Jangan Kaget, Harga Daging Sapi Bakal Naik Jelang Ramadan

Dwi Bowo Raharjo | Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 16 Maret 2021 | 07:51 WIB
Jangan Kaget, Harga Daging Sapi Bakal Naik Jelang Ramadan
Pedagang daging sapi di Pasar Kosambi Kota Bandung mengeluhkan naiknya harga daging dari RPH. Sementara mereka tak bisa menaikan harga jual ke konsumen karena takut pelanggannya kabur. [Suara.com/Emi La Palau]

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meminta masyarakat tak terlalu kaget dalam perkembangan harga daging sapi menjelang bulan Ramadan.

Pasalnya, ia memprediksi harga daging sapi bakal bisa naik kembali menjelang bulan puasa tahun ini.

Menurut Lutfi, prediksi ini karena stok daging sapi akan sedikit tersendat imbas dari kebakaran hutan yang terjadi di Australia. Australia merupakan eksportir terbesar sapi untuk Indonesia.

"Harga ini akan naik, tetapi mudah-mudahan dengan persiapan Kemendag kenaikan itu bisa lebih dijangkau, karena memang situasi dunia yang tidak menentu," ujar Lutfi dalam konferensi pers secara virtual yang ditulis, Selasa (16/3/2021).

Mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat ink melanjutkan, harga daging sapi memang setiap harinya naik.

Berdasarkan pantauan harga Kementerian Perdagangan, harga daging sapi paha belakang sebesar Rp 122.246 per kilogram per 12 Maret 2021, naik dibanding sebulan lalu pada 11 Februari 2021 yang sebesar Rp121.072 per kilogram

Namun demikian, Lutfi mengaku telah memiliki strategi untuk mengatasi kelangkaan stok daging sapi ke depan.

Salah satunya dengan membuka keran impor daging sapi dan kerbau dari Brasil dan India sebanyak 100 ribu ton.

"Yang sudah kita kerjakan saat ini, yang sudah diimpor adalah daging kerbau impor dari India 80.000 ton, itu ditugaskan Kementerian BUMN kepada Bulog. 20.000 ton dari Brasil kepada Berdikari. Ini tidak ada penugasan untuk RNI," jelasnya.

Lutfi berharap, dengan adanya tambahan stok daging sapi impor itu, maka kebutuhan stok akan terpenuhi yang nantinya membuat harga menjadi stabil.

"Mudah-mudahan dengan adanya penugasan impor dari kerbau, penugasan impor daging sapi dari India dan Brasil, ditambah mobilisasi daripada stok nasional, bisa tercukupi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendag Muhammad Lutfi: Impor Beras 1 Ton Belum Tentu Dilakukan

Mendag Muhammad Lutfi: Impor Beras 1 Ton Belum Tentu Dilakukan

Bisnis | Senin, 15 Maret 2021 | 17:33 WIB

Harga Cabai Melambung Tinggi, Mendag Sebut Gara-gara Panennya Rusak

Harga Cabai Melambung Tinggi, Mendag Sebut Gara-gara Panennya Rusak

Bisnis | Senin, 15 Maret 2021 | 16:19 WIB

Tentang Benci Produk Asing, Mendag: Kita Mau Jadi Bolivia dan Venezuela

Tentang Benci Produk Asing, Mendag: Kita Mau Jadi Bolivia dan Venezuela

Kaltim | Minggu, 07 Maret 2021 | 08:00 WIB

Warga Manado Berharap Ramadan Tahun Ini Bisa Dijalankan Dengan Normal

Warga Manado Berharap Ramadan Tahun Ini Bisa Dijalankan Dengan Normal

Sulsel | Jum'at, 05 Maret 2021 | 06:48 WIB

Terkini

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB