Pejabat Salahkan Warga Rambah Hutan, Pemda Dituding Abaikan Lingkungan

Siswanto, BBC

Selasa, 06 April 2021 | 10:57 WIB
Pejabat Salahkan Warga Rambah Hutan, Pemda Dituding Abaikan Lingkungan
BBC

Suara.com - Peringatan soal potensi banjir di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah muncul beberapa tahun terakhir, sebelum akhir pekan lalu banjir bandang di provinsi itu menewaskan setidaknya lebih dari 60 orang dan memaksa ribuan orang mengungsi.

Pejabat pemerintahan di salah satu kabupaten yang terdampak menyebut banjir bandang dipicu kerusakan lingkungan akibat aktivitas masyarakat.

Namun aktivis lingkungan menyebut pemerintah tidak semestinya menyalahkan warga lokal. Dia menuding banjir ini justru terjadi karena kebijakan otoritas di NTT mengabaikan lingkungan.

Wakil Bupati Flores Timur, Agus Payong Poli, menyebut aktivitas masyarakat menyebabkan penggundulan hutan di kawasan lereng kabupaten itu.

Agus juga menyalahkan warganya yang merambah daerah aliran sungai. Dua faktor ini, menurutnya, merupakan pemicu utama banjir di Flores Timur, selain Siklon Tropis Seroja yang menyebabkan hujan lebat dan gelombang laut tinggi.

"Populasi penduduk berbanding terbalik dengan ketersediaan lahan. Itu memicu penebangan lahan di daerah lereng yang sebelumnya daerah lindung," kata Agus via telepon, Senin (05/04).

"Warga juga ada yang menebang pohon untuk menanam tanaman komoditas. Itu turut membuat daerah itu rawan longsor karena penyerapan air jadi tidak ada.

"Di kawasan zona merah juga dibangun rumah. Jadi jangan heran banyak yang meninggal karena bantaran kali itu zona merah. Menurut peraturan kami, daerah aliran sungai tidak boleh dibangun apapun, sampai sekitar 25 meter," ujarnya.

Agus mengeluarkan pernyataan itu untuk menjawab pertanyaan BBC Indonesia terkait peringatan soal potensi banjir yang mengintai daerahnya.

baca juga

Kajian lingkungan hidup tahun 2007 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Flores Timur sudah menyebut sejumlah faktor yang berpotensi besar memicu banjir di kabupaten itu.

Selain topografi sejumlah wilayah Flores Timur yang merupakan lereng curam, disebut pula penebangan hutan yang seharusnya dilindungi.

Hal lain yang disorot dalam kajian itu adalah pertambahan penduduk, kebijakan yang tidak tepat, serta lemahnya koordinasi antarinstansi dan penegakan hukum yang tidak optimal.

Saat berita ini disusun, jumlah korban jiwa akibat banjir di Flores Timur merupakan yang terbanyak dibandingkan di sembilan kabupaten lain di NTT yang diterjang banjir.

Sudah terdapat 68 orang yang ditemukan tewas di Flores Timur, menurut Juru Bicara Badan SAR Nasional, Yudi Latief.

Angka itu bisa bertambah karena pencarian korban hingga kini masih berlangsung.

Bagaimanapun, masyarakat semestinya tidak boleh menjadi kambing hitam dalam peristiwa banjir besar ini, kata Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) NTT, Umbu Wulang.

Wulang berkata, perubahan lingkungan akibat aktivitas warga ataupun korporasi menunjukkan minimnya upaya pencegahan pemerintah.

Bukan cuma di Flores Timur, Wulang menyebut banjir di sebagian besar NTT ini adalah konsekuensi kebijakan pemerintah yang mengabaikan lingkungan.

"Adonara di Flores Timur itu pulau kecil dengan daya dukung yang terbatas. Kalau sudah terjadi penggundulan di lereng, pendidikan kepada masyarakat seharusnya juga harus masif," kata Wulang.

" Artinya pemerintah tidak bisa lepas tangan dan menyalahkan masyarakat. Pola hidup warga sangat dipengaruhi kebijakan pemerintah," ucapnya.

Wulang menyebut NTT rentan terguncang bencana karena daya dukung lingkungan yang rendah. Ia berkata, bentuk NTT yang kepulauan dan berada di pesisir perairan tidak cocok dieksploitasi untuk beragam jenis usaha.

Menurut Wulang, pemerintah NTT mesti segera mengubah kebijakan investasi untuk mencegah bencana berikutnya.

"Perlu pembatasan investasi yang rakus lahan dan air karena daya dukung lingkungan NTT tidak memadai untuk semua jenis investasi, baik pariwisata, monokultur atau pertambangan," ucapnya.

Merujuk data Bank Indonesia, sebagaimana dilansir kantor berita Antara, pada tahun 2020 NTT harus mendapat investasi senilai Rp37,18 triliun untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 7%.

Dalam sebuah pernyataan November lalu, Gubernur NTT Victor Laiskodat berkata akan melakukan apapun untuk mempermudah investor di provinsinya.

Laiskodat mengatakan itu pada seremoni panen garam industri PT Inti Daya Kencana, di Kabupaten Malaka.

"Sebagai gubernur, saya sangat serius mendorong investasi. Pro kontra itu biasa di dunia manapun," kata Victor.

"Tetapi harus kita yakin sebagai pemimpin, baik gubernur maupun bupati, bahwa ini pilihan terbaik di mana rakyat Malaka menata masa depan lebih baik, maka ini harus dilakukan.

"Saya tidak back up tapi saya berdiri di depan menjaga siapapun yang akan mengganggu para pengusaha.

"Lain halnya pengusaha curi kekayaan NTT maka siap berhadapan dengan gubernur," ujarnya kala itu.

Proses evakuasi dan penyaluran bantuan korban banjir di NTT terhambat cuaca buruk dan akses transportasi yang terputus.

Jembatan Benenain di Kabupaten Malaka, misalnya, ambruk. Akses darat antarkecamatan di daerah itu pun akhirnya terputus.

Nalle Anggi, warga Desa Forekmodok di Malaka, mengaku secara mandiri mengevakuasi diri bersama keluarga saat banjir setinggi tiga meter menerjang permukimannya.

Anggi kini mengharapkan pengungsian yang lebih layak untuk keluarga dan para tetangganya. Apalagi, kata dia, mereka melarikan diri tanpa membawa bekal makanan dan kebutuhan dasar lainnya.

"Setelah kami ke tempat evakuasi, air banjir sekarang malah makin bertambah. Jadi kami berharap benar-benar dievakuasi karena hari ini lebih parah dari kemarin.

"Banyak juga yang dibutuhkan. Logistik sama sekali tidak ada, seperti pakaian, kebutuhan bayi dan lansia," kata Anggi.

Berbagai pihak kini menjanjikan bantuan untuk pengungsi di NTT, termasuk menyalurkannya dengan pesawat.

Di sisi lain, Wakil Bupati Flores Timur, Agus Poli, menyebut pemerintahannya kekurangan dana darurat. Agus berkata, dana alokasi umum untuk penanganan bencana dipotong untuk penanganan pandemi Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanpa Upah, Haruskah Kita Biarkan Relawan Berjuang dengan Uang Sendiri?

Tanpa Upah, Haruskah Kita Biarkan Relawan Berjuang dengan Uang Sendiri?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:45 WIB

Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili

Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:54 WIB

Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara

Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Berani! Singpura Kumpulkan Petinggi 10 Perusahaan Diduga Biang Kerok Kebakaran Hutan

Berani! Singpura Kumpulkan Petinggi 10 Perusahaan Diduga Biang Kerok Kebakaran Hutan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:18 WIB

Titik Rawan Banjir Jaksel Dibenahi: Lumpur Kali Mampang Diangkat, Tanggul Diperkuat

Titik Rawan Banjir Jaksel Dibenahi: Lumpur Kali Mampang Diangkat, Tanggul Diperkuat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:31 WIB

Palagan Senyap Menjaga Rimba: Sepak Terjang Satgas PKH Bentukan Prabowo

Palagan Senyap Menjaga Rimba: Sepak Terjang Satgas PKH Bentukan Prabowo

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:25 WIB

Suahasil Klaim Indonesia Punya Kekayaan Alam yang Tak Dimiliki Negara Lain, Dari Hutan hingga Laut

Suahasil Klaim Indonesia Punya Kekayaan Alam yang Tak Dimiliki Negara Lain, Dari Hutan hingga Laut

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:54 WIB

Sandiwara Mangrove Massal: Selamatkan Alam atau Cuma Formalitas Pejabat?

Sandiwara Mangrove Massal: Selamatkan Alam atau Cuma Formalitas Pejabat?

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Dalih Buka Lahan Bikin Satwa Mati Terpanggang, Jangan Biarkan Korporasi Cuci Tangan

Dalih Buka Lahan Bikin Satwa Mati Terpanggang, Jangan Biarkan Korporasi Cuci Tangan

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:34 WIB

Gegara Karhutla hingga Banjir Sumatra, Suahasil Tambah Anggaran TKD 2026 Jadi Rp 720 T

Gegara Karhutla hingga Banjir Sumatra, Suahasil Tambah Anggaran TKD 2026 Jadi Rp 720 T

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:28 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×