CEK FAKTA: Benarkah Ada Cacing Atau Ulat Pada Masker Impor Buatan China?

Reza Gunadha | Hernawan | Suara.com

Jum'at, 09 April 2021 | 16:53 WIB
CEK FAKTA: Benarkah Ada Cacing Atau Ulat Pada Masker Impor Buatan China?
Cek fakta benarkah ada cacing atau ulat pada masker buatan China (Turnbackhoax.id).

Suara.com - Baru-baru ini, jagat dunia maya dihebohkan oleh sebuah video yang mengklaim ada cacing pada masker impor buatan China.

Klaim tersebut beredar luas, salah satunya di saluran YouTube dengan judul video "Masker Impor China ada cacing atau ulang || Waspada".

Dalam video itu, ditampilkan masker yang ditaruh di sebuah wadah lalu diberi uap panas. Lalu pada masker itu muncul sesuatu berbentuk panjang bewarna hitam yang diklaim sebagai cacing.

Berikut narasi yang dibagikan:

"Masker impor China ada cacing atau ulat || waspada sumber video dari tim tenaga kesehatan RI jangan lupa subscripe untuk info menarik lainnya".

Cek fakta benarkah ada cacing atau ulat pada masker buatan China (Turnbackhoax.id).
Cek fakta benarkah ada cacing atau ulat pada masker buatan China (Turnbackhoax.id).

PENJELASAN

Berdasarkan penelusuran turnbackhoax.id -- Jaringan media Suara.com, klaim yang menyebut ada cacing atau ulat pada masker impor dari China tersebut keliru.

Faktanya, seusatu yang diklaim cacing atau ulat tersebut merupakan serta kain yang bereaksi terhadap kondisi lembab.

Tampilan cacing yang sesungguhnya terlihat berbeda di bawah mikroskop, lebih tebal, tidak setipis serat kain dan terlihat organ dalamnya.

Dari percobaan microbehunter.com, saat masker diuji coba dengan menghembuskan nafas dan diteliti di bawah mikroskop, terlihat bahwa serta bereaksi bergerak yang disebabkan oleh kelembapan nafas yang mengandung air.

Reaksi yang sama dengan video uji coba sebagaimana dibagikan sumber yakni menggunakan air panas, diketahui bahwa uap air menyebabkan serat kain bereaksi.

Cek fakta benarkah ada cacing atau ulat pada masker buatan China (Turnbackhoax.id).
Cek fakta benarkah ada cacing atau ulat pada masker buatan China (Turnbackhoax.id).

Selain itu, berkaitan dengan klaim "Sumber video dari tim tenaga kesehatan RI", teknik ini disebut teknik "Appeal to False Authority:, dengan cara mencatut pihak yang digunakan untuk otoritas tetapi tidak memberikan bukti bahwa pihak yang diklaim benar-benar menyatakan seperti yang disebutkan di klaim.

Sementara itu, artikel sebagaimana ditulis oleh Misbar menyebutkan, klaim yang menyebut ada cacing atau ulat di masker impor buatan China tersebut menyesatkan.

Pasalnya tidak ada bukti yang mendukung informasi terkait bahaya masker wajah. Masker disterilkan setelah pembuatannya dengan cara yang ketat yang memastikan bahwa kuman, virus, atau organisasme apapun yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia tidak tetap ada.

Saad Al-Sharif, profesor dan konsultan penyakit dada dan pengobatan tidur, sebelumnya membantah klaim terkait cacing hitam di masker wajah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabupaten Bogor Krisis Masker, Dapat Bantuan dari Kabupaten Asal Korsel

Kabupaten Bogor Krisis Masker, Dapat Bantuan dari Kabupaten Asal Korsel

Press Release | Jum'at, 09 April 2021 | 15:06 WIB

Waduh, Obat Cacing buat Kuda Digunakan untuk Mengobati Covid-19

Waduh, Obat Cacing buat Kuda Digunakan untuk Mengobati Covid-19

Health | Jum'at, 09 April 2021 | 11:01 WIB

Pakai Masker atau Jaga Jarak, Mana Lebih Efektif Cegah Covid-19?

Pakai Masker atau Jaga Jarak, Mana Lebih Efektif Cegah Covid-19?

Health | Jum'at, 09 April 2021 | 10:30 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB