Pendiri Demokrat: SBY Ciptakan Puisi Playing Victim, Penuh Kebohongan

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Jum'at, 19 Maret 2021 | 09:10 WIB
Pendiri Demokrat: SBY Ciptakan Puisi Playing Victim, Penuh Kebohongan
Podcast SBY (Youtube/Susilo Bambang Yudhoyono)

Suara.com - Pendiri Partai Demokrat, Hencky Luntungan, menilai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang playing victim lewat sebuah puisi yang ia buat. Hencky berujar puisi tulisan SBY hanya penuh dengan kebohongan.

Sebut saja, kata Hencky, kebohongan pertama ialah mengenai klaim SBY yang telah 20 tahun bersama Partai Demokrat, hingga pengakuan mengenai SBY yang menjadi penggagas.

"Akhirnya isi puisi ini adalah playing victim yang penuh kebohongan. Kau ditinggalkan? Padahal kau yang meninggalkan orang-orang yang mendukungmu," kata Hencky kepada wartawan, Jumat (19/3/2021).

Hencky mengatakan bahwa yang sebenarnya terjadi ialah SBY yang lupa bahwa 18 tahun yang lalu, SBY kala itu memohon untuk diterima sebagai salah satu anggota Partai Demokrat. Namun, setelah masuk, Hencky memandang SBY justru berbuat licik.

Kelicikan itu, dikatakan Hencky, tercipta dari tindakan SBY yang menyingkirkan para pendiri Partai Demokrat melalui perubahan mukadima dan AD/ART partai, ditambah penyebutan SBY dan Vence yang merupakan founding father. Hencky berujar dalam hal itu, SBY yang justru meninggalkan dan mencampakan.

Tetapi di satu sisi SBY pula yang memposisikan dirinya sebagai orang yang teraniaya.

"Bapak, saya pelaku dan saksi sejarah yang sangat tahu dan saya masih hidup. Kau keliru ciptakan playing victim saat saya masih hidup. Harus aku bika semua kebohonganmu," ujar Hencky.

Cerita Puitis SBY

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, mengunggah tulisan berjudul Kebenaran & Keadilan Datangnya Sering Lambat, Tapi Pasti, di sejumlah akun media sosialnya.

Unggahan tersebut muncul di tengah kisruh Partai Demokrat sedang memanas.

Dilihat oleh Suara.com, unggahan tersebut disampaikan SBY seperti di akun YouTube, Facebook hingga Instagramnya, Kamis (18/3/2021).

Tak hanya berupa tulisan, SBY mengunggahnya dalam bentuk video bercerita.

Dalam unggahan tersebut, SBY bercerita saat ini menerima cobaan yang begitu berat. Ia menyinggung juga soal sahabat yang tega melukai dirinya.

"Perbuatan dan perlakuan sejumlah 'sahabat' yang sangat melukaiku. Juga melukai orang-orang yang setia, yang mencintai dan berjuang di sebuah perserikatan partai politik, yang selama 20 tahun aku juga ikut bersamanya. Sesuatu yang tak pernah kubayangkan bahwa itu bakal terjadi," kata SBY dalam tulisan bergaya puitis seperti dikutip Suara.com.

Berikut isi lengkap unggahan SBY dalam beberapa akun media sosialnya:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SBY Curhat, Dilukai Sahabat Hingga Sebut Cikeas Bagai Kota Mati

SBY Curhat, Dilukai Sahabat Hingga Sebut Cikeas Bagai Kota Mati

Batam | Jum'at, 19 Maret 2021 | 07:01 WIB

Anak Buah AHY Panggil Loyalis Moeldoko, Jhoni Allen Dokter Hewan

Anak Buah AHY Panggil Loyalis Moeldoko, Jhoni Allen Dokter Hewan

Bali | Jum'at, 19 Maret 2021 | 07:45 WIB

Sosok Moeldoko Dipilih Ketum Demokrat, Wasekjend: Moeldoko Bisa Hadapi SBY

Sosok Moeldoko Dipilih Ketum Demokrat, Wasekjend: Moeldoko Bisa Hadapi SBY

Sumsel | Jum'at, 19 Maret 2021 | 06:05 WIB

SBY Ceritakan Kesedihan Lewat Podcast dan 4 Berita Populer Lainnya

SBY Ceritakan Kesedihan Lewat Podcast dan 4 Berita Populer Lainnya

Hits | Jum'at, 19 Maret 2021 | 08:21 WIB

Terkini

DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan

DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:16 WIB

Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia

Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:13 WIB

Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan

Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:01 WIB

Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus

Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:28 WIB

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 22:10 WIB

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:50 WIB

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:31 WIB

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:27 WIB

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:20 WIB

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:17 WIB