Kubu Moeldoko Tuding Organisasi Radikal Nyaman Berlindung di Balik SBY

Erick Tanjung, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 29 Maret 2021 | 13:48 WIB
Kubu Moeldoko Tuding Organisasi Radikal Nyaman Berlindung di Balik SBY
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.[Instagram]

Suara.com - Juru bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad menyebut paham radikal tumbuh subur pada masa kepemimpinan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY. Sehingga mengakibatkan banyak kasus intoleransi terjadi di era SBY.

"Semasa SBY menjadi Presiden, diakui bahwa paham radikal tumbuh subur dan seakan akan mendapat tempat di Indonesia," kata Rahmad dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/3/2021).

Selain mengakibatkan berkembangnya sikap intoleran, menjamur hoaks serta fitnah-fitnah pun turut menjadi hal yang lumrah akibat adanya paham radikal yang tidak dicegah ketika itu.

"Yang kasihan adalah masyarakat luas yang disuguhi informasi yang menyesatkan," ujarnya.

Lebih lanjut, kata Rahmad, ketika organisasi radikal dibubarkan oleh pemerintahan Joko Widodo, pihaknya mendeteksi kalau organisasi itu mencari tempat berlindung ke partai Demokrat. Menurutnya organisasi berpaham radikal itu merasa nyaman dengan Demokrat.

"Setidaknya, kelompok radikal itu merasa nyaman dengan Partai Demokrat. Apalagi jika dikasih ruang untuk masuk ke dalam legislatif, maka itu akan membahayakan masa depan Indonesia," tuturnya.

Karena itu lah, kata dia, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mau memimpin partai Demokrat. Menurutnya, Moeldoko berani mengambil resiko supaya Demokrat terhindar dari pengaruh-pengaruh radikal yang akan membahayakan masa depan bangsa dan negara.

Rahmad tidak masalah apabila isu adanya eks organisasi radikal di dalam tubuh partai berlambang mercy itu lantas dibantah oleh pendukung SBY dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Tetapi ia hanya mengingatkan akan adanya fakta sejarah yang mengungkap kelompok radikal tengah berlindung di balik SBY.

baca juga

"Yang kami lihat adalah fakta sejarah dimana kelompok radikal saat ini berusaha mencari tempat berlindung dan kelihatannya kelompok radikal itu nyaman berada di belakang bayang-bayang SBY," tudingnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gegara Ngoceh Ideologi, Hinca Tantang Moeldoko Nyanyi Mars Partai Demokrat

Gegara Ngoceh Ideologi, Hinca Tantang Moeldoko Nyanyi Mars Partai Demokrat

News | Senin, 29 Maret 2021 | 13:38 WIB

Didaulat Pimpin Partai Demokrat, Moeldoko: Saya Ajukan Tiga Pertanyaan

Didaulat Pimpin Partai Demokrat, Moeldoko: Saya Ajukan Tiga Pertanyaan

Sumsel | Senin, 29 Maret 2021 | 12:51 WIB

Moeldoko Bicara Soal Ideologi, Rachland Singgung Operasi Sajadah

Moeldoko Bicara Soal Ideologi, Rachland Singgung Operasi Sajadah

Bekaci | Senin, 29 Maret 2021 | 11:36 WIB

Terkini

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

×