Myanmar Diambang Perpecahan, Dewan Keamanan PBB Diminta Ambil Tindakan

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Kamis, 01 April 2021 | 16:32 WIB
Myanmar Diambang Perpecahan, Dewan Keamanan PBB Diminta Ambil Tindakan
Seorang pengunjuk rasa mengacungkan salam tiga jari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Sabtu (6/2/2021). [STR / AFP]

Suara.com - Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener meminta Dewan Keamanan (DK) mengambil tindakan di tengah krisis yang semakin memburuk setelah kudeta 1 Februari.

Burgener memperingatkan risiko perang saudara dan pertumpahan darah yang semakin besar di tengah protes anti-kudeta yang telah menewaskan ratusan orang.

Dalam sesi tertutup yang diisi 15 anggota dewan, ia mengatakan para jenderal yang merebut kekuasaan tak mampu mengelola negara. Myanmar berada diambang perpecahan karena Situasi semakin memburuk.

"Pertimbangkan semua alat yang tersedia untuk mengambil tindakan kolektif," katanya seperti yang dilaporkan Al Jazeera Kamis (01/04).

"(Pertimbangkan untuk) melakukan apa yang benar, apa yang layak diterima rakyat Myanmar dan mencegah bencana multidimensi di jantung Asia," lanjutnya.

Pemberlakuan status darurat nasional di Myanmar (ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/wsj)
Pemberlakuan status darurat nasional di Myanmar (ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/wsj)

Ia mengatakan dewan juga harus mempertimbangkan tindakan yang berpotensi signifikan untuk membalik jalannya peristiwa karena pertumpahan darah sudah dekat.

Inggris juga meminta pertemuan Dewan Keamanan sebagai tanggapan atas kekerasan yang meningkat.

"Tindakan kekerasan oleh militer ini sama sekali tidak dapat diterima dan membutuhkan pesan yang kuat dari komunitas internasional," kata Duta Besar Inggris untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Barbara Woodward, dalam jumpa pers virtual setelah sesi dewan.

"Dewan Keamanan harus memainkan perannya dalam tanggapan internasional," tambahnya.

baca juga

Linda Thomas-Greenfield, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, mencatat bahwa AS telah memberlakukan sanksi, memberikan perlindungan sementara kepada rakyat Myanmar di AS dan meningkatkan bantuan kepada masyarakat sipil.

AS akan berbuat lebih banyak, dia berjanji dalam serangkaian posting di Twitter dan mendesak orang lain untuk mengikutinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perjalanan Paus Fransiskus ke Irak: Persaudaraan di Atas Perang Saudara

Perjalanan Paus Fransiskus ke Irak: Persaudaraan di Atas Perang Saudara

News | Senin, 08 Maret 2021 | 14:30 WIB

Menangi Perang Saudara, Ahsan/Hendra ke Perempat Final Toyota Thailand Open

Menangi Perang Saudara, Ahsan/Hendra ke Perempat Final Toyota Thailand Open

Sport | Kamis, 21 Januari 2021 | 21:02 WIB

Perang Saudara, Dua Juta Penduduk Ethiopia Terancam Kelaparan

Perang Saudara, Dua Juta Penduduk Ethiopia Terancam Kelaparan

News | Kamis, 12 November 2020 | 17:05 WIB

Terkini

Biaya Pengobatan Dijamin! Kasus Satpol PP dan Pekerja Proyek di Bulungan Berakhir Damai

Biaya Pengobatan Dijamin! Kasus Satpol PP dan Pekerja Proyek di Bulungan Berakhir Damai

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Mediasi Gagal, Penagihan Utang Berdarah di Kudus Berakhir Penetapan 24 Tersangka

Mediasi Gagal, Penagihan Utang Berdarah di Kudus Berakhir Penetapan 24 Tersangka

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Diduga Terlibat Konglikong Kecurangan Gibran, Koalisi Sipil Adukan KPU ke DKPP

Diduga Terlibat Konglikong Kecurangan Gibran, Koalisi Sipil Adukan KPU ke DKPP

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Kenapa GJLS: Berapi-Api Terasa Begitu Personal Buat Generasi Burnout: Inilah Realitasnya

Kenapa GJLS: Berapi-Api Terasa Begitu Personal Buat Generasi Burnout: Inilah Realitasnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Masuk Daftar Menteri Berkinerja Buruk Versi CELIOS, Gus Ipul Pertanyakan Indikator Penilaian

Masuk Daftar Menteri Berkinerja Buruk Versi CELIOS, Gus Ipul Pertanyakan Indikator Penilaian

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:55 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: MBG & KDMP Cuma Bebani Anggaran, Tak Ada Manfaat

2 Tahun Prabowo-Gibran: MBG & KDMP Cuma Bebani Anggaran, Tak Ada Manfaat

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Bakal Baku Tumbuk di Liga Champions, Pelatih Keturunan Indonesia: Gaya Main Como Mirip Barcelona

Bakal Baku Tumbuk di Liga Champions, Pelatih Keturunan Indonesia: Gaya Main Como Mirip Barcelona

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Mendagri Minta Pemda Perkuat Diskominfo dalam Komunikasi Strategis dan Efektivitas Kebijakan Publik

Mendagri Minta Pemda Perkuat Diskominfo dalam Komunikasi Strategis dan Efektivitas Kebijakan Publik

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Febrie Adriansyah Siap Kembali Mengabdi ke Penegakan Jika Divonis Tak Bersalah

Febrie Adriansyah Siap Kembali Mengabdi ke Penegakan Jika Divonis Tak Bersalah

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:49 WIB

Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig

Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig

Jogja | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:45 WIB

×