Mantan Teroris Sebut Paham Radikal Masih Masif dan Menyebar

Erick Tanjung, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 03 April 2021 | 15:09 WIB
Mantan Teroris Sebut Paham Radikal Masih Masif dan Menyebar
Ilustrasi --Penangkapan terduga teroris di Tuban dan Surabaya [Foto: Antara]

Suara.com - Mantan Narapidana Teroris (Napiter) dan Pembina Hubbul Wathon Indonesia 19, Haris Amir Falah mengatakan bahwa paham radikalisme masih sangat masif menyebar di tanah air.

Hal itu menyusul adanya aksi teror bom di depan Gereja Katederal pada Minggu (28/3/2021) dan serangan teros di Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021).

"Karena sebagai bukti masih ada aksi-aksi teror dan lagi-lagi sasarannya adalah orang-orang yang memang tidak bersalah, termasuk di dalamnya misalnya di depan Katedral Makassar, kemudian sudah menyasar ke Mabes Polri," kata Haris dalam Diskusi Polemik MNC Trijaya "Bersatu Melawan Teror", Sabtu (3/4).

Haris menuturkan aksi radikalisme bukan bagian dari ajaran agama manapun termasuk Islam. Karenanya melawan terorisme, melawan radikalisme bukan melawan agama.

"Kita harus punya kesepakatan untuk memberantas ini semuanya. Karena daya rusaknya itu sangat luar biasa dan saya secara pribadi pernah mengalami itu," ucap dia.

Hari mengatakan dalam melaksanakan aksi teror, kelompok teroris melakukan dua hal yakni menciptakan momentum atau bertemu momentum. Hal tersebut ia alami saat pernah menjadi teroris.

"Aksi teror itu selalu memang dua orang-orang atau kelompok seperti ini ya sebagaimana yang pernah saya rasakan dulu. Pertama adalah menciptakan momentum atau kemudian dia akan bertemu dengan momentum," tuturnya.

Haris menduga bahwa terduga teroris di Makassar dan di Mabes Polri dalam menjalankan aksinya ingin menciptakan momentum yang dianggap mereka ada sebuah ketidakadilan.

"Sangat boleh jadi dua (pelaku teroris) itu bisa terjadi ya mungkin orang ingin menciptakan sebuah momentum, karena ada isu-isu yang yang kelihatannya menurut kacamata orang-orang radikal ini kan misalnya ketidakadilan seperti itu ya. Jadi momentum itu biasanya kalau mau diciptakan mahal ya , mereka lebih lebih memilih bertemu dengan momentum," katanya.

baca juga

Ketika ditanya apakah pandemi menjadi momentum para teroris menjalankan aksinya, Haris mengatakan bahwa justru pandemi dijadikan momentum untuk menjalankan aksi teror. Ia pun menyebut para teroris adalah orang yang sudah mati rasa kemanusiannya.

"Justru itu pandemi dimanfaatkan. Orang-orang seperti itu (Teroris) kan sudah mati rasa kemanusiaannya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemprov DKI Bakal Sebar Duta Damai, Ajarkan Anak Sekolah Tidak Radikal

Pemprov DKI Bakal Sebar Duta Damai, Ajarkan Anak Sekolah Tidak Radikal

News | Selasa, 30 Maret 2021 | 12:51 WIB

Pengamat ke Pemerintah: Kenapa Banyak Anak Muda Tidak Tertarik Pancasila?

Pengamat ke Pemerintah: Kenapa Banyak Anak Muda Tidak Tertarik Pancasila?

News | Jum'at, 26 Maret 2021 | 20:12 WIB

BNPT: Waspadai Penyebaran Radikalisme di Medsos Saat Pandemi

BNPT: Waspadai Penyebaran Radikalisme di Medsos Saat Pandemi

News | Rabu, 03 Maret 2021 | 08:45 WIB

Terkini

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×