alexametrics

Geng Motor Alay yang Viral karena Bawa Celurit Akhirnya Keok Diciduk Polisi

Iwan Supriyatna
Geng Motor Alay yang Viral karena Bawa Celurit Akhirnya Keok Diciduk Polisi
Ilustrasi komplotan geng motor. [ANTARA/Andre Angkawijaya]

Anggota geng motor "All Star" yang membawa senjata tajam di Kota Serang Timur diamankan kepolisian karena telah meresahkan masyarakat.

Suara.com - Anggota geng motor "All Star" yang membawa senjata tajam di Kota Serang Timur diamankan kepolisian karena telah meresahkan masyarakat.

"Kami mengamankan 10 orang dari 36 pelaku dan menyita barang bukti berupa celurit," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten Kombes Martri Sonny ditulis Senin (8/3/2021).

Penangkapan geng motor "All Star" itu berkat kerja keras Polda Banten dan Polres Serang setelah viral di media sosial dengan memamerkan aneka senjata tajam dan mengancam beberapa warga pada Sabtu (6/3) pukul 03.00 WIB dini hari.

Petugas kini mengamankan 10 orang dari 36 pelaku kawanan geng motor "All Star" dan ditetapkan menjadi tersangka pelaku teror.

Baca Juga: Polisi Bekuk Anggota Geng Motor yang Viral Bawa Celurit di Serang

Para tersangka itu melakukan konvoi bersama ratusan anggota lainnya dan bergerak dari Kemang menuju SMPN 16 untuk menjemput lima anggota geng motor.

Setelah itu, kata dia, mereka bergabung menuju Kilasah Kasemen ke Trondol dan terakhir di lampu merah Ciceri dekat Carrefour memblok jalan sambil mengacungkan senjata tajam yang viral di media sosial.

Motif sementara hasil dari penyidikan yakni aksi balas dendam, karena dua bulan lalu kelompoknya dianiaya atau dibacok.

"Perencanaan aksi itu melalui komunikasi menggunakan media sosial Grup WhatsApp geng motor "All Star" untuk melakukan balas dendam," katanya menjelaskan.

Ia mengatakan, petugas kepolisian kini menyita beberapa barang bukti berupa handphone dan tujuh senjata tajam yang akan dilakukan untuk aksi pengeroyokan.

Baca Juga: Geng Motor di Sukabumi Berulah Lagi, Anggota Pemuda Pancasila Dibacok

Dari 10 pelaku yang diamankan itu di antaranya satu pelaku sebagai daftar pencarian orang (DPO) atas peristiwa pengeroyokan pada orang lain sekitar Januari 2021.

Komentar