Kudeta Myanmar: Facebook, Instagram Melarang Pihak Militer

Siswanto, BBC

Jum'at, 26 Februari 2021 | 07:48 WIB
Kudeta Myanmar: Facebook, Instagram Melarang Pihak Militer
BBC

Suara.com - Facebook telah melarang militer Myanmar dan afiliasinya dari platform media sosial tersebut.

Raksasa media sosial asal Amerika Serikat itu mengatakan langkah tersebut diambil setelah pihaknya memutuskan "risiko membiarkan Tatmadaw [militer Myanmar] di Facebook dan Instagram terlalu besar".

Militer Myanmar menggunakan Facebook untuk menguatkan klaimnya atas kecurangan dalam pemilu 2020.

Setengah dari populasi Myanmar menggunakan Facebook, yang bagi banyak orang merupakan identik dengan internet.

Facebook baru saja beberapa hari lalu melarang halaman utama militer karena melanggar pedomannya menyusul kudeta 1 Februari.

Sejak militer merebut kekusaan, mereka telah menangkap pengunjuk rasa, memerintahkan untuk mematikan internet dan juga melarang platform media sosial - termasuk Facebook.

Facebook mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu (24/02) malam bahwa mereka melihat "perlunya larangan ini" menyusul "berbagai peristiwa sejak kudeta 1 Februari, termasuk kekerasan mematikan".

Setidaknya tiga pengunjuk rasa dan satu polisi tewas dalam kekerasan dalam aksi unjuk rasa menentang kudeta, yang menggulingkan pemerintah terpilih di Myanmar.

Facebook juga mengatakan akan melarang entitas komersial yang terkait dengan Tatmadaw untuk beriklan di platform tersebut dan menambahkan bahwa larangan ini akan segera berlaku hingga jangka waktu yang "tidak ditentukan".

baca juga

Ia menambahkan bahwa larangan tersebut tidak akan mencakup kementerian dan lembaga pemerintah yang terlibat dalam layanan publik, seperti Kementerian Kesehatan dan Pendidikan.

Militer dan internet

Protes berlangsung hampir setiap hari di jalan-jalan Myanmar, yang juga dikenal sebagai Burma.

Aksi unjuk rasa terus berlanjut meski ada ancaman terselubung pada awal pekan ini oleh penyiar yang terkait dengan militer yang menyarakan akan menggunakan kekuatan mematikan terhadap demonstran.

Kritikus juga mengatakan militer mencoba membasmi perbedaan pendapat secara online, dengan mematikan akses ke internet secara berkala. Hal itu juga memblokir sementara akses ke Facebook sebelumnya.

Pasal 77 Undang-Undang Telekomunikasi Myanmar, yang disahkan pada 2013, digunakan oleh pemerintah untuk memutus telekomunikasi selama keadaan darurat nasional.

Para aktivis selama bertahun-tahun telah meningkatkan kewaspadaan tentang peran Facebook dalam menyebarkan ujaran kebencian di Myanmar.

Jauh sebelum kudeta terbaru ini, muncul kekhawatiran bahwa Facebook memiliki kemampuan untuk memperkuat ketegangan agama di negara yang mayoritas beragama Buddha itu.

Pada tahun 2014, biksu ekstremis anti-Muslim, Ashin Wirathu, membagikan sebuah postingan yang menuduh seorang gadis Buddha telah diperkosa oleh pria Muslim. Itu menjadi viral di Facebook.

Beberapa hari kemudian, gerombolan massa mendatangi mereka yang dituduh terlibat dan dua orang tewas akibat kekerasan yang pecah. Investigasi polisi kemudian menemukan bahwa tuduhan biksu itu telah sepenuhnya dibuat-buat.

Pada 2017, Facebook kembali disorot karena perannya dalam kekerasan terhadap minoritas Rohingya.

Sebuah laporan Reuters menemukan lebih dari 1.000 unggahan, komentar dan gambar di Facebook menyerang Rohingya dan Muslim.

Panglima Angkatan Darat Min Aung Hlaing - yang sekarang adalah penguasa militer negara itu - ditemukan telah menyebut Rohingya sebagai "Bengali" - yang memperkuat dugaan bahwa mereka adalah imigran dari Bangladesh meskipun banyak yang telah berada di negara itu selama beberapa generasi.

Facebook akhirnya melarang Min Aung Hlaing dan sejumlah tokoh militer terkenal lainnya. Ini adalah pertama kalinya Facebook melarang pemimpin militer atau politik suatu negara.

Sebuah laporan PBB pada tahun 2018 menemukan Facebook "lambat dan tidak efektif" dalam menangani ujaran kebencian. "Sejauh mana posting dan pesan Facebook telah menyebabkan diskriminasi dan kekerasan di dunia nyata harus diperiksa secara independen dan menyeluruh," katanya.

Facebook kemudian juga mengakui bahwa banyak orang di Myanmar mengandalkan platform untuk informasi, "lebih dari di hampir semua negara lain".


Myanmar - dasar-dasarnya

  • Myanmar, juga dikenal sebagai Burma, merdeka dari Inggris pada tahun 1948. Untuk sebagian besar sejarah modernnya, Myanmar berada di bawah kekuasaan militer.
  • Pembatasan mulai dilonggarkan sejak 2010 dan seterusnya, yang mengarah pada pemilihan bebas pada 2015 dan pelantikan pemerintahan yang dipimpin oleh pemimpin oposisi veteran Aung San Suu Kyi pada tahun berikutnya.
  • Pada tahun 2017, militan dari kelompok etnis Rohingya menyerang pos polisi, dan tentara Myanmar serta gerombolan Buddha setempat menanggapinya dengan tindakan keras yang mematikan, yang dilaporkan menewaskan ribuan orang Rohingya. Lebih dari setengah juta warga Rohingya melarikan diri melintasi perbatasan ke Bangladesh, dan PBB kemudian menyebutnya sebagai "contoh buku teks tentang pembersihan etnis"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Instagram Story Viewer Terbaik untuk Melihat Story Tanpa Ketahuan

10 Instagram Story Viewer Terbaik untuk Melihat Story Tanpa Ketahuan

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 09:20 WIB

Sudah Cerai, Kenapa Erin Masih Pakai Nama 'Taulany' di Instagram? Ternyata Ini Alasannya

Sudah Cerai, Kenapa Erin Masih Pakai Nama 'Taulany' di Instagram? Ternyata Ini Alasannya

Entertainment | Selasa, 22 September 2026 | 11:14 WIB

Ganti Username Instagram Centang Biru, Berapa Lama Prosesnya? Ini Ketentuannya

Ganti Username Instagram Centang Biru, Berapa Lama Prosesnya? Ini Ketentuannya

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 10:36 WIB

Modus Olah Oli Bekas Jadi Bening, Pabrik Oli Palsu Cengkareng Untung Rp864 Juta

Modus Olah Oli Bekas Jadi Bening, Pabrik Oli Palsu Cengkareng Untung Rp864 Juta

News | Selasa, 01 September 2026 | 20:55 WIB

Jebakan Repost di Instagram: Saat Kepedulian Sosial Berakhir Menjadi Validasi Digital

Jebakan Repost di Instagram: Saat Kepedulian Sosial Berakhir Menjadi Validasi Digital

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:52 WIB

Kenapa Video Story Instagram Patah-Patah? Ini 5 Cara Jitu Bikin Jernih dan Mulus Lagi

Kenapa Video Story Instagram Patah-Patah? Ini 5 Cara Jitu Bikin Jernih dan Mulus Lagi

Tekno | Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:04 WIB

Tak Sekadar Batasi Konten, Instagram Mulai Beri Peringatan Saat Remaja Cari Istilah Berbahaya

Tak Sekadar Batasi Konten, Instagram Mulai Beri Peringatan Saat Remaja Cari Istilah Berbahaya

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:29 WIB

17 Caption 17 Agustus Singkat Aesthetic untuk Instagram

17 Caption 17 Agustus Singkat Aesthetic untuk Instagram

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:20 WIB

25 Ide Caption Instagram Hari Pramuka 2026 yang Kreatif dan Menarik

25 Ide Caption Instagram Hari Pramuka 2026 yang Kreatif dan Menarik

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:34 WIB

India Tuntut Mark Zuckerberg Minta Maaf Setelah Video Perdana Menterinya Dibatasi di Facebook

India Tuntut Mark Zuckerberg Minta Maaf Setelah Video Perdana Menterinya Dibatasi di Facebook

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Terkini

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:00 WIB

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Sport | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

×