Harga Cabai Melambung Tinggi, Mendag Sebut Gara-gara Panennya Rusak

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Senin, 15 Maret 2021 | 16:19 WIB
Harga Cabai Melambung Tinggi, Mendag Sebut Gara-gara Panennya Rusak
Cabai Rawit. Harga cabai rawit dalam beberapa waktu belakangan kian melambung tinggi, Mendag M Lutfi mengemukakan, salah satu faktornya karena panennya rusak.[SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi membeberkan penyebab harga cabai rawit merah melambung tinggi. Salah satunya, karena adanya kerusakan panen di berbagai daerah.

Menurut Lutfi, kerusakan panen tersebut lumayan besar, bahkan salah satu daerah lebih dari 50 persen cabai rawit yang siap panen rusak.

"Sebelum panen di Tuban, Kediri dan Blitar terjadi kerusakan panen 40 persen dan di Wajo Sulsel terjadi kerusakan 70 persen. Karena itu harga cabai merah besar, cabe merah keriting dan cabe rawit merah itu terjadi kenaikan harga stabil tapi tinggi," ujar Lutfi dalam konferensi pers secara virtual, Senin (15/3/2021).

Kendati begitu, Mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat ini mengklaim, harga cabai merah cendurung turun setiap harinya.

Berdasarkan pemantauan harga oleh Kementerian Perdagangan harga cabai rawit per 12 Maret 2021 mulai turun sebesar Rp 96.247 per kilogram dibandingkan pada 10 Maret sebesar Rp 96.717 per kilogram.

"Sekarang ada tren menurun. Kenapa menurun? karena mulai panen," ucap dia.

Lutfi menambahkan, panen tersebut terjadi di sentra-sentra pertanian cabai merah, seperti sentra Jawa Timur yang luasnya 9.400 hektare (ha), di Blitar 2.800 ha, di Kediri 1.800 ha, serta Malang 1.800.

"Artinya, tren penurunan antara 10-12 Maret ini akan terus menjadi penurunan. Dan yang saya takutkan ketika hadapi bulan puasa dan Idulfitri malah terjadi cabe panen raya besar dan harganya di bawah standar yang kita tentukan," kata dia.

Harga cabai di pasar tradisional di Kabupaten Tegal dan Kota Tegal melonjak hingga mencapai Rp110 ribu per kilogram (kg). Kenaikan harga ini berdampak kepada penjual nasi ponggol.

baca juga

Nasi ponggol merupakan ‎makanan khas Tegal berupa nasi yang dibungkus daun pisang dengan lauk antara lain sambal goreng tempe. Penjual nasi ponggol banyak dijumpai terutama pada pagi hari.

Salah satu penjual nasi ponggol di Kabupaten Tegal, Daryuni, 45, mengatakan, harga cabai rawit merah mengalami kenaikan menjadi lebih dari Rp100 ribu per kg.

Dia pun terpaksa mengurangi rasa pedas pada nasi ponggol yang biasa dijualnya tiap pagi hari agar tidak diprotes pembeli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Cabai Tembus Rp110 Ribu Per Kg, Nasi Ponggol Tegal Tak Lagi Pedas

Harga Cabai Tembus Rp110 Ribu Per Kg, Nasi Ponggol Tegal Tak Lagi Pedas

Jawa Tengah | Jum'at, 12 Maret 2021 | 17:03 WIB

Imbas Pedasnya Harga Cabai, Petani Sentra Penghasil Cabai Ronda Tiap Malam

Imbas Pedasnya Harga Cabai, Petani Sentra Penghasil Cabai Ronda Tiap Malam

Kaltim | Jum'at, 12 Maret 2021 | 15:03 WIB

Harga Cabai Rawit di Pasar Serpong Makin Pedas, Pedagang: Barangnya Susah

Harga Cabai Rawit di Pasar Serpong Makin Pedas, Pedagang: Barangnya Susah

Jakarta | Jum'at, 12 Maret 2021 | 14:39 WIB

Terkini

Suahasil Akui Defisit APBN 2026 Bisa Melebar ke 2,85% PDB, Ini Biang Keroknya

Suahasil Akui Defisit APBN 2026 Bisa Melebar ke 2,85% PDB, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 16:07 WIB

Review Avengers: Endgame Encore, Bocoran 4 Adegan Baru yang Menggoda Fans

Review Avengers: Endgame Encore, Bocoran 4 Adegan Baru yang Menggoda Fans

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 16:05 WIB

PPPK Paruh Waktu dan Honorer Pemprov Riau Terlindungi Jaminan Sosial

PPPK Paruh Waktu dan Honorer Pemprov Riau Terlindungi Jaminan Sosial

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 16:04 WIB

Jawa Tengah Sabet Penghargaan TPID Provinsi Berkinerja Terbaik 2026, Inilah Strateginya

Jawa Tengah Sabet Penghargaan TPID Provinsi Berkinerja Terbaik 2026, Inilah Strateginya

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 16:03 WIB

Ada Kluster Mewah di Penjara, Lapas Kelas IIA Cibinong untuk Napi Kasus Apa Saja?

Ada Kluster Mewah di Penjara, Lapas Kelas IIA Cibinong untuk Napi Kasus Apa Saja?

News | Kamis, 24 September 2026 | 16:00 WIB

Jika Boring, Jangan Lupa Touring: Menikmati Lautan Awan di Puncak Malangsari

Jika Boring, Jangan Lupa Touring: Menikmati Lautan Awan di Puncak Malangsari

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 16:00 WIB

Pria di Medan Tewas Ditikam Gegara Rebutan Remot TV Warkop

Pria di Medan Tewas Ditikam Gegara Rebutan Remot TV Warkop

Sumut | Kamis, 24 September 2026 | 15:59 WIB

Kode Booking Hotel Mewah Pakai Diskon Spesial BRI

Kode Booking Hotel Mewah Pakai Diskon Spesial BRI

Bri | Kamis, 24 September 2026 | 15:57 WIB

Tim Hukum Hery Susanto Ungkap Fakta Persidangan soal Uang Rp 1,5 M

Tim Hukum Hery Susanto Ungkap Fakta Persidangan soal Uang Rp 1,5 M

Sumut | Kamis, 24 September 2026 | 15:54 WIB

Demo Buruh Cuma 40 Menit, Andi Gani: Kami Sanggup Tembus HI, Tapi Pilih Tertib daripada Dipidana!

Demo Buruh Cuma 40 Menit, Andi Gani: Kami Sanggup Tembus HI, Tapi Pilih Tertib daripada Dipidana!

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:54 WIB

×