Bom Gereja Katedral Makassar: Pelaku Menerobos Masuk Sebelum Ledakkan Diri

Siswanto, BBC

Minggu, 28 Maret 2021 | 13:27 WIB
Bom Gereja Katedral Makassar: Pelaku Menerobos Masuk Sebelum Ledakkan Diri
BBC

Suara.com - Sejumlah saksi mata ledakan yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar mengatakan pelaku menerobos masuk dan dicegat petugas gereja. Saat itu, "puluhan orang keluar masuk gereja" pada saat jeda antar misa rangkaian ibadah Paskah.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Merdisyam belum dapat memastikan apakah pelaku yang tewas terkait dengan jejaring teror yang mana.

"Kami sedang melakukan pendalaman dengan Densus 88," ujar Merdisyam di sekitar Gereja Katedral Makassar, seperti dilaporkan Darul Amri, wartawan yang melaporkan untuk BBC Indonesia.

Merdisyam berkata, korban luka-luka yang dilarikan ke rumah sakit berjumlah sembilan orang, lima merupakan petugas dan pengurus gereja sedangkan empat lainnya adalah umat.

Setelah ledakan ini, personel Gegana dan Brimob Polda Sulsel dikerahkan untuk melakukan pengamanan di sekitar gereja, Tiga akses jalan di sekitar gereja ditutup.

Merdisyam juga mengatakan pihaknya bersama Densus 88 tengah mengolah identitas pelaku bom bunuh diri itu.

Sebelumnya, E Zulpan, kepala bidang humas Polda Sulawesi Selatan mengatakan polisi tengah mengumpulkan potongan tubuh manusia di lokasi.

Kepolisian, kata Zulpan, mengatakan tengah menyelidiki apakah ledakan itu kategori lemah atau kuat.

Ledakan ini disebut terjadi sekitar pukul 10.28 Waktu Indonesia Tengah.

baca juga

Apa yang terjadi? Pelaku menerobos masuk dan ditahan petugas gereja

Ledakan terjadi saat jeda antarmisa, kata Alphonso, seorang pengurus Gereja Katedral Makassar, kepada BBC News Indonesia.

Dia berada di halaman gereja saat ledakan terjadi.

Alphonso berkata, pelaku berusaha masuk ke gereja saat ibadah yang dimulai pukul 8.00 baru saja berakhir.

Namun seorang petugas gereja berinisial K menghentikan pelaku yang mengendarai sepeda motor.

Petugas gereja itu - melalui rekaman video saat luka-lukanya tengah dibersihkan - mengatakan "Saya tahan dia (yang naik motor) di depan pagar, dia mau masuk."

Sebelum perayaan Pekan Suci jelang paskah yang jatuh akhir minggu ini, pihak Gereja Katedral mengimbau umatnya untuk tidak membawa barang yang mencurigakan.

Tiga petugas gereja ditugaskan di depan gerbang untuk memeriksa tas yang dibawa oleh umat.

"Pelaku datang kurang lebih jam setengah 11. Biasanya umat dipersilakan masuk baru diperiksa. Tapi pelaku langsung menerobos masuk, jadi tidak sempat diperiksa," kata Alphonso.

"Dia sempat ditahan karena nekat untuk masuk ke halaman gereja. Setelah itu pelaku meledakkan dirinya.

"Petugas gereja yang menahan pelaku terkena sedikit serpihan ledakan. Dia berada sangat dekat dengan ledakan karena berdiri di depan motor pelaku.

"Dia dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi sadar, masih bisa berbicara, tapi pendengarannya terganggu," ujar Alphonso.

Selain petugas gereja ini, Alphonso menyebut ada lima umat yang juga dilarikan ke rumah sakit karena terkena serpihan kaca.

Sebelum ledakan terjadi, sekitar seratus orang mengikuti ibadah di gereja ini. Alphonso berkata angka itu setengah dari kapasitas gereja.

Para pastor gereja disebut Alphonso dalam kondisi baik-baik saja. Pastor yang dijadwalkan memimpin misa pukul 11.00 belum masuk ke lingkungan gereja saat ledakan terjadi.

Keterangan saksi mata - ledakan kencang sekali

Petugas relawan Misa di Gereja Katerdral, Yahonna Massie, 48 tahun, mengaku berada 10 meter dari sumber ledakan.

Saat itu ia bertugas untuk membagikan daun palma pada jemaat yang datang pada Misa yang akan diselenggarakan pukul 11.00 WIT.

"Ada puluhan yang keluar masuk gereja saat itu," kata Yohanna saat ditemui BBC News tak jauh dari lokasi kejadian, Minggu (28/03).

"Kencang sekali. Suara ledakan yang belum pernah saya dengar," katanya.

Saat itu, kata dia, jemaat yang berada di gerbang langsung ditarik masuk ke dalam gereja. Semua panik, dan Yohanna menutup telinganya.

Yohanna mengatakan ledakan berasal dari seorang pengendara sepeda motor. Yohanna juga mengaku melihat ada potongan tubuh di sekitar lokasi kejadian.

"Saya lihat ada ususnya," katanya.

Saat ini seluruh jemaat sudah dipulangkan. Yohanna juga mengatakan ada dua orang yang dia lihat terluka.

Berita ini masih terus diperbarui.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komisi III DPR Minta Polri Selesaikan Dugaan Intimidasi Wartawan oleh Kapolda Sulsel Irjen Andi Rian

Komisi III DPR Minta Polri Selesaikan Dugaan Intimidasi Wartawan oleh Kapolda Sulsel Irjen Andi Rian

News | Rabu, 18 September 2024 | 17:24 WIB

Modus Haerul 5 Tahun Jadi Polisi Gadungan: Tipu Istri Hingga Anggota Polsek Tamalate, Pergi Malam Ikut Penggerebekan

Modus Haerul 5 Tahun Jadi Polisi Gadungan: Tipu Istri Hingga Anggota Polsek Tamalate, Pergi Malam Ikut Penggerebekan

News | Selasa, 28 Februari 2023 | 08:04 WIB

Terkini

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:32 WIB

Park Ju Hyun Resmi Gabung Film Prekuel Inside Men, Gantikan Yeonwoo

Park Ju Hyun Resmi Gabung Film Prekuel Inside Men, Gantikan Yeonwoo

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis

Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:20 WIB

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:17 WIB

×