 tahun di Venezuela.

Setelah sekolah-sekolah ditutup pada Maret 2020 di tengah kebijakan pembatasan sosial Covid-19, banyak siswa harus belajar dari rumah membuat pendidikan mereka berantakan.

Salah satu sepupu Valeria datang meminta bantuan mengerjakan PR, lalu yang lainnya ikut muncul dan tak lama kemudian para tetangganya juga berdatangan.

Valeria menciptakan semacam ruang kelas di rumahnya di Maracay, Venezuela bagian tengah-utara. Dia menempatkan meja makan di dekat pintu depan, satu-satunya tempat di rumah yang mendapat pencahayaan alami.

Di sana, di antara tumpukan buku dan buku catatan, dia berbincang dengan BBC di sela menunggu siswa berikutnya.

Pahlawan Pekerjaan Rumah

"Sepupu-sepupu saya tidak paham dengan PR mereka, mereka butuh bantuan. Saya bisa membantu mereka dan saya lakukan itu. Tapi kemudian banyak siswa lain yang mulai berdatangan," katanya sambil membereskan PR-nya sendiri, yang sudah memasuki tenggat waktu untuk dikumpulkan.

Valeria tinggal bersama ibunya, saudara laki-laki dan lima orang lainnya di sebuah rumah kecil beratap seng di La Pedrera, sebuah permukiman di pinggiran Maracay (100 kilometer sebelah barat Ibu Kota Caracas).

Pada satu kesempatan, dia memiliki 10 siswa, termasuk beberapa teman sekelasnya.

Pada Desember kemarin, dia sempat kelelahan. "Ada banyak yang harus dikerjakan, selain tugas-tugas saya, sehingga saya merasa tak bisa melanjutkannya. Tapi saya tak boleh berhenti," ujarnya.

baca juga

Lalu, Valeria memutuskan akan lebih baik untuk mengajari mereka satu per satu.

"Ini sulit untuk mengajarkan mereka sekaligus. Jadi saya tanya ke mereka kapan PR mereka harus diselesaikan, dan mulai dengan mereka yang memiliki tenggat waktu paling dekat. Saya berusaha untuk membantu seorang anak tiap hari, dan meluangkan waktu untuk PR saya sendiri," kata Valeria.

Sepertinya tak ada yang mampu mematahkan konsentrasinya: ayam berkokok dan mematuk-matuk lantai tanah, anak-anak yang berlarian, keributan dari dapur saat ibu mempersiapkan makanan. Valeria menatap buku catatannya melalui kaca mata berbingkai hitam tebal.

Siswa paling muda yang ia bantu berusia 4 tahun, dan yang paling tua berusia 16 tahun. Sama seperti dirinya, mereka sudah hampir setahun tidak bersekolah.

Pembelajaran jarak jauh di Venezuela belum berhasil dan sekolah-sekolah kemungkinan tidak bisa segera dibuka.

Pada pengumuman terakhir Presiden Nicolás Maduro, sekolah akan kembali dibuka pada Maret ini, meskipun durasi belajar dikurangi dari biasanya.

"Kami mengendalikan pandemi selangkah demi selangkah, dengan prosedur yang aman untuk melindungi orang-orang dari virus, sambil menunggu kedatangan vaksin," kata Presiden Maduro, mengacu pada 100.000 dosis Sputnik V yang akan dikirim dari Rusia.

Vaksinasi pertama - dari total 10 juta unit telah disetujui Moskow - sedang diberikan kepada tenaga kesehatan dan kelompok rentan.

Belajar secara daring dan televisi nasional

Sebanyak 1.285 orang di Venezuela meninggal akibat Covid-19.

Seperti negara lainnya, pihak berwenang Venezuela memutuskan untuk menawarkan pembelajaran online dan pembelajaran melalui televisi nasional yang materinya sudah direkam sebelumnya.

"Jangan khawatir, setiap keluarga, satu sekolah. Kita akan menjaga pendidikan negara ini melalui pembelajaran online dan jarak jauh," kata Presiden Maduro pada September lalu.

Dan pada Januari ini, Menteri Pendidikan Venezuela Aristóbulo Istúriz mengatakan: "Pendidikan jarak jauh akan memberikan segalanya, benar-benar segalanya, semua platfrom komunikasi, termasuk digital, televisi, radio, jejaring sosial. Kita memperoleh pengalaman, karena kita tidak siap, tapi kita telah membuat kemajuan."

Tapi banyak warga Venezuela, mengatakan kenyataannya tidak sesuai dengan janji-janji tersebut. Mereka mengeluhkan keterbatasan akses internet yang mumpuni di seluruh wilayah, dan konten pelajaran yang buruk.

"Antara 80 hingga 90% siswa telah terdampak oleh sistem pendidikan yang tidak berfungsi," kata Orlando Alzuru, Presiden Federasi Guru Venezuela kepada BBC Mundo.

Sistem pendidikan Venezuela, dengan 7 juta siswa, sudah dalam kondisi buruk sebelum pandemi, karena resesi ekonomi yang telah mempengaruhi negara itu beberapa tahun terakhir.

"Pembelajaran jarak jauh tidak cocok untuk Venezuela, Ini program menghambur-hamburkan uang negara," tambah Alzuru yang bertanya-tanya bagaimana ini dapat berhasil diterapkan di negara yang rutin mati lampu, jaringan internet yang buruk, dan banyak keluarga dan guru tak mampu membeli perangkat pembelajaran.

BBC Mundo menghubungi otoritas pendidikan Venezuela untuk menanyakan soal pembelajaran jarak jauh, tapi mereka tak menanggapi permintaan ini.

Sebuah ponsel dan sedikit uang

Valeria dan para muridnya, seperti kebanyakan anak-anak di Venezuela, pembelajaran melalui televisi bukanlah sebuah pilihan, begitupun dengan pembelajaran online, karena mereka tak memiliki kuota internet di rumah.

Guru dadakan ini mengatakan, dia selalu menjadi murid yang sangat disiplin. Dia memiliki daftar tugas yang disematkan di lemari pendingin dengan menggunakan magnet, dan dia telah menandai empat dari sepuluh tugas yang harus diselesaikan.

"Saya tak punya banyak waktu senggang," katanya. Sebagian besar waktunya digunakan untuk belajar mengerjakan PR sendiri dan komitmennya untuk membantu siswa lain. "Tapi kalau saya bisa, saya akan gunakan untuk bertemu teman-teman atau tidur."

Salah satunya adalah Valery Castañeda yang berusia 13 tahun yang datang untuk menyapa. Karena hari ini adalah Sabtu, para remaja ini mengambil kesempatan untuk mengejar ketinggalan.

"Kami datang ke sini untuk mengerjakan PR," kata Valery, yang baru masuk ke sekolah menengah ketika pandemi melanda. Sejak sekolahnya tutup, ia mengaku belum pernah mendapat pelajaran sekolah.

"Guru saya tidak mengajarkan saya apa pun. Dia hanya mengirimkan tugas rumah melalui WhatsApp," kata Valery. Dia tak punya internet di rumah dan ibunya tak bisa membantu banyak, jadi ia bergantung pada Valeria.

Bantuan utama dari Valeria adalah ponsel: tiap hari ia menghabiskan satu dolar - setara dengan gaji bulanannya - untuk mengisi data internet.

Dan dia sangat berhati-hati untuk menggunakannya - ini satu-satunya hal yang bisa membantu dirinya dan siswanya untuk mencari informasi mengenai topik yang harus mereka pelajari.

"Kuota internet ini tidak cukup melakukan semua riset saya dan siswa yang saya bantu. Ini benar-benar sulit," kata Valeria dan mematikan data di ponselnya dengan segera setelah ia selesai menggunakannya.

Ibu Valeria, Laura Guzmán adalah seorang penata rambut, tapi ia tak memiliki salon sendiri tak punya penghasilan tetap.

"Meskipun di masa pandemi dengan pengeluaran rumah tangga yang tinggi, kadang-kada orang tua lainnya membantu Valeria, memberikan uang sehingga dia bisa tetap menggunakan internet melalui ponselnya," kata Laura.

Valeria mengatakan, dia tak pernah mengharapkan bayaran dari mengajarkan anak-anak, tapi kadang-kadang bantuan berupa uang sangat membantu.

"Terkadang, saya ingin makan sesuatu, atau sedang tak ada makanan untuk semua orang. Saya tak bisa egois, dan saya berikan uang ini kepada ibu saya, sehingga dia bisa membelikan makanan."

Valentina, kakak tertua Valeria, berada di Chile, dan setiap bulan dia mengirimkan uang kepada ibunya sebesar US$30 dolar (sekitar Rp420 ribu), untuk membayar sewa rumah kecil di La Pedrera.

Tapi Valeria mengatakan, dia takut untuk pergi.

Dia juga takut "mengetahui bahwa saya tak tahu apa-apa ketika masuk universitas," karena pembelajaran tersendat-sendat selama pandemi.

Dia berharap untuk kembali ke sekolah, dan memiliki impian yang jelas mengenai apa yang ingin ia lakukan setelah keluar dari sekolah: dia ingin menjadi seorang pengacara.

"Saya tidak ingin menjadi seorang guru. Saya tidak sabaran mengajar anak-anak," kata Valeria sambil tersenyum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bertahap Selama 3 Tahun, Menkeu Purbaya Ungkap Skema Angkat Guru PPPK Jadi PNS

Bertahap Selama 3 Tahun, Menkeu Purbaya Ungkap Skema Angkat Guru PPPK Jadi PNS

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:56 WIB

Guru PPPK Senior Terancam Kalah dari Fresh Graduate? Muncul Usul Masa Kerja Jadi Penentu Seleksi PNS

Guru PPPK Senior Terancam Kalah dari Fresh Graduate? Muncul Usul Masa Kerja Jadi Penentu Seleksi PNS

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Pengamat UGM Soroti Ancaman Sentralisasi dan Beban APBN

Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Pengamat UGM Soroti Ancaman Sentralisasi dan Beban APBN

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 20:30 WIB

Purbaya Siapkan Anggaran Rp 31 Triliun buat Angkat Guru PPPK Jadi PNS

Purbaya Siapkan Anggaran Rp 31 Triliun buat Angkat Guru PPPK Jadi PNS

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:02 WIB

Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027

Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Dukung Guru PPPK Diangkat Jadi PNS, Legislator PDIP Minta Wilayah 3T dan NTT Jadi Prioritas

Dukung Guru PPPK Diangkat Jadi PNS, Legislator PDIP Minta Wilayah 3T dan NTT Jadi Prioritas

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:46 WIB

Pidato Prabowo Tak Beri Kepastian, 20 Ribu PPPK Paruh Waktu Siap Geruduk Istana

Pidato Prabowo Tak Beri Kepastian, 20 Ribu PPPK Paruh Waktu Siap Geruduk Istana

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:12 WIB

Purbaya Jamin Status Guru PPPK ke PNS Tak Ganggu Anggaran, Defisit APBN Tetap 2,4%

Purbaya Jamin Status Guru PPPK ke PNS Tak Ganggu Anggaran, Defisit APBN Tetap 2,4%

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Transisi Status PPPK Dimulai Awal 2027, Komisi X DPR Minta Para Guru Tak Lagi Resah

Transisi Status PPPK Dimulai Awal 2027, Komisi X DPR Minta Para Guru Tak Lagi Resah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, P2G Soroti Risiko Redistribusi Tak Akurat

Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, P2G Soroti Risiko Redistribusi Tak Akurat

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Terkini

Gunung Ungaran Disiapkan Jadi PLTP, Potensi Panas Bumi Capai 55 MW

Gunung Ungaran Disiapkan Jadi PLTP, Potensi Panas Bumi Capai 55 MW

Foto | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Ulasan The Book You Wish Your Parents Had Read: Belajar Menjadi Orang Tua dari Kesalahan Masa Lalu

Ulasan The Book You Wish Your Parents Had Read: Belajar Menjadi Orang Tua dari Kesalahan Masa Lalu

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Manggarai Waspada Mecet! Ada Peresmian LRT Jakarta, Warga Bisa Gunakan Jalur Alternatif Ini

Manggarai Waspada Mecet! Ada Peresmian LRT Jakarta, Warga Bisa Gunakan Jalur Alternatif Ini

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:22 WIB

Bolehkah Pelajar Tidak Ikut TKA? Ini Penjelasan Resmi BKPDM Kemendikdasmen

Bolehkah Pelajar Tidak Ikut TKA? Ini Penjelasan Resmi BKPDM Kemendikdasmen

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:20 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas, Investor Cermati Serok Saham Ini

IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas, Investor Cermati Serok Saham Ini

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:16 WIB

Cara Membersihkan Kerak Gosong di Bagian Bawah Rice Cooker, Efektif Tanpa Merusak Pelat Pemanas

Cara Membersihkan Kerak Gosong di Bagian Bawah Rice Cooker, Efektif Tanpa Merusak Pelat Pemanas

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:15 WIB

IHSG Diramal Rebound! Ini Daftar Saham Pilihan Analis untuk Trading Hari Ini

IHSG Diramal Rebound! Ini Daftar Saham Pilihan Analis untuk Trading Hari Ini

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:03 WIB

Askrindo Kawal Proyek Rp261,9 T, Dari Whoosh Hingga IKN

Askrindo Kawal Proyek Rp261,9 T, Dari Whoosh Hingga IKN

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Ketika Kecantikan Menjadi Komoditas: Membaca Belantik karya Ahmad Tohari

Ketika Kecantikan Menjadi Komoditas: Membaca Belantik karya Ahmad Tohari

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Legalitas Jadi Kunci UMKM Naik Kelas, Pemerintah Siapkan Layanan Usaha dalam Satu Lokasi

Legalitas Jadi Kunci UMKM Naik Kelas, Pemerintah Siapkan Layanan Usaha dalam Satu Lokasi

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:53 WIB

×