Pembakaran Pabrik China: Warga Myanmar Tuding Ada Konspirasi Militer

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Rabu, 17 Maret 2021 | 15:26 WIB
Pembakaran Pabrik China: Warga Myanmar Tuding Ada Konspirasi Militer
Seorang pengunjuk rasa mengacungkan salam tiga jari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Sabtu (6/2/2021). [STR / AFP]

Suara.com - Warga Myanmar membantah telah membakar beberapa pabrik garmen dalam kerusuhan yang terjadi di kota Hlaingthaya pada hari Minggu. Sebaliknya, mereka menuding adanya konspirasi militer dalam peristiwa itu.

Menyadur Mothership Rabu (17/03), pemimpin protes Ei Thinzar Maung mengatakan di unggahan Facebook bahwa pabrik tersebut dimiliki oleh investor China.

Namun, media lokal The Irrawaddy melaporkan bahwa kedua pabrik tersebut masing-masing dimiliki oleh investor China dan Taiwan.

Pada hari yang sama, setidaknya 22 demonstran anti-kudeta tewas di distrik yang sama. 17 kematian juga dilaporkan di tempat lain, termasuk tewasnya seorang polisi.

Netizen Myanmar menyikapi hal ini dan menuduh adanya konspirasi militer di balik peristiwa paling berdarah sejak kudeta 1 Februari.

Seorang suster di Myanmar berlutut di depan polisi memohon untuk tidak tembak warga.[Twitter]
(Ilustrasi) Seorang suster di Myanmar berlutut di depan polisi memohon untuk tidak tembak warga.[Twitter]

Dalam kolom komentar berita yang diposting Channel News Asia, netizen menuding militer telah merancang kejadian ini dan membuatnya seolah dilakukan demonstran Myanmar agar mereka memiliki alasan yang masuk akal untuk bertindak lebih keras.

Global Times, media yang dikelola pemerintah China memberitakan bahwa Beijing mendesak Myanmar untuk segera menghukum para pelaku.

Dalam kesempatan itu, netizen juga mengkritik pemerintah China karena tidak perhatian terhadap rakyat Myanmar. Mereka hanya mengeluarkan pernyataan ketika pabriknya terbakar, tapi tidak ketika warga sipil terbunuh.

Menurut Reuters, darurat militer telah diberlakukan di pinggiran kota Hlaingthaya dan distrik lain di Yangon, sebagai tanggapan atas peristiwa ini.

baca juga

Media televisi Myawadday yang dikelola militer Myanmar melaporkan 2 ribu orang telah menghentikan mesin pemadam kebakaran untuk mencapai pabrik yang terbakar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahasiswa Kedokteran Tewas Ditembak saat Demo di Myanmar

Mahasiswa Kedokteran Tewas Ditembak saat Demo di Myanmar

Foto | Rabu, 17 Maret 2021 | 14:17 WIB

Makin Mengkhawatirkan, Ribuan Warga Kabur dari Zona Industri Myanmar

Makin Mengkhawatirkan, Ribuan Warga Kabur dari Zona Industri Myanmar

News | Rabu, 17 Maret 2021 | 07:14 WIB

Myanmar Semakin Bergejolak, PBB: 138 Demonstran Tewas Sejak Kudeta Militer

Myanmar Semakin Bergejolak, PBB: 138 Demonstran Tewas Sejak Kudeta Militer

News | Selasa, 16 Maret 2021 | 20:18 WIB

Terkini

Masuk Kabinet dan Wantimpres, Golkar Segera Surati KPU Terkait PAW Sarmuji dan Bamsoet

Masuk Kabinet dan Wantimpres, Golkar Segera Surati KPU Terkait PAW Sarmuji dan Bamsoet

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:54 WIB

Pajak E-commerce Resmi Berlaku usai Sempat Ditunda Purbaya, Seller Shopee dkk Kena Pungutan PPh 22

Pajak E-commerce Resmi Berlaku usai Sempat Ditunda Purbaya, Seller Shopee dkk Kena Pungutan PPh 22

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:53 WIB

Ngaku Takut Bertemu Menteri PPPA, Pratikno Ungkap Isu Paling Berat Selama Menjabat Menko PMK

Ngaku Takut Bertemu Menteri PPPA, Pratikno Ungkap Isu Paling Berat Selama Menjabat Menko PMK

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:53 WIB

Prabowo Terima Kunjungan Presiden FIFA di Istana Merdeka, Apa Saja yang Dibahas?

Prabowo Terima Kunjungan Presiden FIFA di Istana Merdeka, Apa Saja yang Dibahas?

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:53 WIB

5 Eyeshadow Nude di Bawah 50 Ribu, Cocok Buat Daily Makeup Fresh & Natural!

5 Eyeshadow Nude di Bawah 50 Ribu, Cocok Buat Daily Makeup Fresh & Natural!

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Harga Cabai Kian Pedas Tembus Rp100 Ribu/Kg, Inflasi Sumut Terancam Kembali Naik

Harga Cabai Kian Pedas Tembus Rp100 Ribu/Kg, Inflasi Sumut Terancam Kembali Naik

Sumut | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Imipas Bantah Ada Kolam Renang di Lapas Cibinong: Itu Tempat Pembuangan Kotoran Sapi

Imipas Bantah Ada Kolam Renang di Lapas Cibinong: Itu Tempat Pembuangan Kotoran Sapi

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Refly Harun Sentil Saksi yang Sebut Sidang MK Ilegal: Kalau Begitu, Ngapain Datang?

Refly Harun Sentil Saksi yang Sebut Sidang MK Ilegal: Kalau Begitu, Ngapain Datang?

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Polisi Ringkus Pencuri Komponen Tower di Medan

Polisi Ringkus Pencuri Komponen Tower di Medan

Sumut | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:43 WIB

RUU Satu Data Indonesia Siap Disahkan Besok di Paripurna, Ini Poin-Poin Pentingnya

RUU Satu Data Indonesia Siap Disahkan Besok di Paripurna, Ini Poin-Poin Pentingnya

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:43 WIB

×