Fakta-fakta Gunung Emas di Kongo yang Viral Diburu Orang

Rifan Aditya | Suara.com

Jum'at, 12 Maret 2021 | 18:22 WIB
Fakta-fakta Gunung Emas di Kongo yang Viral Diburu Orang
Fakta-fakta Gunung Emas di Kongo (instagram)

Suara.com - Tentu Anda sudah melihat konten yang belakangan sangat viral, mengenai penemuan gunung emas yang ada di wilayah Kongo. Suara.com telah merangkum fakta-fakta gunung emas di Kongo yang sedang viral tersebut.

Dalam video viral gunung emas di Kongo yang beredar tersebut, nampak kerumunan orang berlomba menggali tanah di satu area. Lalu video lain terlihat sekumpulan orang tengah membersihkan tanah hasil galian, dan mendapatkan bongkahan emas seukuran bakso.

Sebagai tambahan informasi, berikut fakta-fakta gunung emas di Kongo yang belakangan sangat viral.

1. Terjadi pada 27 Februari 2021

Meskipun beberapa unggahan mulai populer pada awal bulan Maret ini, namun sebenarnya kejadian tersebut sudah terjadi sejak tanggal 27 Februari lalu.

Hal ini dikonfirmasi oleh kontributoor BBC di Kongo, Byode Malenga. Ia menyatakan bahwa kejadian tersebut terjadi pada beberapa waktu sebelum videonya viral.

2. Lokasinya 35 Kilometer dari Utara Bukavu

Fakta-fakta gunung emas di Kongo yang kedua adalah bahwa lokasi penambangan terjadi di 35 kilometer dari arah Utara Bukavu. Bukavu sendiri merupakan ibukota Kivu yang ada di Kongo.

Meski berada cukup jauh dari pusat kota, namun lokasi penambangan tetap ramai didatangi para penambang, baik yang memiliki izin dan terdaftar atau yang sekedar penambang dadakan saja.

3. Demam Emas dan Menurunnya Ketertiban

Kehebohan yang terjadi akibat penemuan gunung emas ini membuat masyarakat sekitar dan banyak orang dari luar daerah mendatangi area tersebut. Tentu saja, tujuannya adalah untuk turut menggali tanah yang mengandung emas, sehingga mendapatkan pundi-pundi emas untuk keuntungan pribadi. Hal ini memicu istilah Demam Emas yang muncul di negara tersebut, dan membuat pemerintah serta aparat harus bertindak tegas dalam menegakkan ketertiban.

Karena keramaian di lokasi tersebut maka kelompok penambang, pedagang, hingga anggota angkatan bersenjata yang disebut dengan FARDC juga turut hadir di sana. Semoga dengan banyaknya kepentingan yang beradu di satu lokasi, tidak terjadi kericuhan yang beresiko jatuhnya korban jiwa.

4. Pendataan Penambang

Demi ketertiban area gunung emas di Kongo tersebut, pemerintah kemudian ingin menghentikan sementara kegiatan penambangan. Sebelum kembali dibuka, pemerintah ingin memastikan bahwa penambang yang beraktivitas di sana telah memiliki izin dan legal.

Itu tadi sedikit fakta-fakta gunung emas di Kongo yang bisa Anda ketahui. Ikuti terus perkembangan isunya ya!

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Preman Palak Sopir Truk di Sumut, Polisi Turun Tangan

Viral Preman Palak Sopir Truk di Sumut, Polisi Turun Tangan

Sumut | Jum'at, 12 Maret 2021 | 15:33 WIB

Dikira Punya Gangguan, Seorang Kakek Ternyata Lakukan Ini untuk Cari Nafkah

Dikira Punya Gangguan, Seorang Kakek Ternyata Lakukan Ini untuk Cari Nafkah

Hits | Jum'at, 12 Maret 2021 | 14:21 WIB

Berbadan Besar, Pria Ini Nangis Kejer saat Divaksin, sampai Panggil Ibunya

Berbadan Besar, Pria Ini Nangis Kejer saat Divaksin, sampai Panggil Ibunya

Hits | Jum'at, 12 Maret 2021 | 13:00 WIB

Terkini

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB