Ini 3 Daerah Teratas yang Warganya Menolak Vaksin Covid-19, Nomor Satu DKI

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 23 Maret 2021 | 19:09 WIB
Ini 3 Daerah Teratas yang Warganya Menolak Vaksin Covid-19, Nomor Satu DKI
Seorang jurnalis berswafoto saat disuntik vaksin COVID-19 di Hall Basket, Senayan, Jakarta, Kamis (25/2/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukan, jika warga di DKI Jakarta, Jawa Timur (Jatim) dan Banten paling banyak menolak untuk disuntik Vaksin Covid-19. Sementara warga yang paling sedikit menolak divaksin ditemukan di Jawa Tengah (Jateng). 

Menurut hasil survei tersebut, sebanyak 33 persen responden di DKI Jakarta, 32 persen di Jatim, dan 31 persen di Banten menolak untuk divaksin. Sedangkan, persentase terendah penolakan untuk divaksin ditemukan di Jateng yakni sebesar 20 persen. 

"Ini temuan yang mengkhawatirkan, mengingat DKI adalah daerah yang yang memiliki tingkat penyebaran Covid-19 tertinggi di Indonesia," kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani dalam paparannya secara daring, Selasa (23/3/2021). 

Menurut Deni, tingginya tingkat penolakan terhadap vaksin di DKI Jakarta itu sejalan dengan persepsi soal keamanan vaksin. Sebanyak 31 persen responden di DKI Jakarta tidak percaya kalau vaksin yang digunakan pemerintah itu aman. 

Selain dilihat dari wilayah, SMRC juga melihat pandangan responden berdasarkan demografi penduduk. Secara nasional, presentase warga pria yang menyatakan tidak bersedia divaksin mencapai 33 persen dan perempuan sebesar 26 persen. 

Kemudian, warga yang berusia di bawah 25 tahun dan menyatakan tidak bersedia divaksin ternyata lebih tinggi dari kategori usia lainnya yakni mencapai 37 persen. Untuk kelompok usia 26-40 tahun yang tidak mau divaksin mencapai 28 persen, kategori usia 41-55 tahun sebesar 23 persen dan lebih dari 55 tahun mencapai 33 persen. 

Survei itu dilakukan pada 28 Februari hingga 8 Maret 2021. Survei ini melibatkan 1220 responden yang dipilih secara acak dan wawancara yang dilakukan menggunakan tatap muka.

Kesalahan atau margin of error pada survei tersebut diperkirakan kurang lebih 3,07 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. 

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mulai April 2021, JK Sebut Masjid Bisa Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19

Mulai April 2021, JK Sebut Masjid Bisa Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19

News | Selasa, 23 Maret 2021 | 17:24 WIB

Ratusan Kyai Muda NU Disuntik Vaksin Covid-19 Astrazeneca

Ratusan Kyai Muda NU Disuntik Vaksin Covid-19 Astrazeneca

Foto | Selasa, 23 Maret 2021 | 17:19 WIB

Survei SMRC: Hanya 46 Persen Warga Bersedia Divaksin Covid-19

Survei SMRC: Hanya 46 Persen Warga Bersedia Divaksin Covid-19

News | Selasa, 23 Maret 2021 | 17:16 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×