Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Harga Cabai Melambung Tinggi, Mendag Sebut Gara-gara Panennya Rusak

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Senin, 15 Maret 2021 | 16:19 WIB
Harga Cabai Melambung Tinggi, Mendag Sebut Gara-gara Panennya Rusak
Cabai Rawit. Harga cabai rawit dalam beberapa waktu belakangan kian melambung tinggi, Mendag M Lutfi mengemukakan, salah satu faktornya karena panennya rusak.[SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi membeberkan penyebab harga cabai rawit merah melambung tinggi. Salah satunya, karena adanya kerusakan panen di berbagai daerah.

Menurut Lutfi, kerusakan panen tersebut lumayan besar, bahkan salah satu daerah lebih dari 50 persen cabai rawit yang siap panen rusak.

"Sebelum panen di Tuban, Kediri dan Blitar terjadi kerusakan panen 40 persen dan di Wajo Sulsel terjadi kerusakan 70 persen. Karena itu harga cabai merah besar, cabe merah keriting dan cabe rawit merah itu terjadi kenaikan harga stabil tapi tinggi," ujar Lutfi dalam konferensi pers secara virtual, Senin (15/3/2021).

Kendati begitu, Mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat ini mengklaim, harga cabai merah cendurung turun setiap harinya.

Berdasarkan pemantauan harga oleh Kementerian Perdagangan harga cabai rawit per 12 Maret 2021 mulai turun sebesar Rp 96.247 per kilogram dibandingkan pada 10 Maret sebesar Rp 96.717 per kilogram.

"Sekarang ada tren menurun. Kenapa menurun? karena mulai panen," ucap dia.

Lutfi menambahkan, panen tersebut terjadi di sentra-sentra pertanian cabai merah, seperti sentra Jawa Timur yang luasnya 9.400 hektare (ha), di Blitar 2.800 ha, di Kediri 1.800 ha, serta Malang 1.800.

"Artinya, tren penurunan antara 10-12 Maret ini akan terus menjadi penurunan. Dan yang saya takutkan ketika hadapi bulan puasa dan Idulfitri malah terjadi cabe panen raya besar dan harganya di bawah standar yang kita tentukan," kata dia.

Harga cabai di pasar tradisional di Kabupaten Tegal dan Kota Tegal melonjak hingga mencapai Rp110 ribu per kilogram (kg). Kenaikan harga ini berdampak kepada penjual nasi ponggol.

baca juga

Nasi ponggol merupakan ‎makanan khas Tegal berupa nasi yang dibungkus daun pisang dengan lauk antara lain sambal goreng tempe. Penjual nasi ponggol banyak dijumpai terutama pada pagi hari.

Salah satu penjual nasi ponggol di Kabupaten Tegal, Daryuni, 45, mengatakan, harga cabai rawit merah mengalami kenaikan menjadi lebih dari Rp100 ribu per kg.

Dia pun terpaksa mengurangi rasa pedas pada nasi ponggol yang biasa dijualnya tiap pagi hari agar tidak diprotes pembeli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Cabai Tembus Rp110 Ribu Per Kg, Nasi Ponggol Tegal Tak Lagi Pedas

Harga Cabai Tembus Rp110 Ribu Per Kg, Nasi Ponggol Tegal Tak Lagi Pedas

Jawa Tengah | Jum'at, 12 Maret 2021 | 17:03 WIB

Imbas Pedasnya Harga Cabai, Petani Sentra Penghasil Cabai Ronda Tiap Malam

Imbas Pedasnya Harga Cabai, Petani Sentra Penghasil Cabai Ronda Tiap Malam

Kaltim | Jum'at, 12 Maret 2021 | 15:03 WIB

Harga Cabai Rawit di Pasar Serpong Makin Pedas, Pedagang: Barangnya Susah

Harga Cabai Rawit di Pasar Serpong Makin Pedas, Pedagang: Barangnya Susah

Jakarta | Jum'at, 12 Maret 2021 | 14:39 WIB

Terkini

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:56 WIB

Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux

Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:55 WIB

Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO

Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:38 WIB

Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah

Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:18 WIB

RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar

RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:18 WIB

PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus

PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:06 WIB

Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen

Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855

Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:36 WIB

Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual

Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:32 WIB

Tak Hanya Belanja, Pengunjung PRJ Kini Berburu Investasi Emas

Tak Hanya Belanja, Pengunjung PRJ Kini Berburu Investasi Emas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:27 WIB