Dedi Mulyadi Jemput 13 Korban LC di NTT, Pastikan Proses Hukum Tetap Berlanjut!

Bella | Suara.com

Senin, 23 Februari 2026 | 15:34 WIB
Dedi Mulyadi Jemput 13 Korban LC di NTT, Pastikan Proses Hukum Tetap Berlanjut!
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara resmi memperluas kebijakan penghentian sementara (moratorium) penerbitan izin pembangunan perumahan. (Suara.com/Rochmat)
  • Gubernur Jawa Barat melakukan penjemputan mendadak 13 korban TPPO di Sikka, NTT, pada Senin (23/2/2026).
  • Pihak TRUK F meminta jaminan hukum tertulis agar proses penyidikan kepolisian di Sikka tetap dilanjutkan.
  • Pemprov Jawa Barat diminta terus memfasilitasi pendampingan serta pemberdayaan bagi para korban setelah mereka pulang.

Suara.com - Penjemputan 13 korban yang dipekerjakan sebagai lady companion (LC) dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Pub Eltras, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang kerap disapa dengan sebutan KDM, pada Senin (23/2/2026), mengejutkan pihak pendamping dari rumah aman TRUK F. 

Pasalnya, kedatangan rombongan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut awalnya hanya dikonfirmasi sebagai kunjungan biasa, bukan penjemputan.

Hal tersebut diungkapkan oleh perwakilan dari TRUK F, Ika, yang selama ini mendampingi dan memberikan perlindungan kepada ke-13 korban. Ia mengaku terkejut ketika mengetahui rombongan KDM ternyata telah menyiapkan pesawat charter Susi Air untuk langsung membawa para korban kembali ke Jawa Barat hari itu juga.

“Dia tidak menyampaikan secara terus terang. Karena tadi itu dari pembicaraannya Gubernur dengan anak-anak kan beliau langsung tanya, ‘kalian mau pulang?’ Semuanya bilang mau pulang. Jadi dia langsung memfasilitasi itu. Karena kan pesawat Susi Air juga kan mereka charter, jadi langsung diurus anak-anak itu berangkat lebih dulu,” ungkap Ika dalam konferensi pers daring, Senin (23/2/2026). 

Desak Jaminan Tertulis Proses Hukum

Mengetahui adanya rencana penjemputan mendadak di tengah proses penyidikan kepolisian yang sedang berjalan, Ika langsung mengambil langkah tegas. Ia menarik pihak terkait untuk berdiskusi dan mendesak adanya jaminan hukum secara tertulis.

Ia tidak ingin kepulangan para korban ke Jawa Barat justru menghentikan atau menghambat proses hukum yang sedang diusut oleh Polres Sikka.

"Saya mendesak untuk harus dibuat hitam di atas putih, pernyataan secara tertulis supaya kita memastikan proses hukum ini terus berjalan. Di depan kita semua tadi, Pemda Jawa Barat dan Ibu Dir PPA PPO Polda Jabar menyatakan bersedia memfasilitasi ke-13 anak ini untuk mengikuti seluruh proses hukum," tegas Ika.

Kesepakatan tersebut akhirnya dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima yang ditandatangani pada hari itu juga, disaksikan oleh pihak TRUK F dan salah satu kuasa hukum dari ke-13 korban, Victor Nekur.


Tepis Isu Korban Tak Betah di Shelter

Dalam kesempatan tersebut, Ika juga meluruskan isu yang menyebutkan bahwa para korban ingin pulang karena tidak betah berada di rumah aman TRUK F. Ia membantah keras klaim tersebut dan menjelaskan bahwa alasan utama para korban ingin pulang adalah karena jenuh dengan lambatnya proses hukum. 

“Mereka tidak bilang bahwa mereka tidak betah. Hanya mereka ingin pulang dan ada beberapa yang menunggu proses hukum ini kan lama, jadi itu juga salah satu hal faktor yang mereka ingin pulang," jelasnya.

Ika menegaskan bahwa selama berada di TRUK F, hak-hak dan kebutuhan psikologis korban sangat diperhatikan. Pihaknya tidak pernah menerapkan aturan kaku yang mengekang para korban. 

Sebaliknya, TRUK F justru memfasilitasi pemulihan trauma mereka dengan melibatkan psikolog dari IFTK, UNIPA Maumere, dan UPTD Sikka.

“Jadi kita tidak ‘oke kami ada aturan pagi harus bangun jam berapa sekian-sekian’. Mereka ini kan sejak awal datang, saya sangat menghargai mereka, juga memperhatikan kebutuhan mereka, misalnya mereka ingin tidur dalam jam yang cukup lama karena kan mereka punya jam kerja selama ini kan tidak normal seperti kita yang lain, malam kita tidur merekanya kerja, itu. Jadi saya itu tidak pernah memaksa mereka untuk harus begini, bangun tepat waktu, begini-begini," ungkapnya.

 

Harapan untuk Pemprov Jabar

Meski telah merelakan ke-13 korban kembali ke kampung halamannya, Ika tak dapat menyembunyikan kesedihannya atas proses penjemputan yang terkesan terburu-buru tersebut. Ikatan emosional yang telah terbangun selama masa pendampingan membuat perpisahan itu terasa berat.

"Saya juga tadi itu rasa sedih ya, karena okelah kalian punya warga tapi kan di sini rumah kita sudah menerima mereka lalu tiba-tiba pulang tidak ada satu kata, saya sampai tidak sempat pamit dengan mereka satu per satu itu kan saya rasa hal yang yah menyedihkan karena bukan hanya soal urusan hukum tapi soal ikatan emosional dengan kita itu kan juga sudah ada,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus 13 Pekerja Pub Eltras, Polres Sikka Gelar Penetapan Tersangka Hari Ini

Kasus 13 Pekerja Pub Eltras, Polres Sikka Gelar Penetapan Tersangka Hari Ini

News | Senin, 23 Februari 2026 | 13:09 WIB

Viral Cewek Ingin Jadi LC, Langsung Dapat Nasihat Logis dan Menohok Ini

Viral Cewek Ingin Jadi LC, Langsung Dapat Nasihat Logis dan Menohok Ini

Entertainment | Minggu, 22 Februari 2026 | 22:00 WIB

Polri Bongkar Pola TPPO Berkedok Lowongan Kerja, Korban Dipaksa Bayar untuk Pulang

Polri Bongkar Pola TPPO Berkedok Lowongan Kerja, Korban Dipaksa Bayar untuk Pulang

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 13:35 WIB

Buronan Interpol Rifaldo Aquino Pontoh Aktor TPPO Jaringan Kamboja Ditangkap, Ini Tampangnya

Buronan Interpol Rifaldo Aquino Pontoh Aktor TPPO Jaringan Kamboja Ditangkap, Ini Tampangnya

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 11:30 WIB

Blusukan Pakai Moge Mewah, Intip Pajak Motor Dedi Mulyadi

Blusukan Pakai Moge Mewah, Intip Pajak Motor Dedi Mulyadi

Otomotif | Rabu, 18 Februari 2026 | 12:02 WIB

Viral Sekolah Rusak Parah di NTT, Siswa Tetap Masuk Meski Tanpa Meja Kursi

Viral Sekolah Rusak Parah di NTT, Siswa Tetap Masuk Meski Tanpa Meja Kursi

Video | Rabu, 18 Februari 2026 | 11:05 WIB

Meutia Hatta Soroti Bocah Bunuh Diri di NTT, Minta Istri Pejabat Ikut Ingatkan Pemerintah

Meutia Hatta Soroti Bocah Bunuh Diri di NTT, Minta Istri Pejabat Ikut Ingatkan Pemerintah

News | Senin, 16 Februari 2026 | 14:59 WIB

DPR Kecam Keras Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Itu Praktik Pembungkaman

DPR Kecam Keras Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Itu Praktik Pembungkaman

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:07 WIB

Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar

Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 16:33 WIB

Terjebak Perdagangan Orang, 249 WNI Dipaksa Kerja 18 Jam di KambojaMyanmar

Terjebak Perdagangan Orang, 249 WNI Dipaksa Kerja 18 Jam di KambojaMyanmar

News | Senin, 09 Februari 2026 | 19:11 WIB

Terkini

Nostalgia Masa Kecil Rano Karno, Trem Bakal Hidup Lagi di Kawasan Kota Tua Jakarta

Nostalgia Masa Kecil Rano Karno, Trem Bakal Hidup Lagi di Kawasan Kota Tua Jakarta

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:51 WIB

Pramono Bantah Isu IKJ Pindah ke Kota Tua, Siapkan Ruang Ekspresi Seni ala Amsterdam

Pramono Bantah Isu IKJ Pindah ke Kota Tua, Siapkan Ruang Ekspresi Seni ala Amsterdam

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:50 WIB

Skandal Foto AI di JAKI: Kronologi hingga Pencopotan Lurah Kalisari

Skandal Foto AI di JAKI: Kronologi hingga Pencopotan Lurah Kalisari

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:48 WIB

Polri Bongkar Kasus BBM dan LPG Subsidi, Boni Hargens: Respons Cepat Hadapi Krisis Energi Global

Polri Bongkar Kasus BBM dan LPG Subsidi, Boni Hargens: Respons Cepat Hadapi Krisis Energi Global

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:45 WIB

Meski Mudik 2026 Lebih Lancar, DPR Masih Temukan Masalah di Pelabuhan dan Rest Area Tol

Meski Mudik 2026 Lebih Lancar, DPR Masih Temukan Masalah di Pelabuhan dan Rest Area Tol

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:27 WIB

Dubes Arab Saudi Temui Megawati, Minta Peran Aktif untuk Perdamaian Timur Tengah

Dubes Arab Saudi Temui Megawati, Minta Peran Aktif untuk Perdamaian Timur Tengah

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:27 WIB

Usulan BNN Soal Larangan Vape, DPR: Kalau Memang Ada Risetnya, Itu Bagus

Usulan BNN Soal Larangan Vape, DPR: Kalau Memang Ada Risetnya, Itu Bagus

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:25 WIB

Pimpin Revitalisasi Kawasan, Rano Karno Bakal Berkantor di Kota Tua

Pimpin Revitalisasi Kawasan, Rano Karno Bakal Berkantor di Kota Tua

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:22 WIB

TAUD Ungkap Ada 16 Terduga Pelaku Sipil di Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

TAUD Ungkap Ada 16 Terduga Pelaku Sipil di Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:15 WIB

Sekutu AS Kecam Israel, Desak Gencatan Senjata dengan Iran juga Berlaku di Lebanon

Sekutu AS Kecam Israel, Desak Gencatan Senjata dengan Iran juga Berlaku di Lebanon

News | Kamis, 09 April 2026 | 19:11 WIB