alexametrics

Bantu Pencarian Korban Bencana NTT, Polri Kerahkan Anjing Pelacak

Erick Tanjung
Bantu Pencarian Korban Bencana NTT, Polri Kerahkan Anjing Pelacak
Kondisi Desa Nelelamadiken, Kec. Ile Boleng Adonara, Kab.Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (Dok Basarnas)

"Baru tadi didrop ke Lembata dan ke Pulau Adonara untuk mencari korban yang masih hilang hingga saat ini," kata Rishian.

Suara.com - Mabes Polri mengirim anjing pelacak untuk mendukung upaya pencarian korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Pulau Adonara dan Lembata di Nusa Tenggara Timur/NTT.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna B mengatakan bahwa enam anjing pelacak Polri tiba di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Rabu (7/4).

Anjing pelacak yang meliputi satu anjing Pointer, dua anjing gembala Jerman, dan tiga anjing Belgian Malinois dikirim ke Pulau Adonara dan Kabupaten Lembata pada Kamis. Anjing-anjing pelacak tersebut memiliki kemampuan untuk menemukan mayat.

"Baru tadi didrop ke Lembata dan ke Pulau Adonara untuk mencari korban yang masih hilang hingga saat ini," kata Rishian kepada Antara di Kupang, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga: Gubernur NTT Tetapkan Tanggap Darurat Bencana

Mantan Kepala Polres Timur Tengah Utara itu menambahkan, tiga anjing pelacak dibawa ke Pulau Adonara dan tiga lagi dibawa ke Lembata. Menurut data dari otoritas setempat, jumlah warga yang dilaporkan hilang di Pulau Adonara sebanyak 73 orang dan 68 orang di antaranya sudah ditemukan.

Lima korban bencana yang belum ditemukan meliputi dua warga Kecamatan Adonara Timur, satu warga Kecamatan Ile Boleng, dan dua warga Kecamatan Wotan Ulumado. Rishian mengatakan bahwa upaya pencarian korban bencana di daerah itu terkendala karena keterbatasan alat berat.

Siklon Tropis Seroja menyebabkan angin kencang, tanah longsor, banjir, dan gelombang pasang di Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao, Ende, Sabu Raijua, Alor, Kupang, Belu, dan Timor Tengah Utara serta Kota Kupang di Nusa Tenggara Timur.

Bencana alam itu menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada Rabu (7/4) siang menyebabkan 124 orang meninggal dunia dan puluhan orang hilang. Selain itu bencana alam menyebabkan kerusakan rumah penduduk dan fasilitas umum serta memaksa 13.230 orang mengungsi. 

Baca Juga: Diterjang Banjir Bandang, NTT Ditetapkan Status Tanggap Darurat 30 Hari

Komentar