Analis: Teroris JAD Wahabi Takfiri yang Christophobia sehingga Sasar Gereja

Reza Gunadha, BBC

Senin, 29 Maret 2021 | 17:21 WIB
Analis: Teroris JAD Wahabi Takfiri yang Christophobia sehingga Sasar Gereja
Anggota polisi mengamati motor yang digunakan terduga pelaku bom bunuh diri sebelum dievakuasi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3/2021). ANTARA FOTO/Arnas Padda

Suara.com - Dua analis terorisme meyakini pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) akhir pekan lalu, adalah jaringan Jamaah Ansharut Daulah alias JAD.

Keyakinan itu didasarkan pada dua alasan. Pertama, kelompok JAD terbiasa melakukan aksi teror atau disebut mereka amaliyah menjelang bulan Ramadan.

Kedua, kelompok JAD kerap menyasar rumah-rumah ibadah di luar Islam, karena mereka berideologi wahabi-takfiri yang berintikan christophobia.

Al Chaidar, pengamat terorisme dari Universitas Malikussaleh  Aceh, meyakini pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar itu bagian dari jaringan JAD yang secara internasional merupakan afiliator ISIS.

"Sebab, sasaran pengeboman sama seperti di Surabaya, Jatim tahun 2018. Sama juga seperti di Jolo Filipina 2019. Mereka menyasar gereja Katolik," kata Al Chaidar seperti dikutip dari BBC.

Dia menduga, aksi bom bunuh diri itu dilakukan sebagai balas dendam atas penangkapan puluhan anggota JAD, Januari 2021, di Makassar. Dalam penangkapan itu juga, ada dua terduga teroris mati.

"Jadi, daripada tertangkap atau tewas, maka mereka segera melakukan serangan amaliyah," kata Al Chaidar kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Al Chaidar mengungkapkan, "Mereka menyasar gereja karena mereka kelompok Wahabi Takfiri yang christophobia atau tidak menyukai orang-orang non-Muslim."

Jelang Ramadan

baca juga

Muhammad Syauqillah, pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, juga meyakini pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar berasal dari jaringan JAD. Sebab, kelompok itu kerap menyasar tempat ibadah.

Tapi, Syauqillah menilai bom bunuh diri itu bukan hanya bermotif balas dendam, tapi juga "Amaliyah (aksi) menjelang bulan Ramadan".

"Mereka mengganggap bulan suci Ramadan adalah waktu yang tepat karena di bulan-bulan inilah amal dilipatgandakan," kata Muhammad Syauqillah.

"Ini bulan yang sakral untuk kelompok itu."

Tindakan pengeboman jelang bulan Ramadan, katanya, juga pernah terjadi pada 2019 lalu di pos pengamanan Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Potensi serangan lagi

Muhammad Syauqillah dan Al Chaidar sama-sama menduga jumlah teroris JAD di Sulsel masih banyak meski sempat ditangkapi Densus 88 Antiteror.

Karenanya, masih ada kemungkinan anggota JAD kembali melakukan serangan teroristik.

"Melihat persebaran jumlah mereka, akan ada serangan lain di pelbagai tempat dan kemungkinan di tempat-tempat yang ada Gereja Katedralnya apakah di Medan, Palembang, dan sebagainya," imbuh Al Chaidar.

Dia juga mengatakan perekrutan kelompok JAD di Indonesia sangat cepat dan jumlahnya berkali lipat.

Ia mencontohkan, jika dahulu dalam satu bulan mereka bisa merekrut dua hingga tiga simpatisan baru, maka sekarang mencapai puluhan orang.

Karena itulah, Al Chaidar menilai penangkapan besar-besaran yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri hanya merepotkan aparat keamanan tapi tak cukup efektif membendung masifnya apa yang disebut sebagai ideologi trans-nasional Wahabi Takfiri.

Yang harus segera dilakukan pemerintah, katanya, adalah mengintensifkan gerakan kontra wacana ideologi trans-nasional Wahabi di Indonesia.

Caranya melibatkan ahli keagamaan dari pelbagai universitas.

Sebab berdasarkan pengamatannya, sel aktif kelompok JAD saat ini sudah menyebar di 19 provinsi dari sebelumnya hanya di 18 provinsi.

"Pemerintah dalam hal ini sepertinya tidak punya imajinasi untuk membendung ideologi itu. Padahal banyak ahli keagamaan seperti di UIN, UI, UGM yang memiliki kemampuan untuk counter-discourse."

"Kalau penangkapan-penangkapan terus enggak akan habis-habis."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dalangi Aksi Pasutri Bomber JAD, 4 Anggota Kajian Vila Mutiara Dibekuk

Dalangi Aksi Pasutri Bomber JAD, 4 Anggota Kajian Vila Mutiara Dibekuk

News | Senin, 29 Maret 2021 | 17:14 WIB

Bomber Gereja Katedral Makassar Akan Dimakamkan di Maros

Bomber Gereja Katedral Makassar Akan Dimakamkan di Maros

Sulsel | Senin, 29 Maret 2021 | 17:13 WIB

Kutuk Teror Bom di Makassar, Anggota DPR Minta Masyarakat Jangan Takut

Kutuk Teror Bom di Makassar, Anggota DPR Minta Masyarakat Jangan Takut

DPR | Senin, 29 Maret 2021 | 17:11 WIB

Patroli di Tempat Ibadah Singkawang Digencarkan usai Bom Gereja Makassar

Patroli di Tempat Ibadah Singkawang Digencarkan usai Bom Gereja Makassar

Kalbar | Senin, 29 Maret 2021 | 17:06 WIB

Gempar Status Instagram Diduga Bomber Gereja Makassar: Calon Mati Syahid

Gempar Status Instagram Diduga Bomber Gereja Makassar: Calon Mati Syahid

Bali | Senin, 29 Maret 2021 | 17:01 WIB

Tokoh Agama di Jateng: Teror di Gereja Katedral Makassar Bukan Ajaran Agama

Tokoh Agama di Jateng: Teror di Gereja Katedral Makassar Bukan Ajaran Agama

Jawa Tengah | Senin, 29 Maret 2021 | 16:54 WIB

Viral Unggahan Diduga Wasiat Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar

Viral Unggahan Diduga Wasiat Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar

Hits | Senin, 29 Maret 2021 | 16:53 WIB

Habib Rizieq Kecam Bom Gereja Makassar: Kalau Itu Jihad, Keliru!

Habib Rizieq Kecam Bom Gereja Makassar: Kalau Itu Jihad, Keliru!

Batam | Senin, 29 Maret 2021 | 16:44 WIB

Kominfo Gencarkan Patroli Siber, Sisir Konten Terkait Teror Bom Makassar

Kominfo Gencarkan Patroli Siber, Sisir Konten Terkait Teror Bom Makassar

Tekno | Senin, 29 Maret 2021 | 16:41 WIB

Terkini

Soal Insiden KMP Virgo Transport 8, Puan Soroti Kecelakaan Kapal yang Terus Berulang

Soal Insiden KMP Virgo Transport 8, Puan Soroti Kecelakaan Kapal yang Terus Berulang

News | Senin, 14 September 2026 | 11:32 WIB

Hindari Kecelakaan, Simpang Volvo Bakal Ditutup Setelah Jalan Pinggir Rel Pasar Minggu Selesai

Hindari Kecelakaan, Simpang Volvo Bakal Ditutup Setelah Jalan Pinggir Rel Pasar Minggu Selesai

News | Senin, 14 September 2026 | 11:31 WIB

9 Merk Kompor Gas 2 Tungku Terbaik Sesuai Kebutuhan Rumah Tangga

9 Merk Kompor Gas 2 Tungku Terbaik Sesuai Kebutuhan Rumah Tangga

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:31 WIB

Gianni Infantino Nantikan Duel Panas Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

Gianni Infantino Nantikan Duel Panas Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 14 September 2026 | 11:30 WIB

Karhutla 2026 Lepaskan Jutaan Ton Karbon, Apa Dampaknya bagi Target Iklim Indonesia?

Karhutla 2026 Lepaskan Jutaan Ton Karbon, Apa Dampaknya bagi Target Iklim Indonesia?

News | Senin, 14 September 2026 | 11:29 WIB

Ibam Unggah Arsip Rahasia di X, Pengacara: Bukan Ancaman untuk Proses Hukum

Ibam Unggah Arsip Rahasia di X, Pengacara: Bukan Ancaman untuk Proses Hukum

News | Senin, 14 September 2026 | 11:25 WIB

9 Cara agar Nasi Tahan Lama di Rice Cooker, Hindari Buka Tutup Terlalu Sering

9 Cara agar Nasi Tahan Lama di Rice Cooker, Hindari Buka Tutup Terlalu Sering

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:25 WIB

Prajurit TNI AU Diduga Tewas Dianiaya Senior, DPR Desak Kasus Diusut Tuntas

Prajurit TNI AU Diduga Tewas Dianiaya Senior, DPR Desak Kasus Diusut Tuntas

News | Senin, 14 September 2026 | 11:24 WIB

Persija Bungkam Persib di SUGBK, Shayne Pattynama Malah Kecewa Berat

Persija Bungkam Persib di SUGBK, Shayne Pattynama Malah Kecewa Berat

Bola | Senin, 14 September 2026 | 11:24 WIB

7 Pilihan HP Warna Pink di Bawah Rp5 Juta, Performa Stabil dan Desain Stylish

7 Pilihan HP Warna Pink di Bawah Rp5 Juta, Performa Stabil dan Desain Stylish

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 11:22 WIB

×