7 Warga Inggris Meninggal karena Pembekuan Darah Usai Vaksinasi AstraZeneca

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 05 April 2021 | 14:26 WIB
7 Warga Inggris Meninggal karena Pembekuan Darah Usai Vaksinasi AstraZeneca
Ilustrasi vaksin AstraZeneca (Kolase foto/Unsplash/dok. istimewa)

Suara.com - Sedikitnya tujuh orang di Inggris yang mengalami pembekuan darah setelah menerima suntikan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca meninggal, Sabtu (3/4) akhir pekan lalu.

Menyadur Straits Times, Senin (5/4/2021), Badan Pengatur Produk Kesehatan dan Obat-obatan Inggris (MHRA) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "Dari 30 laporan hingga dan termasuk 24 Maret, sayangnya 7 telah meninggal."

Laporan kasus pembekuan darah tersebut muncul setelah program vaksinasi yang sudah diberikan sebanyak 18,1 juta dosis kepada masyarakat Inggris.

MHRA melansir 22 kasus penerima vaksin covid-19 AstraZeneca mengalamai pembekuan langka yang disebut trombosis sinus vena serebral.

Sementara 8 kasus lain menunjukkan penerima AstraZeneca mengalami trombosis diiringi  tingkat trombosit darah rendah, yang membantu pembekuan darah.

Sedangkan masyarakat penerima vaksin Pfizer-BioNTech, tak ada yang dilaporkan mengalami pembekuan darah.

"Tinjauan menyeluruh kami terhadap laporan ini sedang berlangsung," demikian pernyataan MHRA.

Kepala eksekutif MHRA June Raine masih menekankan bahwa manfaat vaksin AstraZeneca jauh lebih besar daripada risikonya.

"Masyarakat harus terus mendapatkan vaksinnya jika diundang," katanya.

baca juga

Seiring dengan laporan tersebut, seorang pakar medis telah meminta penelitian lebih lanjut tentang vaksin AstraZeneca.

Berbicara kepada program Radio 4's Today, Paul Hunter, Profesor Kedokteran di Universitas East Anglia, mengatakan "Jelas lebih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan" untuk membangun hubungan yang jelas antara vaksin dan pembekuan darah.

Ketika ditanya apakah pembekuan darah itu kebetulan atau tidak, Prof Hunter mengatakan masih terlalu dini untuk menjawab.

"Masih terlalu dini untuk mengatakannya. Tetapi hal pertama yang perlu dikatakan adalah sebenarnya tidak jarang mendapatkan kelompok peristiwa langka murni secara kebetulan," jelas Prof Hunter dikutip dari Daily Express.

"Sebelumnya hal ini terjadi di negeri-negeri berbahasa Jerman, dan kini di inggris. Maka saya pikir kemungkinan itu menjadi asosiasi acak, sangat rendah," jelasnya.

Prof Hunter mengatakan, kemungkinan kematian akibat virus corona jika tidak mendapatkan vaksin "berkali-kali lebih besar" daripada risiko kematian akibat pembekuan darah setelah divaksin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

8 Fakta Menarik Usai Duel Manchester United vs Brighton

8 Fakta Menarik Usai Duel Manchester United vs Brighton

Bola | Senin, 05 April 2021 | 13:57 WIB

Pertama Kali Cetak Gol Lewat Sundulan, Mason Greenwood Girang

Pertama Kali Cetak Gol Lewat Sundulan, Mason Greenwood Girang

Bola | Senin, 05 April 2021 | 13:46 WIB

Man Utd Tundukkan Brighton, Solskjaer Angkat Topi buat Mason Greenwood

Man Utd Tundukkan Brighton, Solskjaer Angkat Topi buat Mason Greenwood

Bola | Senin, 05 April 2021 | 11:58 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×