Hacker Baik Dapat Bayaran Rp500 Miliar Berkat Pandemi

Siswanto, BBC

Jum'at, 12 Maret 2021 | 10:52 WIB
Hacker Baik Dapat Bayaran Rp500 Miliar Berkat Pandemi
BBC

Suara.com - Beberapa peretas atau hacker mendapat penghasilan sebesar $40 juta (Rp576,6 miliar) - sebuah rekor - dengan mencari-cari kelemahan dalam perangkat lunak.

Mereka kemudian melaporkan galat atau bug itu melalui salah satu layanan pelaporan galat ternama HackerOne. Jasa pencarian galat dengan imbalan hadiah ini disebut bug bounty.

HackerOne mengatakan sembilan hacker masing-masing mendapatkan lebih dari $1 juta (Rp14,4 miliar) setelah melaporkan temuan mereka ke organisasi terdampak.

Seorang pria Romania, yang baru saja mulai berburu galat atau bug-hunting dua tahun lalu, menyaksikan pendapatan totalnya sejauh ini mencapai $2 juta. Hacker berpenghasilan terbesar di Inggris mendapat $370.000 (Rp5,3 miliar) tahun lalu.

Platform tersebut mengatakan pandemi memberi para relawan lebih banyak waktu untuk melakoni pekerjaan itu.

Survei yang diprakarsai HackerOne mengindikasikan bahwa 38% partisipan menghabiskan lebih banyak waktu untuk meretas sejak wabah Covid-19 dimulai.

'Gemetaran'

Banyak dari hacker yang terlibat bekerja paruh-waktu dan berbasis di puluhan negara berbeda, termasuk AS, Argentina, Cina, India, Nigeria, dan Mesir.

Besaran uang yang diberikan tergantung pada keparahan galat, mulai dari sekitar $140 sampai jauh lebih besar.

HackerOne, yang berbasis di California, mengenakan biaya langganan pada perusahaan yang menggunakan platform-nya.

baca juga

Seorang bug bounty-hunter asal Inggris, Katie Paxton-Fear, yang sehari-hari bekerja sebagai dosen di Universitas Metropolitan Manchester, mengatakan ia berburu galat saat waktu luang.

Walaupun duitnya lumayan, ia berkata ini bukan aktivitas yang bikin cepat kaya.

"Saya dapat sekitar £12.000 (Rp240,4 juta) dalam 12 bulan," ungkapnya kepada BBC.

"Saya ingat menemukan galat pertama saya dan benar-benar gemetaran dan menyadari: 'Wow saya baru saja menyelamatkan banyak orang dari cacat yang cukup besar'."

"Saya tidak hanya menggunakan waktu saya untuk memenangkan hadiah, saya secara aktif membantu mengamankan aplikasi yang saya pakai, jadi bagi saya ini tantangan sekaligus kesempatan untuk berbuat baik."

Platform serupa yang disebut YesWeHack, berbasis di Prancis, mengatakan 22.000 hacker mereka telah melaporkan dua kali lipat jumlah galat pada 2020 daripada tahun sebelumnya.

Mereka tidak mengungkap berapa banyak hadiah uang yang dihasilkan melalui layanannya.

"Mengingat risiko baru dan pentingnya keamanan siber dalam keberlangsungan ekonomi perusahaan, semakin banyak petugas keamanan informasi yang mengandalkan para bug bounty," kata kepala eksekutif YesWeHack Guillaume Vassault- Houlière.

Platform lainnya, BugCrowd, mengatakan mereka menerima peningkatan pelaporan sebesar 50% dalam 12 bulan terakhir.

Skeptis

Program bug bounty komersial semakin populer dalam lima tahun terakhir, namun beberapa pakar berpikir bahwa ada kekurangan dalam sistem program itu sendiri jika ia terlalu diandalkan.

Periset keamanan Victor Gevers, yang memimpin GDI Foundation di Belanda, mengatakan ia tidak pernah menerima uang untuk galat yang ia temukan.

"Kami tidak ikutan dalam bug bounty karena kadang-kadang mereka terlalu sempit dalam cakupannya dan hanya memberi izin untuk mencari galat di tempat-tempat tertentu dalam sistem mereka," ujarnya.

"Kami ingin bisa mencari kelemahan secara etis di tempat yang kami mau, dan mempertahankan independensi kami.

"Tetapi untuk mahasiswa atau peneliti keamanan pemula, maka platform bug bounty komersial ini sangat bagus karena mereka memberikan banyak perlindungan, sumber daya, serta merupakan tempat yang pas untuk memulai."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Wajib Militer, Negara Justru Lebih Butuh Hacker dan Praktisi IT Buat Jadi 'Komcad'

Bukan Wajib Militer, Negara Justru Lebih Butuh Hacker dan Praktisi IT Buat Jadi 'Komcad'

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:35 WIB

Modus Baru Kejahatan Siber Internasional: Tak Lagi Retas Sistem, tapi Manipulasi Korban

Modus Baru Kejahatan Siber Internasional: Tak Lagi Retas Sistem, tapi Manipulasi Korban

News | Minggu, 06 September 2026 | 16:24 WIB

Pengalaman Multitasking dan Face Unlock Oppo Kini Lebih Cerdas, Berkat Update ColorOS 16!

Pengalaman Multitasking dan Face Unlock Oppo Kini Lebih Cerdas, Berkat Update ColorOS 16!

Tekno | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:28 WIB

Ancaman Siber Mobil Modern Ternyata Lebih Mengerikan dari Sekadar Aksi Peretasan di Film

Ancaman Siber Mobil Modern Ternyata Lebih Mengerikan dari Sekadar Aksi Peretasan di Film

Otomotif | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:05 WIB

Selain Rudal Kiamat, Iran Kerahkan Hacker Lumpuhkan Jarigan Siber Vital Amerika Serikat

Selain Rudal Kiamat, Iran Kerahkan Hacker Lumpuhkan Jarigan Siber Vital Amerika Serikat

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 12:46 WIB

Mobil Bisa Dihack? Intip Fakta Ngerinya yang Ternyata Beda dari Film Hollywood

Mobil Bisa Dihack? Intip Fakta Ngerinya yang Ternyata Beda dari Film Hollywood

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:11 WIB

Mobil Bisa Dihack? Intip Fakta Ngerinya yang Ternyata Beda dari Film Hollywood

Mobil Bisa Dihack? Intip Fakta Ngerinya yang Ternyata Beda dari Film Hollywood

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:11 WIB

Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban

Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:29 WIB

Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan

Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:25 WIB

Uang Rp40 M Buat Bayar Utang Dirampok, Hacker Bobol Sistem Kementerian Keuangan

Uang Rp40 M Buat Bayar Utang Dirampok, Hacker Bobol Sistem Kementerian Keuangan

News | Jum'at, 24 April 2026 | 10:21 WIB

Terkini

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

Pemerintah Finalisasi Pendidikan Gratis PAUD hingga Kuliah, Kriteria Penerima Belum Jelas

Pemerintah Finalisasi Pendidikan Gratis PAUD hingga Kuliah, Kriteria Penerima Belum Jelas

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Sumsel Jadi Proyek Percontohan Teknologi Dry Ice, Benarkah Bisa Mengatasi Kabut Asap?

Sumsel Jadi Proyek Percontohan Teknologi Dry Ice, Benarkah Bisa Mengatasi Kabut Asap?

Sumsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:47 WIB

Laga Panas 2 Kartu Merah, Persib Bandung Tundukkan Cong Viettel 1-0

Laga Panas 2 Kartu Merah, Persib Bandung Tundukkan Cong Viettel 1-0

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Ledakan Keras Hantam Kawasan Pasar Cimanggis Ciputat

Ledakan Keras Hantam Kawasan Pasar Cimanggis Ciputat

Banten | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:39 WIB

×