Tentara Transgender Bunuh Diri, Diskriminasi LGBT+ di Korea Selatan Menguat

Siswanto, Deutsche Welle

Rabu, 24 Maret 2021 | 19:10 WIB
Tentara Transgender Bunuh Diri, Diskriminasi LGBT+ di Korea Selatan Menguat
DW

Suara.com - Kasus bunuh diri Byun Hee-soo, seorang tentara transgender, picu seruan reformasi legislatif Korea Selatan. Para advokat mendesak perlindungan yang lebih besar bagi kaum LGBT+, baik di militer maupun masyarakat.

Kasus kematian Byun Hee-soo, seorang prajurit transgender Korea Selatan berusia 23 tahun telah memicu aksi protes dan seruan untuk perlindungan hak-hak LGBT+.

Byun ditemukan tewas di rumahnya di Cheongju pada 3 Maret lalu. Byun bergabung dengan kesatuan militer pada 2017 dan naik pangkat menjadi sersan staf, dengan tugas utama mengemudikan tank.

Namun, dia dipulangkan secara paksa pada tahun 2020 setelah menjalani operasi penggantian kelamin.

Upaya bandingnya untuk pemulihan hak ditolak pada akhir tahun lalu. Atasan langsung Byun dan rekan-rekannya telah mengetahui keputusannya untuk menjalani prosedur tersebut, yang dia jalani di Thailand pada tahun 2019.

Namun, pimpinan militer yang lebih tinggi mempermasalahkan operasi tersebut dan Kementerian Pertahanan menganggapnya cacat fisik dan mental karena Byun memiliki kekurangan pada organ seksual pria.

Menyusul pemecatan tersebut, Byun menggelar konferensi pers dan mengatakan: "Saya ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa saya bisa menjadi prajurit yang hebat ... Tolong beri saya kesempatan itu."

PBB kecam keputusan militer Korsel

Tahun lalu, Byun memenangkan putusan pengadilan yang mengakui dia sebagai perempuan.

baca juga

Komisi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan pernyataan kepada pemerintah Korea Selatan, bahwa pemecatan tersebut merupakan pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional.

Byun kemudian mengajukan gugatan terhadap militer karena diberhentikan secara tidak sah.

Sidang pertama dijadwalkan berlangsung pada bulan April mendatang.

"Sulit membayangkan bagaimana rasanya ditinggalkan, bahkan dikhianati," kata Cho Kyu-suk, anggota Pusat Hak Asasi Manusia Militer, yang telah bekerja sama dengan Byun.

Cho mengatakan diskriminasi terhadap orang LGBT+ lazim di masyarakat Korea Selatan, tetapi diskriminasi tersebut diekspresikan secara berbeda di militer.

"Diskriminasi lebih kuat di militer, karena kami memiliki sistem wajib militer di mana semua laki-laki muda [bertugas] sekitar satu setengah tahun," kata Cho kepada DW.

Diskriminasi militer juga dia sebutkan tidak terbatas pada kelompok transgender.

Kebijakan homofobia yang tersebar luas

Pada tahun 2017, setelah sebuah video tersebar secara online yang menunjukkan dua tentara pria berhubungan seks, kesatuan militer Korea Selatan melakukan penyelidikan, menyita, dan secara forensik memeriksa ponsel serta menginterogasi pasukan.

"AS mengkriminalisasi hubungan sesama jenis dalam kode keadilan militernya pada 1950-an, dan itu diimpor ke Korea Selatan," tambah anggota pusat HAM militer Cho.

Politisi Korea Selatan pada umumnya lambat melindungi komunitas LGBT+ dari diskriminasi dan sering kali menyatakan kebalikan dari hal tersebut.

Bahkan Presiden Moon Jae-in dilaporkan mengatakan, dia menentang diskriminasi, tetapi di saat yang sama juga "menentang homoseksualitas."

Sebuah tugu peringatan didirikan setelah Byun bunuh diri, meski hanya sedikit politisi dan tokoh terkemuka yang berkunjung.

Komunitas harus 'membentuk suara kolektif'

"Komunitas perlu membentuk suara kolektif, yang sejauh ini belum benar-benar didengar, kecuali di akhir pekan atau festival parade queer."

Parade dan festival quer tidak hanya menciptakan kesempatan untuk merayakan pembebasan identitas seksual, tetapi juga menjadi titik nyala bagi penentang hak beragama Korea Selatan.

Pada Festival Budaya Aneh 2018 di Incheon, kota tetangga yang berbatasan dengan Seoul, pengunjuk rasa homofobia melebihi jumlah peserta festival dengan lima banding satu.

Para pengunjuk rasa secara fisik menghalangi dan melontarkan hinaan ke penyelenggara, sementara ada juga yang melakukan tindak kekerasan.

"Umat Kristen adalah musuh utama hak-hak kaum gay," kata Lee Joo-Hyung, seorang gay.

Lee mula-mula mengungkapkan bahwa dia gay kepada teman-temannya dan kemudian ke keluarganya beberapa tahun yang lalu.

Ibunya yang beragama Kristen, sangat dipengaruhi oleh pengkhotbahnya, "menangis selama berhari-hari, mengatakan kepada saya bahwa saya akan sengsara, sakit dan masuk neraka," katanya kepada DW.

"Keluar itu tidak mudah."

Namun, sama seperti yang lainnya, dia juga berharap bahwa banyak hal dapat berubah dengan disahkannya undang-undang anti diskriminasi.

Diskriminasi tersembunyi

Diskriminasi di Korsel sangat tersembunyi dan banyak sekali diskriminasi yang terjadi "di bawah permukaan", kata Lee menambahkan.

"Politisi Korea Selatan sangat berhati-hati karena Gereja Korea dan jumlah pemilihnya yang besar.

Mereka tidak ingin mengambil risiko terhadap karir politik mereka."

Gereja Kristen Bersatu Korea, yang mewakili 50 ribu anggota paroki di seluruh negeri menentang setiap undang-undang anti-diskriminasi yang diusulkan.

Setelah kematian Byun, anggota parlemen progresif juga mengatakan mereka akan meningkatkan upaya untuk mengesahkan "Undang-Undang Kesetaraan".

Namun, RUU anti-diskriminasi tetap terhambat oleh anggota parlemen yang masih ragu terhadap reaksi keras kelompok agama.

"Itulah kekuatan suara Kristen," kata Lee.

Jika Anda mengalami ketegangan emosional atau pikiran untuk bunuh diri, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Anda dapat menemukan informasi tentang bantuan semacam itu, di mana pun Anda tinggal di dunia, di situs web ini: https://www.befrienders.org/ (ha/as)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemlu RI Belum Terima Konfirmasi Rencana Kunjungan Utusan Khusus AS Jessica Stern

Kemlu RI Belum Terima Konfirmasi Rencana Kunjungan Utusan Khusus AS Jessica Stern

News | Jum'at, 02 Desember 2022 | 13:15 WIB

Terkini

Rivalitas Melebur di GBT: Bonek Targetkan Sejuta Masker untuk Korban Karhutla Sumatra-Kalimantan

Rivalitas Melebur di GBT: Bonek Targetkan Sejuta Masker untuk Korban Karhutla Sumatra-Kalimantan

Jatim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:36 WIB

BRI Berikan Cashback 35% di Vilo Gelato untuk Pengguna BRImo

BRI Berikan Cashback 35% di Vilo Gelato untuk Pengguna BRImo

Bri | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:35 WIB

8 Rekomendasi Sunscreen Niacinamide Lokal Mencerahkan Wajah Kusam

8 Rekomendasi Sunscreen Niacinamide Lokal Mencerahkan Wajah Kusam

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Pasar Cimanggis Lengang Usai Ledakan, Ruko-Ruko Tutup Pintu

Pasar Cimanggis Lengang Usai Ledakan, Ruko-Ruko Tutup Pintu

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Bukan Lagi Jogya, Pramono Klaim Jakarta Jadi Kota Pelajar Terbaik di Indonesia

Bukan Lagi Jogya, Pramono Klaim Jakarta Jadi Kota Pelajar Terbaik di Indonesia

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Dimash Qudaibergen Siap Gelar Konser Perdana di Indonesia, Ini Harga Tiketnya

Dimash Qudaibergen Siap Gelar Konser Perdana di Indonesia, Ini Harga Tiketnya

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Tren Slow Living dan Digital Detox: Bisakah Gen Z Benar-benar Melakukannya?

Tren Slow Living dan Digital Detox: Bisakah Gen Z Benar-benar Melakukannya?

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Gandeng BRI, Menko Pangan Luncurkan KDKMP di Lampung: Didukung Ribuan Agen BRILink

Gandeng BRI, Menko Pangan Luncurkan KDKMP di Lampung: Didukung Ribuan Agen BRILink

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Empat Kali Ganti Kepala Dalam Dua Tahun, Bakom Dinilai Telah Kehilangan Arah

Empat Kali Ganti Kepala Dalam Dua Tahun, Bakom Dinilai Telah Kehilangan Arah

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Dirut PLN Dicopot di Tengah Blackout Kepri

Dirut PLN Dicopot di Tengah Blackout Kepri

Batam | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:29 WIB

×