Surat Wasiat Beredar, Bagaimana Sikapi Agar Tak Muncul Pelaku Teror Baru?

Siswanto, BBC

Jum'at, 02 April 2021 | 12:54 WIB
Surat Wasiat Beredar, Bagaimana Sikapi Agar Tak Muncul Pelaku Teror Baru?
BBC

Suara.com - Kepolisian menyebut pelaku teror di Mabes Polri dan pelaku bom bunuh diri di Makassar meninggalkan pesan tertulis kepada keluarga mereka.

Walau pihak keluarga pelaku belum mengonfirmasi kebenaran pesan atau yang kini banyak disebut sebagai surat wasiat itu, isinya sudah viral di media sosial.

Pola meninggalkan pesan sebelum melakukan aksi teror bukan baru kali ini muncul, kata mantan anggota Jemaah Islamiyah.

Para pelaku Bom Bali yang tergabung dalam organisasi teror itu dulu meninggalkan pesan lewat rekaman video.

Bukannya menyebar atau merundung pelaku teror, masyarakat, terutama muda-mudi, didorong berempati dan menyelamatkan orang yang berpotensi terjerumus terorisme.

Adapun Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mendesak Kementerian Komunikasi dan Informasi membatasi peredaran pesan pelaku teror.

Ali Fauzi, mantan pembuat bom yang pernah bergabung dengan organisasi teror Jemaah Islamiyah, menyebut sejumlah pelaku Bom Bali meninggalkan pesan untuk keluarga sebelum melakukan aksi.

Pesan dalam bentuk video itu, kata Ali, hampir sama dengan pesan Zakiah Aini, pelaku teror di Jakarta dan Lukman Alfariz, yang meledakkan bom di depan Gereja Katedral Makassar.

"Mereka membuat pesan audio visual untuk orang tua, istri, anak, dan saudara-saudaranya. Banyak narasi dalam pesan itu adalah harapan kenikmatan surga," ujar Ali, Kamis (01/04).

baca juga

"Jadi ini lebih dulu dilakukan para pelaku bom yang digalang Jemaah Islamiyah," ucapnya.

Menurut Ali, lewat pesan terakhir itu para pelaku teror berharap ada orang-orang lain yang meniru perbuatan mereka.

"Kalau dibaca oleh orang-orang yang berpikiran pendek, pesan itu bisa sangat berbahaya. Jadi sangat penting membuat generasi muda yang kebal terhadap paham ekstrem," kata Ali.

Tren dan tujuan di balik pesan pelaku teror itu juga diamati Direktur Deradikalisasi BNPT, Irfan Idris, bahwa surat wasiat itu dibuat untuk menggaet pelaku baru serta menyebarkan wacana soal surga yang mereka yakini.

Menurut Irfan, menyebarluaskan pesan itu ke publik justru akan membantu para pelaku teror mencapai tujuan mereka, terutama ke sesama orang muda.

Pelaku aksi teror di Makassar dan Jakarta rata-rata berumur pertengahan dua puluhan tahun.

"Jangan sampai yang sudah bercita-cita melakukan teror terpicu dengan beredarnya pesan seperti itu," kata Irfan.

"Generasi muda satu paket dengan militansi. Militansi itu seperti bensin, bisa setiap saat terbakar jika ada yang memicu.

"Yang tidak punya persiapan apa-apa saja bisa mengikuti perbuatan itu, apalagi orang yang sudah menekuni paham ekstrem," ujarnya.

Irfan menduga, Zakiah sudah terpapar radikalisme sejak memutuskan berhenti kuliah. Ia yakin Zakiah terdorong menyerang markas besar Polri setelah membaca surat Lukman Alfariz.

Pesan Lukman beredar di media sosial setelah dia tewas meledakkan diri di Gereja Katedral Makassar. Kini giliran pesan Zakiah yang viral.

Irfan berpendapat, Kominfo adalah otoritas terdepan yang perlu mencegah peredaran dan glorifikasi pesan pelaku teror.

Selama ini kementerian tersebut secara rutin menutup situs yang mereka anggap mengandung konten ekstremisme.

BBC Indonesia sudah berusaha menghubungi Kepala Humas Kominfo, Ferdinandus Setu, untuk mendapat keterangan soal peredaran pesan pelaku teror itu.

Namun hingga berita ini diterbitkan, Ferdinandus belum menanggapi permintaan wawancara.

Sementara saat dikonfirmasi tentang peradaran pesan itu, juru bicara Mabes Polri Irjen Argo Yuwono berkata, "Kami lakukan soft power dengan edukasi kepada masyarakat."

Bagaimanapun, di tingkat akar rumput, publik semestinya menunjukkan empati saat membaca pesan pelaku teror. Ini dikatakan Mohammad Aan Anshori, Ketua Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD).

Berempati, menurut Aan, bukan berarti mendukung paham dan terorisme.

"Pelaku seperti Zakiah ini harus dilihat sebagai korban. Setelah melihat pesannya, kita merundung dan mengecam," kata Aan.

"Jika dia masih hidup, apakah pemikirannya akan sembuh atau dia justru semakin yakin bahwa pemikirannya benar?

"Jadi kita harus menghentikan aneka hujatan dan berempati pada pelaku dan calon pelaku yang sebenarnya korban ekstremisme," ujar Aan.

Lebih dari itu, Aan mendorong agar generasi muda membiasakan diri berbaur dengan penganut agama dan keyakinan lain.

Merujuk sejumlah survei dan penelitian, Aan menyebut masyarakat Indonesia lebih memilih hidup dalam kelompok homogen.

Padahal hidup dalam komunitas homogen disebut Aan justru menyuburkan pandangan bias, stereotip negatif, dan prasangka.

"Generasi muda non-Islam, terutama yang Kristiani, jangan takut dengan aksi teror ini dan justru semakin membaur dengan generasi muda Islam," kata Aan.

"Kalau orang muda Islam dibiarkan hidup dalam komunitas mereka sendiri, maka mereka tinggal tunggu waktu untuk bisa terprovokasi.

"Kita perlu silang integrasi, lebih saling berbaur. Mulailah menambah teman yang berbeda agama.

"Jika kita takut berbaur, kita akan semakin hidup secara homogen dan friksi di antarkelompok malah akan semakin tajam," ujar Aan.

Menurut survei BNPT yang dipublikasi Desember 2020, 85% generasi milenial Indonesia disebut rentan terpapar radikalisme.

Sementara setahun sebelumnya, kajian Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian mengungkap bahwa 52% pelajar mendukung radikalisme berbasis agama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Khawatir Teror, Rumah Koordinator AMPB Botok dan Teguh Dijaga Warga Pati

Khawatir Teror, Rumah Koordinator AMPB Botok dan Teguh Dijaga Warga Pati

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:21 WIB

Serangan Beruntun Guncang Thailand Selatan, Narathiwat Terapkan Jam Malam

Serangan Beruntun Guncang Thailand Selatan, Narathiwat Terapkan Jam Malam

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:23 WIB

"Paket Santet" Hadirkan Teror Lewat Kiriman Online dan Dendam Masa Lalu

"Paket Santet" Hadirkan Teror Lewat Kiriman Online dan Dendam Masa Lalu

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:53 WIB

Bom Bunuh Diri Meledak Tewaskan 14 Orang di Lembah Swat

Bom Bunuh Diri Meledak Tewaskan 14 Orang di Lembah Swat

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 11:04 WIB

Ulasan Film Unlocked: Ketika Kehilangan Ponsel Jadi Awal Teror Paling Nyata

Ulasan Film Unlocked: Ketika Kehilangan Ponsel Jadi Awal Teror Paling Nyata

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Ulasan Film Sajen Satu Suro: Teror Gaib Sesajen Pembawa Bencana dan Petaka!

Ulasan Film Sajen Satu Suro: Teror Gaib Sesajen Pembawa Bencana dan Petaka!

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:30 WIB

Novel Spammer, Berawal dari Teror Digital Berubah Menjadi Teror Fisik Nyata

Novel Spammer, Berawal dari Teror Digital Berubah Menjadi Teror Fisik Nyata

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 17:00 WIB

Pasca Ledakan Bom, 20 Ribu Polisi Jaga Lokasi Pidato Kenegaraan Presiden Filipina

Pasca Ledakan Bom, 20 Ribu Polisi Jaga Lokasi Pidato Kenegaraan Presiden Filipina

News | Senin, 27 Juli 2026 | 14:41 WIB

Review Evil Dead Burn: Teror Iblis Necronomicon di Rumah Danau Berdarah!

Review Evil Dead Burn: Teror Iblis Necronomicon di Rumah Danau Berdarah!

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:30 WIB

Diteror Tetangga Bertahun-tahun, Ibu Suraji Trauma hingga Takut Keluar Rumah

Diteror Tetangga Bertahun-tahun, Ibu Suraji Trauma hingga Takut Keluar Rumah

News | Senin, 20 Juli 2026 | 18:34 WIB

Terkini

Kericuhan Pecah di Malam Hari Usai Demo 27 Agustus

Kericuhan Pecah di Malam Hari Usai Demo 27 Agustus

Foto | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:13 WIB

×