alexametrics

Terkuak! Husein Hasny Biayai Perakitan Bom hingga Rancang Aksi Amaliyah

Agung Sandy Lesmana | Muhammad Yasir
Terkuak! Husein Hasny Biayai Perakitan Bom hingga Rancang Aksi Amaliyah
Kartu anggota FPI yang disita polisi dari penangkapan terduga teroris di Condet bernama Husein Hasny. (Suara.com/M Yasir)

"....Membiayai dan mengirimkan video tentang teknis pembuatan kepada tiga tersangka lainnya."

Suara.com - Husein Hasny alias HH (56), eks Wakil Ketua Bidang Jihad Front Pembela Islam (FPI) merupakan satu dari empat terduga teroris yang ditangkap Densus Antiteror 88 Polri. Lelaki itu dibekuk polisi saat berada di showroom mobil bekas di kawasan Condet, Jakarta Timur, siang tadi. 

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menbongkar peran Husein terkait penangkapan tiga teroris lainnya di Desa Sukasari, Cibarusah, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ketiga terduga teroris itu adalah ZA (37), BS (43), dan AJ (46).

Dalam jaringan ini, kata Fadil, pria yang diduga anggota FPI itu berperan sebagai donator perakitan bom. 

Baca Juga: Teroris Condet-Bekasi Rakit Bom The Mother of Satan Berdaya Ledak Tinggi

Selain menjadi donator, tambah Fadil, Husein juga menjadi insiator terkait kegiatan para terduga teroris untuk melancarkan aksi teror bom. 

"Dia yang merencanakan mengatur taktis dan teknis bersama ZA. Hadir dalam beberapa pertemuan untuk mempersiapkan kegiatan-kegiatan amaliah ini. Membiayai dan mengirimkan video tentang teknis pembuatan kepada tiga tersangka lainnya," kata Fadil di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/3/2021).

Rakit Bom The Mother of Satan

Dalam penangkapan terhadap 4 teroris, tim Densus 88 Antiteror menemukan lima buah bom aktif berbahan baku TATP (triaceton triperoxide) atau bisa dikenal dengan The Mother of Satan.  Bom tersebut memiliki daya ledak besar alias high explosive.

"Ini adalah sebuah senyawa kimia yg mudah meledak dan tergolong sebagai high explosive yang sangat sensitif," kata Fadil.

Baca Juga: Duar..Duar!! Barbuk Terduga Teroris Condet Diledakkan di Lapangan Bola

Kelima bom aktif tersebut, kekinian telah diledakkan oleh Tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya. Peledakan dialkukan di dua lokasi berbeda, yakni di Condet, Jakarta Timur dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Komentar